Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Sri Mulyani: Bank Pembangunan Islam Siap Beri Dana Darurat Covid-19

- Apahabar.com Senin, 27 April 2020 - 14:10 WIB

Sri Mulyani: Bank Pembangunan Islam Siap Beri Dana Darurat Covid-19

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, dukungan IsDB merupakan hasil kerja sama dengan Bank Dunia dan Bank Pembiayaan Infrastruktur Asia alias Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Foto-Antara/Indrianto Eko Suwarso

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan Bank Pembangunan Islam (IsDB) siap memberikan dana darurat untuk mengatasi pandemi virus corona baru atau Covid-19 yang berkisar 200-250 juta dolar AS.

“Dana darurat COVID-19 dari IsDB dalam proses negosiasi berkisar antara 200-250 juta dolar AS,” kata Sri Mulyani dalam laman instagram yang dipantau di Jakarta, Senin (27/04).

Sri Mulyani mengatakan hal tersebut menjadi salah satu hasil pembicaraan virtual dengan Presiden IsDB Bandar Hajjar mengenai langkah pemerintah dalam bidang kesehatan, bantuan sosial, maupun insentif dunia usaha.

Dalam kesempatan itu ia memastikan IsDB akan memberikan dukungan bersama dengan lembaga multilateral lain seperti Bank Dunia dan Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) untuk mengatasi Covid-19

“IsDB meluncurkan program 3 R (Respons, Restore, Restart),” kata Sri Mulyani.

Sebelumnya pemerintah memastikan akan mengandalkan pinjaman dari lembaga multilateral untuk mendukung pembiayaan berbagai program stimulus.

Namun pembiayaan dari lembaga multilateral ini bukan merupakan langkah mendesak yang akan dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19.

Langkah yang paling utama dilakukan pemerintah adalah melakukan sejumlah realokasi atau refocusing belanja APBN yang tidak mendesak seperti perjalanan dinas atau pertemuan rapat.

Selain itu pemerintah juga akan mengandalkan pembiayaan penerbitan surat utang seperti pandemic bonds untuk mendukung pelebaran defisit anggaran.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Jumat Pagi Menguat, Dipicu Dolar AS Melandai di Pasar Asia
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Apresiasi Rekomendasi DPR atas Jiwasraya
apahabar.com

Ekbis

Jemaah Membeludak, Bank Kalsel Luncurkan Tabungan Haji
apahabar.com

Ekbis

Maskapai Turunkan Tarif Tiket Pesawat?

Ekbis

Pelatihan Wartawan Ekonomi, BI Kalsel Hadirkan Ketua Dewan Pers
apahabar.com

Ekbis

Toraja Utara Siapkan 387 Objek Wisata Baru
apahabar.com

Ekbis

Donald Trump Terpapar Covid-19, Emas Tetap Bertahan di Atas 1.900 Dolar
apahabar.com

Ekbis

Siasat Disperindag Banjar Atasi Meroketnya Harga Si Melon
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com