Kabar Baik, RSUD Ulin Akhirnya Punya Radioterapi untuk Pengobatan Kanker Jatanras Polda Kaltim Ringkus Sindikat Curanmor Antarkota di Balikpapan Obok-Obok Kantor Kades Kelumpang, Intel Kejari Amankan Duit Tunai ASN Banjarmasin Masih Pakai Elpiji 3 Kg, “Jangan Dikambinghitamkan” Jatah Lebih tapi Gas Langka di Banjarmasin, Kartu Kendali Dijual Rp300 Ribu!

Tak Kalah dengan Herbal China, Jamu Indonesia Siap Diuji Klinis

- Apahabar.com Selasa, 28 April 2020 - 15:42 WIB

Tak Kalah dengan Herbal China, Jamu Indonesia Siap Diuji Klinis

Ilustrasi jamu. Foto: Pixabay

apahabar.com, JAKARTA – Herbal atau jamu-jamu khas Indonesia berpotensi membantu kesembuhan pasien terinfeksi virus corona baru atau Covid-19 sehingga tak kalah dari obat herbal asal China yang belakangan disebut-sebut masuk ke rumah sakit rujukan Covid-19. Ilmuwan dan dokter saat ini mengupayakan agar jamu memasuki tahap uji klinis pada manusia.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania dalam diskusi via daring, Senin (28/04), mengatakan perizinan uji klinik di RS Darurat Wisma Atlet dan prosedur birokrasi masih dilakukan.

Menurut dia, pada pasien Covid-19, jamu bisa membantu ketika terjadi badai sitokin pada peradangan paru-paru berat. Namun ini baru sebatas testimoni pasien.

Menurut Tania, obat herbal China yang masuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 beberapa waktu lalu sebenarnya belum diuji klinis pada manusia.

Padahal obat ini sebenarnya berkhasiat sama seperti tanaman herbal di Indonesia antara lain untuk meredakan gejala seperti demam, meriang, batuk, pilek dan sakit tenggorokan misalnya empon-empon seperti yang rutin dikonsumsi Presiden Joko Widodo atau daun sirih.

Lalu penelitian biofarmatika yang dilakukan UI dan IPB juga menyebutkan jambu biji, kulit jeruk, daun kelor, potensi antivirus dari sambiloto dan tanaman lainnya.

“Sebenarnya banyak herbal Indonesia yang berpotensi, karena penelitian sampai tingkat hewan coba sudah menunjukkan hasil yang demikian. Banyak sekali herbal yang berpotensi tapi kembali lagi perlu dibuktikan dengan uji klinik pada pasiennya langsung lewat prosedur penelitian baku, bukan sekadar uji coba pakai dan dikasih sekadar testimoni,” kata dia.

Dia lalu menyoroti efek pemberitaan tentang satgas DPR membagikan herbal China pada rumah sakit rujukan Covid-19 yang membuat masyarakat awam memburu obat-obat itu dan muncullah obat bermerek palsu. Ada kesan herbal China sangat efektif hingga dipakai di rumah sakit rujukan Covid-19.

“Ini kan sebenarnya secara ekonomi juga merubuhkan pasar dari jamu atau herbal Indonesia juga karena herbal China ini mendapat kesempatan dipakai di rumah sakit rujukan sementara jamu atau herbal Indonesia belum mendapatkan kesempatan tersebut,” kata dia.

Di sisi lain, para dokter yang bertugas di rumah sakit rujukan juga sempat bingung karena pada kemasan obat tidak tertulis komposisi obat, lokasi produksi. Di luar kemasan hanya tertera cara penggunaan dan dosisnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Google-Apple Berkolaborasi Buat Pelacak Penyebaran Covid-19, Jangkau 1/3 Warga Dunia

Gaya

Google-Apple Berkolaborasi Buat Pelacak Penyebaran Covid-19, Jangkau 1/3 Warga Dunia
apahabar.com

Gaya

Mengintip Kisah Si Cantik asal Rantau Doyan Kendarai Vespa Piaggio
apahabar.com

Gaya

9 Langkah Awal Ternak Ikan Cupang Bagi Pemula Agar Membuahkan Hasil Secara Tepat
apahabar.com

Gaya

Tips Menghindari Petir Saat Hujan
apahabar.com

Gaya

Lebih Tahan Gores, Samsung Akan Pakai Gorilla Glass Victus Terbaru
covid-19

Gaya

Benarkah ‘Alumni’ Covid-19 Sudah Kebal?
apahabar.com

Gaya

#KAWALRIARICISSAMPAIHALAL Trending Twitter, Ria Ricis Bakal Nikah, Siapa Sang Cowok?
apahabar.com

Gaya

Lihat Makhluk Astral di Penjara, Roy Kiyoshi Tambah Stres
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com