Kabar Baik! Banjarmasin Rencanakan Gelar Pekan Gebyar Vaksinasi Massal Ramuan Herbal Daun Sungkai Digunakan Warga Bantu Pengobatan Pasien Covid-19 di Banjar BREAKING! Ambulans Mendiang Istri Abah Guru Sekumpul Tiba di Ar-Raudhah Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Cerah Berawan, BMKG Minta Waspada Karhutla! BREAKING! Kabar Duka, Istri Pertama Abah Guru Sekumpul Meninggal Dunia

Salah Identifikasi Jasad, Pasien Covid-19 Ternyata Masih Hidup

- Apahabar.com     Minggu, 26 April 2020 - 20:48 WITA

Salah Identifikasi Jasad, Pasien Covid-19 Ternyata Masih Hidup

Sebuah peti mati terbungkus plastik terlihat di luar rumah sakit di Guayaquil Ekuador, pada 1 April. Foto-AFP/Enrique Ortiz via tribunnews

apahabar.com, GUAYAQUIL – Seorang perempuan Ekuador yang tinggal di Kota Guayaquil yang dilanda virus corona, kaget begitu mengetahui bahwa saudara perempuannya masih hidup, berminggu-minggu setelah dia mengkremasi jasad yang salah diidentifikasi otoritas kesehatan sebagai kematian saudarinya.

Alba Maruri (74) berada di unit perawatan intensif pada 27 Maret karena demam tinggi dan kesulitan bernapas. Seorang petugas kesehatan memberitahu keluarganya bahwa dia telah meninggal dunia, kata saudara perempuan Maruri, Aura, melalui telepon.

Seminggu kemudian, otoritas kesehatan menyerahkan jasad yang diketahui sebagai Maruri ke pihak keluarga. Namun, pada Jumat (24/4), petugas kesehatan kembali ke rumah keluarga Maruri di Guayaquil, pusat wabah COVID-19 di Ekuador.

“Sebuah ambulans datang dengan seorang dokter, psikiater, dan pekerja sosial. Mereka meminta maaf dan berkata kepada kami ‘saudarimu masih hidup’,” kata Aura Maruri.

“Kami sangat terkejut. Ini adalah keajaiban Tuhan.”

Maruri diduga mengidap COVID-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona baru, tetapi tidak pernah didiagnosis mengidapnya karena ia tidak dites.

Keluarganya tidak dapat mengunjunginya sampai Sabtu (25/4) karena pemberlakuan jam malam untuk mencegah penyebaran penyakit yang berkelanjutan.

Aura Maruri mengatakan dia tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan peti logam berisi abu jenazah yang salah diberikan kepada keluarganya.

“Saya tidak bisa tidur karena khawatir mereka akan membawanya (abu) ke kontainer-kontainer itu untuk orang mati,” kata Maruri, merujuk pada kontainer berpendingin yang dibuat sebagai kamar mayat ketika pandemi menyebar melalui Guayaquil.

“Ada kegagalan di rumah sakit,” ujar dia.

Insiden ini menegaskan kesulitan yang dihadapi Ekuador, di mana pandemi virus corona telah membuat kewalahan sistem kesehatan dan menyebabkan pekerja sanitasi berjuang untuk mengumpulkan dan mengidentifikasi jumlah mayat yang terus bertambah.

Reuters tidak dapat segera mendapatkan komentar dari Alba Maruri atau dari Rumah Sakit Abel Gilbert Ponton, di mana dia masih dirawat tetapi tidak lagi dalam perawatan intensif.

Menteri Kesehatan Juan Carlos Zevallos mengatakan kepada wartawan bahwa kasus itu sedang diselidiki, dan menambahkan bahwa otoritas kesehatan menjamin identifikasi mayat dan bahwa rumah sakit melacak orang yang meninggal.

Ekuador telah mencatat hampir 23.000 kasus virus korona, 576 kematian, dan 1.060 orang lainnya yang diduga telah meninggal karenanya.

Tetapi pemerintah mengakui bahwa jumlah total kematian selama pandemi jauh lebih tinggi dari biasanya, dan banyak yang telah meninggal sebelum diuji.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Meski Sudah Bebas, Polri Tetap Pantau Napi Teroris
apahabar.com

Nasional

Hebohkan Warga, Bocah 12 Tahun Ini Hidup Lagi Saat Dimandikan
apahabar.com

Nasional

Jeda 5 Tahun Eks Napi Korupsi Ikut Pilkada, Parpol Diminta Manut
apahabar.com

Nasional

Jubir Presiden: Tatanan Normal Baru Masih Tahap Persiapan
apahabar.com

Nasional

Mardani: Apkasi Dukung Program Rekrutmen PPPK

Nasional

Polisi Tetapkan 53 Terduga Teroris di Makassar Tersangka Bom Katedral
apahabar.com

Nasional

Bahlil Sebut Ada Gubernur Rasa Presiden di Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Masyarakat Keluhkan Kenaikan Tarif Listrik Sepihak, Cuncung Tuding PLN Kurang Transparan!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com