Cium Bau Gosong, Honda Jazz Terbakar di Banjarmasin Baru Bebas, Napi di Banjarmasin Tusuk Kekasih Eks Istri Ada Ancaman Baru, Banjarmasin Coret 2 Kluster Penyebar Covid-19 Pasien Covid-19 Kabur, RSDI Banjarbaru Gembok Pintu Lagi, Kluster Gowa Tambah Pasien Covid-19 Kotabaru




Home Hikmah Religi

Selasa, 28 April 2020 - 12:41 WIB

Sedekah Bernilai Besar, Kyai Ma’ruf: Inilah Saatnya

Rizky p - Apahabar.com

Wakil Presiden Indonesia, KH Ma’ruf Amin. Foto-net

Wakil Presiden Indonesia, KH Ma’ruf Amin. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Menyedekahkan harta di saat orang lain memerlukan dinilai lebih besar pahalanya. Untuk itu, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengajak masyarakat yang memiliki harta lebih untuk bersedekah kepada yang membutuhkan.

Momentum Ramadan di tengah pandemi Covid-19 yang mengancam kesehatan masyarakat, perekonomian, dan sosial menjadi saat yang tepat untuk berbagi.

“Karena itu tuntutan untuk kita memberikan makan orang miskin, menjadi lebih penting lagi. Rasulullah juga mengatakan siapa yang punya kelebihan bekal hendaknya dia bersedekah dengan kelebihan bekalnya itu, shadaqah yang paling besar pahalanya (adalah) ketika itu dibutuhkan oleh orang,” ujar Ma’ruf dalam keterangannya dari rumah dinas Wapres, Menteng, Jakarta, seperti dilansir apahabar.com dari Republika, Selasa (28/4).

Baca juga :  Berbagi dengan Anak Yatim, Sebernet Sekaligus Sosialisasikan Saring Sebelum Sharing

Untuk itu, ia menilai momentum Ramadan di tengah pandemi sangat pas untuk masyarakat mensedekahkan kelebihan hartanya. Sebab, pandemi Covid-19 menyebabkan terpuruknya perekonomian dan meningkatnya angka kemiskinan.

Ini juga, kata Ma’ruf, membuat jumlah orang miskin baru bertambah karena banyaknya masyarakat yang kehilangan lapangan pekerjaan, baik karena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dampak imbauan tetap di rumah

“Banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan banyak warung-warung kecil yang tutup, jadi jumlah orang miskin pun makin bertambah. mungkin di sekitar kita juga banyak orang-orang yang terdampak corona ini,” katanya.

Baca juga :  Awal Tuan Guru Zainal Ilmi Menundukkan Kepala

Ketua Umum MUI nonaktif itu menerangkan, dalam agama, anjuran memberi makan orang yang miskin hukumnya wajib bagi muslim, yakni fardlu kifayah. Artinya, kalau ada orang menghilangkan kelaparan di wilayah sekitarnya, maka orang lain tidak akan berdosa.

Tetapi jika tidak ada satu pun yang melakukan, lanjut Ma’ruf, maka semua orang akan berdosa. “Karena itu menghilangkan kelaparan, menghilangkan kemiskinan itu menjadi tanggung jawab kita semua bagi mereka yang masih punya kelebihan untuk membantu walaupun sedikit,” ujarnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Jalan Panjang Mike Tyson Temukan Islam Hingga Bangga Jadi Muslim
apahabar.com

Habar

Meski Corona Mewabah, Masjid Tersibuk di London Tetap Buka
apahabar.com

Hikmah

Hukum Puasa Ramadan bagi Pekerja Berat
apahabar.com

Habar

Cegah Penyebaran Corona, Karpet Masjidil Haram dan Nabawi Digulung
apahabar.com

Hikmah

Bolehkah Donor Darah saat Puasa?
apahabar.com

Hikmah

Pendidikan Karakter Berpusat pada Hati
apahabar

Religi

Haul Abah Guru Sekumpul, Ini Gebrakan Kominfo Banjar
apahabar.com

Habar

Gelar Pasukan, 25 Ribu Relawan Siap Amankan Haul Guru Sekumpul ke 15