Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Soroti PSBB Banjarmasin, HMR: Pemkot Terkesan Latah

- Apahabar.com Kamis, 30 April 2020 - 20:04 WIB

Soroti PSBB Banjarmasin, HMR: Pemkot Terkesan Latah

Penjagaan dan pengecekan di perbatasan Pos KM 6 tampak lengang tidak ada penjagaan ketat siang hari di pintu masuk Kota Banjarmasin ini. Warga tampak ramai masuk ke kota saat jam siang meski PSBB. Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Legislator asal Kalsel di DPR RI, H Muhammad Nur Abidin menyoroti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Banjarmasin. Ia menyebut, PSBB Banjarmasin berlaku hanya pada jam malam.

Sejak diberlakukan 24 April tadi, banyak pihak mempertanyakan keseriusan Pemkot Banjarmasin atas pemberlakuan PSBB.

“Pemkot terkesan latah mengikuti daerah lain yang sudah lebih dulu menerapkan PSBB, tapi tidak diimbangi dengan kesiapan dan kematangan pelaksanaan,” ujar anggota DPR RI akrab disapa HMR kepada awak media, Kamis (30/4).

Menurut HMR, PSBB di Banjarmasin tidak jelas dan membingungkan. Pasalnya, pernyataan Wali Kota Ibnu Sina di media yang akan memperketat penjagaan dan menindak tegas serta melakukan pengecekan di perbatasan selama 24 jam dinilai pepesan kosong.

Penjagaan dan pengecekan PSBB hanya berlaku saat jam malam, 21.00 sampai 06.00.

“Kalau diperhatikan, mobilisasi warga masuk dan keluar justru signifikan di jam 06.00 sampai dengan 20.00, tidak ada pembatasan dan pengecekan di jam itu, warga dengan bebas keluar masuk tanpa ada pengecekan seperti terlihat di pos penjagaan KM 6,” terang HMR.

Sehingga, wajar menurt dia jika PSBB hanya dimaknai penerapannya pada jam malam saja.

“Untuk apa menerapkan PSBB kalau hanya dimaknai seperti itu. Pemkot cukup membuat aturan tersendiri terkait jam malam yang disesuaikan dengan keadaan masyarakat terkait dengan penanganan covid-19,” tegasnya.

Anggota Komisi X DPR RI ini mengungkapkan, Pemkot harus tegas menjalankan aturan dalam PSBB.

Terlebih menjadikan Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) nomor 9 tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 2020 tentang PSBB dalam rangka percepatan penanganan virus covid-19 harus benar-benar dijadikan dasar penerapan PSBB di Kota Banjarmasin.

“Kita tahu warga Banjarmasin itu religius dan saat ini sedang bulan Ramadan. Jangan menjadikan pemkot itu terkesan permisif terhadap pelanggaran aturan. Menurut saya, jika pemkot sangat permisif seperti itu, lebih baik tidak usah menerapkan PSBB,” tutur Putra Ketua Gerindra Kalsel, H Abidin.

Tidak hanya itu, HMR juga menyoroti kurangnya koordinasi dipihak aparatur Pemkot Banjarmasin, dari wali kota sampai ke tingkat rukun tetangga (RT).

Sehingga, beberapa Ketua RT di Banjarmasin tidak tahu harus berbuat apa mensosialisasikan PSBB ke warga.

“Seharusnya sebelum mengajukan PSBB ke pusat. Pemkot sudah selesai memberikan instruksi kepada aparatur mulai kecamatan turun ke kelurahan hingga ke paling bawah di tingkat RT. Percuma pemberlakuan pengecekan ketat kalau di kampung-kampung warga masih berkumpul tanpa ada teguran,” pungkasnya.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kabar Baik, 3 Positif Covid-19 di Kotabaru Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Tim BNPB Pusat Pantau Posko Karhutla Kodim Martapura

Kalsel

Pagi Buta, Belasan Rumah di Trisakti Banjarmasin Diamuk Api
apahabar.com

Kalsel

HM Rian Jaya Pimpin DPC PDIP Tapin
apahabar.com

Kalsel

Banyak Nyawa Melayang di Jalan, Ini Aksi Polres Batola
apahabar.com

Kalsel

Kesenian Jawa dan Bali Tampil di HUT ke-37 Desa Mustika  
apahabar.com

Kalsel

Ibu-ibu Banua Padang Desak Kades dan Polsek Tutup Warung Jablay
apahabar.com

Kalsel

Penangkap Habibi, Gembong Narkotika Kalsel Diganjar Reward
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com