Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Sedekah Bernilai Besar, Kyai Ma’ruf: Inilah Saatnya

- Apahabar.com Selasa, 28 April 2020 - 12:41 WIB

Sedekah Bernilai Besar, Kyai Ma’ruf: Inilah Saatnya

Wakil Presiden Indonesia, KH Ma’ruf Amin. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Menyedekahkan harta di saat orang lain memerlukan dinilai lebih besar pahalanya. Untuk itu, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengajak masyarakat yang memiliki harta lebih untuk bersedekah kepada yang membutuhkan.

Momentum Ramadan di tengah pandemi Covid-19 yang mengancam kesehatan masyarakat, perekonomian, dan sosial menjadi saat yang tepat untuk berbagi.

“Karena itu tuntutan untuk kita memberikan makan orang miskin, menjadi lebih penting lagi. Rasulullah juga mengatakan siapa yang punya kelebihan bekal hendaknya dia bersedekah dengan kelebihan bekalnya itu, shadaqah yang paling besar pahalanya (adalah) ketika itu dibutuhkan oleh orang,” ujar Ma’ruf dalam keterangannya dari rumah dinas Wapres, Menteng, Jakarta, seperti dilansir apahabar.com dari Republika, Selasa (28/4).

Untuk itu, ia menilai momentum Ramadan di tengah pandemi sangat pas untuk masyarakat mensedekahkan kelebihan hartanya. Sebab, pandemi Covid-19 menyebabkan terpuruknya perekonomian dan meningkatnya angka kemiskinan.

Ini juga, kata Ma’ruf, membuat jumlah orang miskin baru bertambah karena banyaknya masyarakat yang kehilangan lapangan pekerjaan, baik karena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dampak imbauan tetap di rumah

“Banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan banyak warung-warung kecil yang tutup, jadi jumlah orang miskin pun makin bertambah. mungkin di sekitar kita juga banyak orang-orang yang terdampak corona ini,” katanya.

Ketua Umum MUI nonaktif itu menerangkan, dalam agama, anjuran memberi makan orang yang miskin hukumnya wajib bagi muslim, yakni fardlu kifayah. Artinya, kalau ada orang menghilangkan kelaparan di wilayah sekitarnya, maka orang lain tidak akan berdosa.

Tetapi jika tidak ada satu pun yang melakukan, lanjut Ma’ruf, maka semua orang akan berdosa. “Karena itu menghilangkan kelaparan, menghilangkan kemiskinan itu menjadi tanggung jawab kita semua bagi mereka yang masih punya kelebihan untuk membantu walaupun sedikit,” ujarnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Pemuda Nias Masuk Islam, Ini Pesan Syekh Palestina Padanya
Raih Keberkahan dengan Memuliakan Ibu

Hikmah

Raih Keberkahan dengan Memuliakan Ibu
apahabar.com

Religi

Khawarij Berencana Bunuh 3 Sahabat Nabi, Hanya Ali yang Terpenuhi
apahabar.com

Hikmah

Selamat Datang Sya’ban, Bulan Keampunan
apahabar.com

Religi

Cerita Mengagumkan dari Perjuangan Hidup Kiai Hamid Pasuruan
apahabar.com

Ceramah

Shalat Ied di Rumah, Begini Aturannya
apahabar.com

Religi

5 Cara Mengendalikan Hawa Nafsu
apahabar.com

Habar

Kisah Kedermawanan Sayidina Hasan RA
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com