Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin Menengok Kondisi Pengungsi Banjar di Kota Idaman Banjarbaru

Tips Bisnis Makanan Sahur untuk Ramadan

- Apahabar.com Kamis, 16 April 2020 - 06:30 WIB

Tips Bisnis Makanan Sahur untuk Ramadan

Ilustrasi makan sahur. Foto-iStock

apahabar.com, JAKARTA – Pola konsumsi yang berbeda selama Ramadan membuat pebisnis harus mengatur strategi yang tepat, terlebih perekonomian saat ini terhantam oleh pandemik Covid-19.

Hutami Nadya, Data Analyst startup penyedia layanan kasir digital Moka, berbagi kiat bagi pebisnis makanan dan minuman untuk menyiapkan strategi selama Ramadan.

Bisnis makanan sahur adalah peluang selama bulan Ramadan. Selama satu bulan, jam tersibuk di gerai makanan dan minuman terjadi menjelang sahur dan buka puasa. Pesanan biasanya ramai pukul 03.00-04.00 pagi dan 17.00-18.00.

Hutami, dalam konferensi pers virtual, Rabu (15/04), mencatat pendapatan dari sahur menyumbang 5 persen dari total pendapatan, namun ia menambahkan jumlah penjual yang jadi partner Moka yang beroperasi di jam sahur baru segelintir.

“Ini potensi besar bagi para pebisnis untuk memanfaatkan momen sahur di bulan Ramadan,” kata dia.

Konsumen cenderung menyukai makanan yang praktis untuk dimakan. Bisa berupa paket berisi karbohidrat dan protein, atau makanan familier seperti ayam goreng dan burger.

Pebisnis sebaiknya memilih dengan seksama menu-menu favorit yang disukai konsumen untuk ditawarkan selama Ramadhan. Sebab, makanan yang dijual biasanya tidak terlalu bervariasi.

“Lebih dari setengahnya cuma jual 25 persen dari total menu.. Cukup siapkan makanan favorit di toko saja,” kata dia.

Untuk urusan minuman, lima jenis yang paling banyak dipesan adalah teh, teh tarik, es kopi susu, air mineral, dan soda.

Tetapi jumlah transaksi pembelian minuman selama sahur termasuk rendah bila dibandingkan dengan makanan. Ini bisa berarti konsumen lebih memilih menyiapkan sendiri minuman di rumah.

Konsumen umumnya lebih suka memesan makanan sahur menjelang imsak, artinya penjual harus bersiap kebanjiran pesanan menjelang subuh.

Layanan pesan antar juga berpengaruh besar dalam bisnis makanan sahur karena tak semua orang mau keluar rumah pada dini hari, terlebih di tengah situasi pandemik.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Ini Waktu Olahraga yang Disarankan Saat Ramadan
apahabar.com

Gaya

Tren Instagram dan Minat Warganet Indonesia Sepanjang 2019
apahabar.com

Gaya

Grab Telah Operasikan 5.000 Kendaraan Listrik di Indonesia
apahabar.com

Gaya

5 Fakta Menarik yang Tak Banyak Orang Tahu tentang Kopi
apahabar.com

Gaya

Tips Menghindari Petir Saat Hujan
apahabar.com

Gaya

Pengguna Tokopedia, Begini Cara Amankan Akun Anda
apahabar.com

Gaya

Ketika Getuk, Lupis dan Si Hijau Kokoleh dalam Satu Piring
apahabar.com

Gaya

Mobil Listrik Nissan LEAF Bakal Mengaspal di Indonesia pada 2021
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com