Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Sempat Stagnan, Rupiah Awal Pekan Menguat

- Apahabar.com Senin, 13 April 2020 - 12:16 WIB

Sempat Stagnan, Rupiah Awal Pekan Menguat

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi ini menguat setelah sempat stagnan pada awal perdagangan.

Terpantau pada Senin pagi ini, kurs rupiah bergerak menguat sebesar 20 poin atau 0,13 persen menjadi Rp 15.800 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp 15.820 per dolar AS.

“Rupiah menguat bergerak di level Rp 15.000 per dolar AS. Kami melihat bahwa penguatan rupiah akibat posisi investor yang mulai masuk ke pasar finansial Indonesia dan mulai membeli Surat Berharga Negara (SBN),” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Senin (13/04).

Di sisi lain, lanjut dia, pemerintah juga telah menerbitkan obligasi global dengan nilai 4,3 miliar dolar AS, sehingga ketersediaan dolar AS di pasar kembali stabil.

Sementara itu, Kepala Riset Monex Investindo Future Ariston Tjendra mengatakan bahwa pelaku pasar diharapkan tetap waspada di tengah outlook dolar AS yang masih berpotensi menguat karena permintaan terhadap aset paling likuid di dunia itu masih tinggi.

“Permintaan dolar AS masih tinggi karena peningkatkan jumlah kasus virus corona secara global serta tidak tercapainya kesepakatan penerbitan surat utang bersama dalam pertemuan para menteri keuangan zona euro pada pekan lalu,” katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, harga minyak yang berpeluang bergerak naik seiring pasar yang menyambut laporan bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencapai kesepakatan pemangkasan produksi turut mempengaruhi pergerakan rupiah.

“Meningkatnya harga minyak dunia akibat pemangkasan produksi dapat mempengaruhi pergerakan nilai tukar. Saat harga minyak naik, kebutuhan dolar AS juga akan meningkat,” katanya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

XL Home Semprot Disinfektan di Sejumlah Pemukiman Warga Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Jelang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Dibuka Menguat
apahabar.com

Ekbis

Belasan Warga Kalsel Terimbas Penyusutan Karyawan Lion Air
apahabar.com

Ekbis

Bulog Luncurkan Toko Online PangananDotcom
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Akan Datangkan Bahan Baku Masker dari Eropa
apahabar.com

Ekbis

Yuan Kembali Menguat Terhadap Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Imbas Lockdown di India, Impor Daging Kalsel Tertunda
apahabar.com

Ekbis

Pasar Khawatir Covid-19 Kembali Meningkat, IHSG Awal Pekan Diprediksi Turun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com