Selamat..! Tanah Bumbu Raih Peringkat Tiga MTQ Nasional Tingkat Provinsi XXXIII Polisi Kotabaru Tangkap Otak Pembunuhan Brutal di Mekarpura Pemilu Ulang di Banjarmasin Selatan, Cucu Habib Basirih Pinta Jauhi Politik Uang H-2 Ramadan, Distribusi Elpiji di Kalsel Macet Lagi Gara-Gara Jalan Rusak Terungkap! Alasan Oknum Pemuda LAS HST Hina Buser yang Tenggelam di Banjarmasin

Sebelum Ditutup, Dishub Perketat Pengawasan Pintu Masuk Kalsel

- Apahabar.com Jumat, 10 April 2020 - 05:15 WIB

Sebelum Ditutup, Dishub Perketat Pengawasan Pintu Masuk Kalsel

Kepala Dishub Provinsi Kalsel, H Rusdiansyah. Foto-apahabar.com/ Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kalsel, H Rusdiansyah sempat terpikir ingin menutup pintu masuk orang ke Bumi Pangeran Antasari.

Seringin bertambahnya pasien yang teridap Covid-19 di Kalsel.

Namun, pertimbangan itu hanya sebatas pemikiran.

Mengingat sejauh ini langkah yang diambil yakni cukup dengan memperketat pengawasan di tiap pintu masuk orang masuk ke Kalsel.

Disamping itu, keinginan untuk menutup pintu masuk juga mempertimbangkan semua dampaknya.

“Ke depan akan kita lihat perkembangannya, apakah perlu ditutup nanti, karena semua berdampak sekarang. Yang pasti saat ini dilakukan pengetatan pengawasan,” tegas Rusdiansyah, Kamis (9/4).

Rusdiansyah menginstruksikan jajarannya untuk terus memantau orang masuk, baik melalui darat, laut maupun udara.

Dia memastikan, pengetatan pengawasan lewat jalur udara telah dilakukan di bandara internasional Syamsudin Noor bersama pihak Angkasa Pura.

“Lalu di pelabuhan kapal laut, tidak boleh memuat penumpang tapi hanya boleh barang. Jika ada ABK, maka dia tidak boleh turun berkeliaran tetapi tetap harus diam di kapal,” jelasnya.

Sementara pada jalur darat, seperti melalui terminal, lanjut Rusdiansyah telah ditangani langsung oleh Tim Gugus Tugas untuk mengawasinya.

Sejauh ini, dicontohkan Rusdiansyah, Bus Rapid Transit (BRT), sekarang hanya maksimal memuat 12 orang saja.

Langkah itu dilakukan menerapkan social distancing sehingga ada jarak satu meter di dalamnya.

“Jam operasinya juga sudah dibatasi. Kalau untuk membatasi orang keluar masuk ke wilayah kita, itu perlu dikoordinasikan dengan gugus tugas. Banyak yang masih harus dipertimbangkan,” tandasnya.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

apahabar.com Resmi Terverifikasi di Dewan Pers
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Unit Rumah Terbakar di Pulau Sebuku, Paman Birin ke TKP dengan Helikopter
apahabar.com

Kalsel

PSBB Hari Ke-3, Tak Ada Thermo Gun di Perbatasan Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Awasi Politik Uang di Pilkada 2020, Bawaslu Rangkul Generasi Milenial
pahabar.com

Kalsel

Hari Kedua Kunker di Kalsel, Komjen Moechgiyarto Sambangi Markas “Bekantan”
Banjir

Banjarmasin

Banjir di Luar Perkiraan, Dewan Desak Pemkot Banjarmasin Tegas Normalisasi Sungai
apahabar.com

Kalsel

Buruh Tagih Janji DPRD Kalsel Panggil 2 Perusahaan Bermasalah
apahabar.com

Kalsel

PSBB Banjarmasin, Kapolda Kalsel Tegaskan Putus Mata Rantai Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com