Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah Pembelajaran Tatap Muka SMP di Banjarmasin Siap Dibuka, Catat Bulannya VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga

Tak Ada Insinerator, ke Mana Limbah Medis Corona di Banjarmasin?

- Apahabar.com Kamis, 30 April 2020 - 14:47 WIB

Tak Ada Insinerator, ke Mana Limbah Medis Corona di Banjarmasin?

Pemkot Banjarmasin belum memiliki insinerator sendiri untuk memusnahkan limbah medis seperti masker yang akrab digunakan warga saat pandemi Covid-19. Foto sebagai ilustrasi: Ap Photo

apahabar.com, BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 harus jadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin.

Upaya itu beriringan dengan label Banjarmasin sebagai daerah penyumbang terbanyak kasus positif Corona di Kalimantan Selatan.

Walhasil hampir semua petugas medis yang bertugas di ibu kota Kalsel akrab dengan masker atau baju hazmat. Lantas dibuang ke mana limbah medis itu?

Sebagai informasi, pemusnahan limbah medis itu tak bisa sembarangan. Harus dimusnahkan dengan insinerator berizin. Suhunya minimal 800 derajat celcius atau lebih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Mukhyar mengakui pemerintah kota belum memiliki insinerator.

Praktis pembuangan limbah medis alkes itu bekerja sama dengan pihak ketiga dari Kota Surabaya.

Pihak ketiga ini mengangkut alkes dari Puskesmas, Rumah Sakit (RS) Sultan Suriansyah, rumah karantina hingga tempat tinggal warga terisolasi.

Sebab warga yang mengenakan masker secara pribadi di luar pengawasan DLH dan Dinas Kesehatan (Dinkes) membuang ke tempat pembuangan sampah (TPS).

“Makanya kita minta Dinkes untuk bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola sampah medis itu sesuai SOP dan mereka membakarnya insinerator di Surabaya,” ujarnya.

Sampah medis Covid-19 pada dasarnya wajib dikelola. Agar prosesnya tidak menghasilkan senyawa berbahaya dioksin.

Jika tak begitu, sampah medis berpotensi mencemari lingkungan. Karena sudah tergolong limbah B3 (berbahaya dan beracun).

Dinkes Banjarmasin dan pihak ketiga diminta memaksimalkan mekanisme pembersihan dan pengemasan sampah medis.

Sebelum dibakar dipilah, sampah harus terlebih dahulu dibungkus. Dan dilakukan penyemprotan disinfektan. Lalu dimasukkan dalam mobil khusus sampah Covid-19.

Sejauh ini, kata dia, proses itu sudah berjalan baik. Lewat kerja sama dengan pihak ketiga itu.

“Tapi mereka sudah paham untuk masalah itu. Dan jangan sampai sampah ini berceceran ke mana-mana,” tegasnya.

Kepada warga yang mengenakan masker setiap hari, untuk membuang barang itu sesuai aturannya.

Sebelum membuang harus dirusak dengan memotong masker. Sebab ada beberapa positif virus Corona yang tak memiliki gejala.

“Jangan sampai anak-anak pemulung di TPA ini menggunakan masker itu karena mereka tidak paham yang seperti itu-kan,” ucapnya.

Lantas, bagaimana dengan limbah medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin dan
RSUD Ansari Saleh?

Mukhyar memastikan kedua rumah sakit rujukan Covid-19 itu memiliki insinerator sendiri.

“Jadi limbah medisnya ditangani mereka sendiri,” jelas dia.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Razia Masker di Banjarmasin: Warga Malah Bayar Rp 60 Ribu Ketimbang Nyapu
apahabar.com

Kalsel

Gelar Pesta Rakyat di Peringatan Harjad, Pemprov Kalsel Siapkan Ribuan Porsi Makanan

Kalsel

Nasgor Isi Sabu, Modus Baru di Lapas Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Kapolda Resmikan Mushola An-Nur dan ‘Wadah Batakun’
apahabar.com

Kalsel

Tertunda Lagi, Musda Hipmi Kalsel Dijadwalkan Januari
apahabar.com

Kalsel

Siap-siap, Gugus Tugas Covid-19 Kotabaru Akan Bagikan 50 Ribu Masker Gratis
apahabar.com

Kalsel

Diredam Ibnu Sina, Pemilik Kelotok Luluh
apahabar.com

Kalsel

LA2M Galang Dana untuk Korban Tsunami Selat Sunda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com