Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

The Last Dance, Film Baru Michael Jordan Bius Penggemar NBA

- Apahabar.com Selasa, 28 April 2020 - 18:11 WIB

The Last Dance, Film Baru Michael Jordan Bius Penggemar NBA

Legenda NBA Michael Jordan. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 memaksa para penggemar NBA kecewa lantaran tak bisa menyaksiakan laga playoff. Namun, untungnya kekecewaan itu sedikit terobati.

Ya, lewat film dokumenter anyar Michael Jordan semua tampak sirna. Sehingga melupakan apa yang telah terjadi saat ini.

Film itu berjudul The Last Dance. Namun sanggup membius penggemar NBA lewat cerita karier sang legenda NBA tersebut.

Di mana, Jordan sukses membawa Chicago Bulls memenangi enam gelar pada era 1990-an.

Dari total sepuluh episode yang akan dirilis, saat ini para penggemar NBA sudah dapat menyaksikan episode satu sampai empat melalui saluran televisi berbayar atau layanan streaming.

Film dokumenter tersebut menduduki peringkat teratas untuk demografi penonton berusia 18 sampai 34 tahun, yang haus tontonan olahraga sejak dihentikannya sejumlah kompetisi akibat pandemi.

Secara keseluruhan terdapat 1,6 juta orang yang menyaksikan episode-episode awal di AS.

Jumlah penonton sebanyak itu membuat film dokumenter ini sempat menduduki posisi teratas trending topic di Twitter, sekaligus menjadi program asli ESPN yang paling banyak ditonton sejak jaringan televisi tersebut memproduksi acara semacam itu 16 tahun silam.

“The Last Dance” menghadirkan rekaman-rekaman di balik layar saat Bulls menjalankan musim 1997/1998.

Tak hanya itu, sekaligus pula memuat cerita perjalanan karier Jordan sejak remaja sampai menjadi tokoh atlet fenomenal untuk Bulls.

Film ini awalnya akan disiarkan pada Juni saat NBA memasuki putaran final, namun saat berbagai program olahraga harus dihentikan karena pandemi maka ESPN mempercepat jadwal penayangannya.

Kesuksesan film dokumenter Jordan kemungkinan akan memicu proyek-proyek serupa.

Bintang Los Angeles Lakers Kobe Bryant yang meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter pada Januari silam, memiliki kru kamera pribadi yang terus menempelnya pada musim terakhirnya bermain di NBA.

ESPN pada pekan lalu memberi bocoran bahwa sejumlah rekaman di balik layar dapat menjadi bagian film dokumenter Bryant.

Bryant, juara NBA sebanyak lima kali, mengemas 60 poin pada pertandingan NBA terakhirnya pada 2016, yang menutup musim terburuk bagi Lakers dengan catatan 17-65.

Dwayne Wade, anggota tim nasional AS pada Olimpiade 2008, mengatakan ia telah menjadi produser eksekutif yang memproduksi dokumenter sejumlah talenta NBA.

Kebencian Berlarut-larut

ESPN telah menyiarkan diskusi-diskusi mengenai film dokumenter itu setelah ditayangkan, di mana pada episode terkini diperlihatkan kebencian berlarut-larut Jordan terhadap Detroit Pistons.

Hal itu kemudian berujung pada wawancara ESPN dengan mantan bintang Detroit Isiah Thomas pada Senin (27/4).

Khususnya membahas saat tim Pistons menolak bersalaman dengan Bulls setelah pertandingan saat Bulls menaklukkan sang juara bertahan pada playoff 1991.

“Saya membenci mereka. Dan kebencian itu terbawa sampai sekarang,” kata Jordan pada episode keempat The Last Dance.

Thomas tidak terpilih masuk timnas AS untuk Olimpiade 1992, tim yang kerap dijuluki sebagai The Dream Team yang juga diperkuat Jordan.

Pada wawancaranya dengan ESPN, Thomas berharap penolakannya untuk bersalaman dengan pemain Bulls bukan merupakan alasan ia gagal masuk timnas.

“Jika saya bukan bagian dari The Dream Team karena emosi sesaat, karena tidak menjabat tangan seseorang, maka saya akan lebih kecewa pada saat ini ketimbang saat saya tidak terpilih,” kata Thomas.

“Saya membayar sangat mahal. Jika saya tidak terpilih masuk Dream Team karena momen itu, itu sangat menyakitkan. Benar-benar melukai perasaan,” tambahnya.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

FA Siap Sanksi Kiper Palace Karena Salam Nazi
apahabar.com

Sport

Hasil Liga Italia: Napoli, Milan, dan Verona Kuasai 3 Besar Klasemen
apahabar.com

Sport

Piala Askab Tanbu U-19 Ditutup, Garuda FC Jadi Juara
Neslihan Yigit

Sport

Unggah Foto Tanding di All England 2021, Neslihan Yigit Dihibur Warganet

Sport

Dua Gol Cordoba Bawa Barito Tekuk Mitra Kukar
apahabar.com

Sport

Pukul KO Moloney, Monster Inoue Pertahankan Gelar WBA dan IBF
apahabar.com

Sport

Tanpa Seleksi, Barito Putera Pinang Cassio De Jesus
apahabar.com

Sport

PSM Intip Gelar Juara Malam Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com