Tambah 103 Kasus, Semua Kelurahan di Banjarmasin Kini Zona Merah! Kalsel Jadi Atensi Presiden, Cuncung Minta GTPP Proaktif Eks Pacar Bidan Pembunuh Anak di Barito Utara Diperiksa Banjarmasin Buka Rumah Ibadah, Kemenag: Wajib Kantongi Suket Kalsel Diatensi Presiden, Warga Banjarbaru Sabar Dulu




Home Hikmah

Minggu, 5 April 2020 - 06:45 WIB

Tiga Peristiwa Bersejarah pada Bulan Ramadan

rifad - Apahabar.com

Saat mencapai usia 40 tahun, tepatnya pada 17 Ramadhan 13 tahun sebelum Hijriyah, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira. Foto-umroh.com

Saat mencapai usia 40 tahun, tepatnya pada 17 Ramadhan 13 tahun sebelum Hijriyah, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira. Foto-umroh.com

apahabar.com, JAKARTA – Ramadan tidak hanya menjadi bulan penuh keberkahan, tetapi juga menjadi momentum bersejarah bagi umat Muslim seluruh dunia.

Pasalnya, pada bulan ini terjadi tiga peristiwa besar, yakni diturunkannya Alquran atau diperingati sebagai Nuzulul Quran, terjadinya Perang Badar, dan penaklukan Kota Makah atau biasa disebut Fathu Makah.

Saat mencapai usia 40 tahun, tepatnya pada 17 Ramadan 13 tahun sebelum Hijriyah, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira. dilansir dari khazanah.republika.co.id, pakar astronomi Syekh Mahmud Basya menuturkan, waktu itu bertepatan dengan awal Februari tahun 610 Masehi.

Mendekati masa-masa turunnya wahyu pertama, Nabi sangat sering berkhalwat di Gua Hira, menjauh dari manusia dan beribadah khusyuk di sana selama beberapa hari, bahkan berbulan-bulan. Di tengah-tengah peribadatannya di Gua Hira, Nabi SAW didatangi Malaikat Jibril yang berkata, “Bergembiralah wahai, Muhammad. Aku Jibril dan engkau adalah utusan Allah untuk umat ini,” ucapnya.

Pada hari itu turunlah wahyu pertama, yakni surat al-Alaq ayat 1-5 yang diturunkan Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa itu hingga kini diperingati sebagai hari Nuzulul Quran.

Baca juga :  Kisah Manusia Pertama Pelantun Ayat Suci Alquran

Peristiwa bersejarah kedua adalah Perang Badar. Perang yang disebut Ghazwah Badr al-Kubra adalah perang yang menjadi pembeda karena menandai awal kejayaan kaum Muslimin. Dalam peperangan ini, Nabi membawa 313 pasukan Muslim untuk menghadapi 950 pasukan non-Muslim.

Perbedaan jumlah pasukan yang mencolok tersebut tidak lantas mengecilkan nyali tentara Muslim. Dengan tekad yang kuat membela Nabi, kaum Muslimin berhasil mengalahkan pasukan kafir. Dari pasukan Muslim, sebanyak 14 orang syahid. Sementara itu, dari pasukan kafir yang terbunuh dan tertawan masing-masing 70 orang. Salah satunya adalah Abu Jahal.

Selepas perang, Nabi memerintahkan untuk mengebumikan umat Muslim yang gugur, demikian kaum kafir yang terbunuh. Peristiwa Perang Badar menurut para ahli sejarah terjadi pada Jumat, 17 Ramadan tahun 2 Hijriyah atau bertepatan dengan 13 Maret 624 Masehi.

Peristiwa bersejarah terakhir terjadi pada 20 Ramadan tahun 8 Hijriyah. Hari itu merupakan waktu yang bersejarah dalam Islam karena Rasulullah dan para sahabat berhasil menaklukan kota Makah dalam sebuah peperangan yang disebut dengan Fathu Makkah (Penaklukan Makah). Peperangan tersebut dipicu oleh perlakuan orang Quraisy yang merusak satu perjanjian dari beberapa Perjanjian Hudaibiyyah.

Baca juga :  Nasihat untuk Suami: Jangan Abaikan Hak Nafkah Istri

Saat itu orang Quraisy bersekongkol dengan kabilah lainnya untuk memerangi orang-orang yang berdamai dengan Rasul. Dalam pertempuran itu, Nabi mengerahkan 10 ribu pasukan Muslim dan mengutus Khalid bin Walid sebagai panglima perang. Rasulullah selalu berpesan agar tidak memulai menyerang sebelum diserang.

Saat perang terjadi, Nabi berserta bala tentara berperang dalam keadaan berpuasa. Namun, puasa tidak menjadikan mereka lemah. Sebaliknya, pasukan Muslim berhasil menaklukkan tentara Quraisy hingga mereka menyatakan menyerah. Selepas perang itu, Nabi memerintahkan untuk menghancurkan berhala di sekitar Ka’bah yang berjumlah 360 buah, dilanjutkan dengan kumandang takbir oleh kaum Muslimin, salatnya Rasulullah di Maqam Ibrahim, dan meminum air zamzam.

Meski telah berhasil memenangkan perang dan merebut kebebasan Makkah, Rasulullah tak serta-merta menghabisi musuh-musuhnya. Sebaliknya, Rasulullah memaafkan mereka dan mengizinkan mereka untuk bebas walaupun sebelumnya mereka adalah orang yang selalu berusaha menyakiti dan membunuh Nabi.(Rep)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Cara Warga Naperville Hormati Komunitas Islam Saat Ramadan
apahabar.com

Hikmah

Batalkah Puasa Orang yang Menggunakan Obat Tetes Mata dan Telinga, Simak Penjelasannya
Pengobatan Ala Nabi Muhammad: Manfaat Henna

Hikmah

Pengobatan Ala Nabi Muhammad: Manfaat Henna
apahabar.com

Hikmah

Menyambut Kehadiran Anak, Begini Adabnya Menurut Islam
apahabar.com

Hikmah

Hukum Membaca Al Fatihah Bagi Makmum, Berikut Pendapat Imam 4 Madzhab
Empat Sifat Penyebab Dosa Versi Imam Al Ghazali

Hikmah

Empat Sifat Penyebab Dosa Versi Imam Al Ghazali
apahabar.com

Hikmah

Allah SWT Pemilik Hidayah Satu-Satunya, Maka Memohonlah
apahabar.com

Hikmah

Rasulullah SAW Sebagai Hakim yang Adil