Akhir Pekan Ini, Wisata Siring Banjarmasin Resmi Ditutup Lagi Dokter Kalsel Gugur karena Covid-19, IDI: Sudah 55 Terjangkit! Ibunya Reaktif Tes Covid-19, Bayi di Banjarmasin Meninggal Dunia Rapid Test di Banjarmasin Rp 500 Ribu, Dinkes Siapkan Sanksi Klarifikasi Oknum Dokter Banjarbaru Dugaan KDRT Istri Pertama




Home Kalsel

Kamis, 30 April 2020 - 14:47 WIB

Tak Ada Insinerator, ke Mana Limbah Medis Corona di Banjarmasin?

Redaksi - Apahabar.com

Pemkot Banjarmasin belum memiliki insinerator sendiri untuk memusnahkan limbah medis seperti masker yang akrab digunakan warga saat pandemi Covid-19. Foto sebagai ilustrasi: Ap Photo

Pemkot Banjarmasin belum memiliki insinerator sendiri untuk memusnahkan limbah medis seperti masker yang akrab digunakan warga saat pandemi Covid-19. Foto sebagai ilustrasi: Ap Photo

apahabar.com, BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 harus jadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin.

Upaya itu beriringan dengan label Banjarmasin sebagai daerah penyumbang terbanyak kasus positif Corona di Kalimantan Selatan.

Walhasil hampir semua petugas medis yang bertugas di ibu kota Kalsel akrab dengan masker atau baju hazmat. Lantas dibuang ke mana limbah medis itu?

Sebagai informasi, pemusnahan limbah medis itu tak bisa sembarangan. Harus dimusnahkan dengan insinerator berizin. Suhunya minimal 800 derajat celcius atau lebih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Mukhyar mengakui pemerintah kota belum memiliki insinerator.

Praktis pembuangan limbah medis alkes itu bekerja sama dengan pihak ketiga dari Kota Surabaya.

Pihak ketiga ini mengangkut alkes dari Puskesmas, Rumah Sakit (RS) Sultan Suriansyah, rumah karantina hingga tempat tinggal warga terisolasi.

Baca juga :  Latih Kesiapan Personel, Polresta Banjarmasin Ikuti Lomba Sispamkota

Sebab warga yang mengenakan masker secara pribadi di luar pengawasan DLH dan Dinas Kesehatan (Dinkes) membuang ke tempat pembuangan sampah (TPS).

“Makanya kita minta Dinkes untuk bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola sampah medis itu sesuai SOP dan mereka membakarnya insinerator di Surabaya,” ujarnya.

Sampah medis Covid-19 pada dasarnya wajib dikelola. Agar prosesnya tidak menghasilkan senyawa berbahaya dioksin.

Jika tak begitu, sampah medis berpotensi mencemari lingkungan. Karena sudah tergolong limbah B3 (berbahaya dan beracun).

Dinkes Banjarmasin dan pihak ketiga diminta memaksimalkan mekanisme pembersihan dan pengemasan sampah medis.

Sebelum dibakar dipilah, sampah harus terlebih dahulu dibungkus. Dan dilakukan penyemprotan disinfektan. Lalu dimasukkan dalam mobil khusus sampah Covid-19.

Sejauh ini, kata dia, proses itu sudah berjalan baik. Lewat kerja sama dengan pihak ketiga itu.

Baca juga :  Polisi HSU Gagalkan Peredaran Kosmetik Ilegal Beromzet Puluhan Juta

“Tapi mereka sudah paham untuk masalah itu. Dan jangan sampai sampah ini berceceran ke mana-mana,” tegasnya.

Kepada warga yang mengenakan masker setiap hari, untuk membuang barang itu sesuai aturannya.

Sebelum membuang harus dirusak dengan memotong masker. Sebab ada beberapa positif virus Corona yang tak memiliki gejala.

“Jangan sampai anak-anak pemulung di TPA ini menggunakan masker itu karena mereka tidak paham yang seperti itu-kan,” ucapnya.

Lantas, bagaimana dengan limbah medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin dan
RSUD Ansari Saleh?

Mukhyar memastikan kedua rumah sakit rujukan Covid-19 itu memiliki insinerator sendiri.

“Jadi limbah medisnya ditangani mereka sendiri,” jelas dia.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bertambah 4 Positif Covid-19 di Tapin, Semuanya Anak-Anak
apahabar.com

Kalsel

Tubruk Truk Tronton, Warga Anjir Meregang Nyawa
apahabar.com

Kalsel

Ibnu Sina hingga Anggota DPRD Kalsel Hadiri Banjarmasin Berselawat
apahabar.com

Kalsel

Hari Jadi Satui ke-356; Warga kenang Idham Chalid di Pergelaran Seni
apahabar.com

Kalsel

Respon Bupati Sukamta Soal Temuan Tambang Ilegal di Tala
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Si Jago Merah Mengamuk di Desa Baliuk Marabahan
apahabar.com

Kalsel

Harga Ayam Naik, di Tapin Hingga Rp40 ribu
apahabar.com

Kalsel

TPA Basirih Libatkan 200 Pemulung Mengais Sampah Plastik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com