Waspada, Potensi Hujan Disertai Angin Kencang Ancam 9 Wilayah Kalsel Kanwil Kemenkum HAM Kalsel Dorong UMKM Bentuk Perseroan Perseorangan Catat, Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Banjar Berhadiah Umrah Longsor di Maradapan Pulau Sembilan Kotabaru, Puluhan Rumah Terdampak Aksi Heroik Bripka Aan Kotabaru Bantu Ibu Melahirkan di Ambulans

Selama PSBB di Banjarmasin, ‘Pasar Wadai Online’ Dibuka

- Apahabar.com     Minggu, 26 April 2020 - 16:13 WITA

Selama PSBB di Banjarmasin, ‘Pasar Wadai Online’ Dibuka

Ilustrasi wadai bingka yang dipasarkan via online lewat program Disbudpar Kota Banjarmasin selama PSBB saat Ramadan ini. Foto-Instagram

apahabar.com, BANJARMASIN – Ditengah pandemi Covid-19 termasuk saat PSBB berlangsung, Pasar Ramadan resmi ditiadakan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Namun sekarang warga Kota Banjarmasin tidak perlu khawatir.
Warga tetap bisa menikmati hidangan kuliner Ramadan dengan cara memesannya secara online.

Program yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banjarmasin bernama ‘Pasar Wadai Online’.

Inovasi ini sebagai upaya agar pedagang pasar dadakan selama bulan Ramadan tetap bisa berjualan.

Kepala Disbudpar Banjarmasin, Ihsan Al-hakk mengatakan metode ‘Pasar Wadai Online’ ini emang ditujukan untuk menghindari kerumunan di tengah wabah Covid-19.

Program tersebut juga dilaksanakan guna menyikapi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang digelar pada tanggal 24 April hingga 7 Mei 2020.

“Pasar wadai berbasis online ini kita coba selama PSBB dan Covid-19 dulu, tapi apabila memungkinkan akan kita pertahankan untuk seterusnya,” ujarnya.

Ihsan membeberkan saat ini sudah ada 27 lebih pedagang yang sudah bergabung dalam program ‘Pasar Wadai Online’ tersebut.

Sistem keanggotaan sukarela tanpa memungut biaya atau bayaran apapun dari lapak online yang disediakan oleh pihaknya.

Lapak jualan bisa dilihat di Instagram @pasarwadaibjm.

“Tapi masih ada 100 lebih pedagang yang berasal dari pedagang wadai tahunan, pedagang pasar wadai pinggir jalan, pedagang pasar wadai rumah tangga juga mendaftarkan dirinya untuk ikut dalam program tersebut yang sampai saat ini masih kita lakukan verifikasi,” bebernya.

Bahkan kata Ihsan, banyak pedagang yang berasal dari luar kota turut serta ikut mendaftarkan jualan mereka agar masuk dalam pasar wadai online.

Namun diakuinya, Pemkot tidak bisa mengakomodir mereka karena terbatas dengan kebijakan PSBB.

“Makanya kita membatasi peserta hanya untuk warga kota Banjarmasin dan hanya menjual kuliner khas Banjar,” ungkapnya.

Diakui Ihsan, karena berbasis online, otomatis ada ongkos kirim (ongkir) yang dibebankan pada pelanggan untuk bisa menikmati makanan yang dibeli melalui program tersebut.

“Untuk ongkir itu kesepakatan antara pedagang dan pembeli. Bisa melalui gojek, kurir dan lain-lain. Kita tidak sampai masuk ke teknis, hanya semata-mata mempromosikan via media online dan jaringan online Dinas saja,” paparnya.

Ia berharap dengan adanya program tersebut bisa menjadi solusi bagi para pedagang kuliner saat di masa pandemi Covid-19 dan sesudahnya.

“Karena penjualan secara online adalah trend pedagang masa depan,” pungkasnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Menuju Pilkada Berkualitas, 25 PPK Bekerja 9 Bulan
Covid-19 Tanbu

Kalsel

Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 15 Orang, Positif 1
Kotabaru

Kalsel

Sengit! Giliran SJA-Arul Rilis Hitung Cepat Pilbup Kotabaru 2020
apahabar.com

Kalsel

Melonjak Lagi, Kalsel Tambah 123 Pasien Covid-19 Sore Ini
apahabar.com

Kalsel

Polsekta Banjarmasin Barat Tingkatkan Sarana Layanan Publik
apahabar.com

Kalsel

Undang Wartawan, Balai Bahasa Soroti Penggunaan Kata Media Massa
apahabar.com

Kalsel

Jumat Berdarah, Polisi Buru Pembunuh Ayah Tiri di Sungai Andai
apahabar.com

Kalsel

Renungan Suci di Makam Pahlawan, Kapolda Kalsel: Kita Sambung Perjuangan Mereka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com