Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Tarif Listrik Nonsubsidi Se-Kalsel-Teng Naik? Cek Penjelasan PLN

- Apahabar.com Jumat, 10 April 2020 - 12:52 WIB

Tarif Listrik Nonsubsidi Se-Kalsel-Teng Naik? Cek Penjelasan PLN

Ilustrasi petugas PLN melakukan pengecekan MCB pelanggan. Foto-Humas PLN UIW Kalselteng for apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Di tengah pandemi Covid-19, beredar informasi PLN telah menaikkan tarif listik nonsubsidi.

Dari penelurusan apahabar.com itu paling banyak ditemui keluhan masyarakat mengenai isu kenaikan pembayaran listrik milik pelanggan PLN golongan mampu itu di media sosial.

Namun ada juga sebagian pelanggan yang mengonfirmasikan informasi itu secara langsung ke apahabar.com.

“Iya naik, biasanya saya bayar tiap bulan Rp300 ribu, tapi bulan ini tadi jadi Rp415 ribu, kata orang orang naik, jadi yasudah gakpapa, positif thinking aja,” ujar seorang pelanggan non-subsidi, Dida Khasalufa, Jumat (10/4) pagi.

Selain warga Banjarbaru itu ada pula warga yang mengeluh dan mencurahkan isi hatinya melalui status di jejaring media sosialnya.

“Kenapa-lah tagihan listrik yang tak bersubsidi rata rata naik bulan ini?” tulis salah satu warga.

apahabar.com pun mencoba mengonfirmasi hal ini ke pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalsel-Teng).

PLN memastikan informasi yang menyebut adanya kenaikan tarif listrik nonsubsidi itu tidak benar.

Menurut Staf Humas PLN UIW Kalsel-Teng, Geral Sudya Puraka, tidak ada kenaikan tarif listrik bagi pelanggan PLN.

“Ga ada kenaikan,” ujarnya saat dikonfirmasi apahabar.com, pagi tadi.

Dijelaskannya, untuk pembayaran tarif listrik selama pandemi Covid-19 belum berakhir. Akan dihitung melalui rata rata pemakaian selama 3 bulan terakhir.

“Cuma karena untuk upaya memutus penyebaran Covid-19. Petugas layanan pencatatan meter kami dilarang untuk ke lapangan. Sesuai protokol. Jadi untuk tagihan April dihitung rata-rata 3 bulan terakhir pemakaian pelanggan,” jelas Geral.

Lalu, lanjutnya, nanti setelah Covid-19 berakhir, apabila ternyata PLN kurang tagih atau lebih tagih, maka akan dilakukan penyesuaian di tagihan bulan berikutnya.

“Misal nih, ada warga A merasa mahal bayarnya, nanti setelah Covid-19 usai, petugas kami akan sesuaikan. Jika betul PLN lebih tagih, maka untuk bulan selanjutnya tagihan A akan dikurangi. Pun begitu sebaliknya,” ungkapnya.

Namun Geral juga meminta masyarakat untuk sadar pemakaian listrik selama di rumah aja.

“Tapi masyarakat juga harus sadar, akibat aktivitas masyarakat yang lebih banyak di rumah, karena imbauan pemerintah yang meminta masyarakat untuk di rumah saja. Pasti, masyarakat pun akan menggunakan listrik lebih dari biasanya,” pungkasnya.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

FPI dan MPI Tapin Bagikan Paket Spesial Akhir Ramadan  
apahabar.com

Kalsel

Pilkada 2020, Golkar Banjarbaru Belum Tentukan Langkah
BPJAMSOSTEK

Kalsel

Galang Tanda Tangan, BPJAMSOSTEK Banjarmasin Serukan Berantas Korupsi
apahabar.com

Kalsel

Sempat Buka, Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Kembali Ditutup
apahabar.com

Kalsel

Manjakan Pecinta Otomotif, Kawasaki W175TR Sambangi Kalselteng
apahabar.com

Kalsel

2 PJU dan 1 Kapolres di Kalsel Bergeser, Kapolda: Jabatan Ladang Ibadah

Kalsel

Drama Haji Travellindo, Supaya Berangkat Jemaah Setor Puluhan Juta Lagi
apahabar.com

Kalsel

Air Sungai Raya Belanti Binuang Meluap, 30 Rumah Warga Kebanjiran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com