Dini Hari, Polisi Amankan 9 Motor di Banjarmasin Timur Zakaria, Pejuang Covid-19 di Tanah Laut Tutup Usia Malam Minggu, Siring Laut di Kotabaru Kembali Bernadi walau Pandemi Putrinya Hanyut, Bapak Meregang Nyawa di Irigasi Karang Intan Kabar Baik, Tanbu Tambah Pasien Sembuh dari Covid-19




Home Gaya

Jumat, 3 April 2020 - 14:47 WIB

Suka Duka Nor Kader JKN di Barabai, Beratnya Ditinggal Pergi

Redaksi - Apahabar.com

Kader JKN, Norlailatil. Foto-Reza for apahabar.com

Kader JKN, Norlailatil. Foto-Reza for apahabar.com

apahabar.com, KANDANGAN – Keisengan Norlailatil mendaftar sebagai Kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), berbuah pengalaman berharga, baik suka maupun duka.

Sudah satu tahun ini, ia mengarungi lika liku sebagai garda terdepan program strategis BPJS Kesehatan itu.

Terhitung sejak Oktober 2018 hingga sekarang, wanita yang kerap disapa Nor masih mantap jadi Kader JKN di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Barabai.

Nor awalnya hanya jadi PPOB (Payment Point Online Bank) di Desa Telaga Langsat, Hulu Sungai Selatan (HSS).

Berbekal pengalaman itu, segala tugas menjadi kader JKN mudah dilaluinya. Dia mendorong para peserta JKN di sekitarnya untuk rutin membayar iuran.

“Ini yang meneguhkan saya untuk terjun menjadi seorang Kader JKN. Sinergi itu jugalah yang menggugah saya berkontribusi dalam menyukseskan Program Nasional yang digawangi oleh BPJS Kesehatan,” ujar Nor belum lama tadi.

Tak sedikit pengalaman berharga didapat Nor saat bercerita kepada tim BPJS Kesehatan.

Baca juga :  Viral, Pria di Lombok Nikahi Wanita Cantik dengan Mahar Sandal Jepit

“Hal yang saya sukai dalam menjalankan tugas ini apabila masyarakat yang saya datangi sangat antusias terhadap Program JKN-KIS, mereka menyambut dengan senang dan mendaftar sebagai peserta,” cerita Nor.

Selain dapat bertegur sapa dengan masyarakat yang dikunjungi, Nor merasa senang dapat membagi informasi mengenai program JKN-KIS kepada orang lain.

Tak jarang Nor juga menerima berbagai macam keluh kesah yang kemudian ia teruskan ke Kantor Cabang untuk ditindaklanjuti.

Nor merasa, menjadi seorang Kader JKN merupakan amanah dari program JKN-KIS yang disematkan padanya.

“Dalam hati, saya bangga menjadi kader, karena secara langsung bisa membantu program pemerintah. Dan adanya program ini juga, saya jadi jembatan masyarakat dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan dengan mudah tanpa mengeluarkan biaya berlebih,” aku Nor.

Sebaliknya, hal yang tak menyenangkan pun tak jarang ia temui.

Baca juga :  Empat Pertanda Kontraksi Palsu Saat Hamil

Mulai dari penolakan dari masyarakat yang dikunjungi, hingga salah alamat.

Mayoritas masyarakat menganggap tidak menggunakan kartu berarti tidak perlu mendaftar, terlebih membayarkan iurannya secara rutin.

“Yang berat lagi jika peserta yang saya kunjungi ternyata pindah, dan tidak melaporkan ke kantor BPJS Kesehatan. Kadang rute yang ditempuh lumayan jauh, tapi tidak menemui hasil,” keluh Nor.

Sebagai kader, Nor juga menyelipkan sebuah harapan untuk Program JKN-KIS.

“Hal yang sangat saya harapkan tentu saja agar para peserta seluruhnya khususnya yang menunggak iuran, dapat segera melunasi tagihannya dan selanjutnya akan membayar iuran secara terus menerus tanpa harus ditagih,” harap Nor.

Dia berpesan kepada peserta JKN, jika suatu saat memanfaatkan KIS, tidak perlu bingung jika terkendala.

Sebabnya tak lain karena permasalahan iuran yang belum dibayar.

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Disebut Penyembuh Kanker Payudara, Kenali 3 Jenis Tanaman Bajakah
apahabar.com

Gaya

Ortu Mesti Tahu, Ini 3 Jenis Obat-obatan yang Harus Dihindari Si Kecil
apahabar.com

Gaya

5 Kedai Ngopi Asyik di Banjarmasin
apahabar.com

Gaya

UI Dilibatkan Teliti Gizi Anak Asia Tenggara Diteliti
apahabar.com

Gaya

Kenapa Busi Standar Tidak Boleh Dimodifikasi? Berikut Alasannya
apahabar.com

Gaya

Geger, Tim Jaguar Gerebek Rumah Kosong Temukan Sajen-Jelangkung
apahabar.com

Gaya

Setop Covid-19 dengan Tetap Berada di Rumah

Gaya

Drumstick Pack dan Nasi Goreng ala Solchic Banjarmasin Siap Jadi yang Terfavorit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com