ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Kalsel

Kamis, 30 April 2020 - 20:04 WIB

Soroti PSBB Banjarmasin, HMR: Pemkot Terkesan Latah

Redaksi - apahabar.com

Penjagaan dan pengecekan di perbatasan Pos KM 6 tampak lengang tidak ada penjagaan ketat siang hari di pintu masuk Kota Banjarmasin ini. Warga tampak ramai masuk ke kota saat jam siang meski PSBB. Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

Penjagaan dan pengecekan di perbatasan Pos KM 6 tampak lengang tidak ada penjagaan ketat siang hari di pintu masuk Kota Banjarmasin ini. Warga tampak ramai masuk ke kota saat jam siang meski PSBB. Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Legislator asal Kalsel di DPR RI, H Muhammad Nur Abidin menyoroti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Banjarmasin. Ia menyebut, PSBB Banjarmasin berlaku hanya pada jam malam.

Sejak diberlakukan 24 April tadi, banyak pihak mempertanyakan keseriusan Pemkot Banjarmasin atas pemberlakuan PSBB.

“Pemkot terkesan latah mengikuti daerah lain yang sudah lebih dulu menerapkan PSBB, tapi tidak diimbangi dengan kesiapan dan kematangan pelaksanaan,” ujar anggota DPR RI akrab disapa HMR kepada awak media, Kamis (30/4).

Menurut HMR, PSBB di Banjarmasin tidak jelas dan membingungkan. Pasalnya, pernyataan Wali Kota Ibnu Sina di media yang akan memperketat penjagaan dan menindak tegas serta melakukan pengecekan di perbatasan selama 24 jam dinilai pepesan kosong.

Penjagaan dan pengecekan PSBB hanya berlaku saat jam malam, 21.00 sampai 06.00.

“Kalau diperhatikan, mobilisasi warga masuk dan keluar justru signifikan di jam 06.00 sampai dengan 20.00, tidak ada pembatasan dan pengecekan di jam itu, warga dengan bebas keluar masuk tanpa ada pengecekan seperti terlihat di pos penjagaan KM 6,” terang HMR.

Baca juga :  Pembakar Istri di Tapin Terancam Dibui Selamanya!

Sehingga, wajar menurt dia jika PSBB hanya dimaknai penerapannya pada jam malam saja.

“Untuk apa menerapkan PSBB kalau hanya dimaknai seperti itu. Pemkot cukup membuat aturan tersendiri terkait jam malam yang disesuaikan dengan keadaan masyarakat terkait dengan penanganan covid-19,” tegasnya.

Anggota Komisi X DPR RI ini mengungkapkan, Pemkot harus tegas menjalankan aturan dalam PSBB.

Terlebih menjadikan Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) nomor 9 tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 2020 tentang PSBB dalam rangka percepatan penanganan virus covid-19 harus benar-benar dijadikan dasar penerapan PSBB di Kota Banjarmasin.

Baca juga :  Jaga Harkamtibmas, Sat Lantas Polres HSU Gelar Blue Light Patrol

“Kita tahu warga Banjarmasin itu religius dan saat ini sedang bulan Ramadan. Jangan menjadikan pemkot itu terkesan permisif terhadap pelanggaran aturan. Menurut saya, jika pemkot sangat permisif seperti itu, lebih baik tidak usah menerapkan PSBB,” tutur Putra Ketua Gerindra Kalsel, H Abidin.

Tidak hanya itu, HMR juga menyoroti kurangnya koordinasi dipihak aparatur Pemkot Banjarmasin, dari wali kota sampai ke tingkat rukun tetangga (RT).

Sehingga, beberapa Ketua RT di Banjarmasin tidak tahu harus berbuat apa mensosialisasikan PSBB ke warga.

“Seharusnya sebelum mengajukan PSBB ke pusat. Pemkot sudah selesai memberikan instruksi kepada aparatur mulai kecamatan turun ke kelurahan hingga ke paling bawah di tingkat RT. Percuma pemberlakuan pengecekan ketat kalau di kampung-kampung warga masih berkumpul tanpa ada teguran,” pungkasnya.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cegah Covid-19, Anang-Daus Sasar Penyemprotan di Teluk Kelayan
apahabar.com

Kalsel

Per 15 Agustus 2019, Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel Mencapai Ribuan Hektar!
apahabar.com

Kalsel

Terobos Lampu Merah, Mobil Datsun Seruduk Driver Ojol Hingga Terjungkal
apahabar.com

Kalsel

Jadi Penyangga IKN, PMII Siap Tangkal Radikalisme di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Update Kalsel 6 Juni: Tambah 34, Total Jadi 1.247 Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

GMNI Banjarmasin Kecam Aksi Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jawa Timur
apahabar.com

Kalsel

Warga HSS Heboh Penemuan Mayat Perempuan Tertutup Karung
apahabar.com

Kalsel

Pimpin Peringatan Hari Amal Bhakti Kemenag, Paman Birin: Junjung Rasa Kebersamaan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com