Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Soroti Tarawih Berjemaah di Tengah Pandemi Covid-19, PBNU: Satgas yang Turun Tangan

- Apahabar.com Rabu, 29 April 2020 - 12:00 WIB

Soroti Tarawih Berjemaah di Tengah Pandemi Covid-19, PBNU: Satgas yang Turun Tangan

Wakil Ketua Umum PBNU, Mochammad Maksum Machfoedz. Foto-nu.or.id

apahabar.com, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyoroti masih adanya Muslim yang melaksanaan ibadah berjemaah tanpa menghiraukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah. PBNU menyebut selain diberikan pencerahan, Satgas Covid-19 juga harus turun tangan.

Wakil Ketua Umum PBNU, Mochammad Maksum Machfoedz menyadari tafsir terhadap sikap keagamaan memang biasa beragam. Walau begitu, PBNU terus kampanye untuk memberi pencerahan dan pemahaman agar ibadah disesuaikan pedoman PSBB.

“Akan tetapi pasti ada saja yang tidak bisa menerima karena ini berkaitan dengan keragaman keyakinan dan pemahaman,” kata Maksum seperti diberitakan Republika, Selasa (28/4).

Maksum mengakui adanya pemaknaan tauhid yang bisa berbeda selama pandemi corona. Anggapan yang biasa muncul di sebagian Muslim misalnya “masa takut sama corona? kok malah enggak takut sama Tuhan, dan kemudian enak saja meninggalkan jama’ah”.

“Pencerahan dan penyerahan pemahaman bahwa keputusan PBNU dalam tausiahnya, sama sekali tidak melunturkan tauhid,” ujar Maksum.

PBNU menyarankan jika sebagian Muslim ngeyel beribadah tanpa memperhatikan PSBB maka sebaiknya Satgas Covid-19 yang bertindak. Sebab mereka dibekali instrumen hukum dalam menerapkan PSBB secara menyeluruh.

“Kalau sudah kepentingan umum begini ini,ya tugas satgas PSBB yang harus tegas mengaturnya untuk menghindarkan diri dari resiko sosial yang lebih fatal,” ujar Maksum.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD berujar agar Muslim fokus pada ibadah wajib sambil mencegah penularan corona. Mahfud menyayangkan Muslim yang mengejar pahala sunnah seperti shalat tarawih berjamaah, tapi jadi rentan terpapar corona.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Gara-gara Covid-19, Kedah Batalkan Bazar Ramadan dan Idul Fitri

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi: ‘Memahami’ Kekuasaan Tuhan
apahabar.com

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi: Memahami Pertolongan Allah
apahabar.com

Religi

Jelang Natal dan Tahun Baru, MUI Pusat Keluarkan Imbauan
apahabar.com

Religi

Live Streaming Tabligh Akbar Prof Dr Habib Basim
apahabar.com

Hikmah

Belas Kasih Sayidina Ali KW Saat Perang
apahabar.com

Habar

Wapres Kiai Ma’ruf Dorong Fatwa Haram Mudik di Saat Wabah
apahabar.com

Religi

Istirahat di Siang Hari, Umar bin Abdul Aziz Ditegur Putranya Sendiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com