Fakta Terbaru Rombongan Moge di Jembatan Sungai Alalak, Ternyata Diduga Dikawal Polisi Dear Presiden Jokowi, Jembatan Alalak Kalsel Harus Dibuka Hindari Macet Sudah Dilimpahkan, Nih Jerat Hukuman Sejoli Pembuang Bayi di Stagen Kotabaru BREAKING! KPK Periksa 11 Nama, Salah Satunya Bupati HSU Abdul Wahid OTT Amuntai, dan Nasib Proyek DIR Banjang Kini

Tiru Banjarmasin, 3 Daerah di Kalsel Belum Memenuhi Syarat PSBB

- Apahabar.com     Minggu, 26 April 2020 - 19:13 WITA

Tiru Banjarmasin, 3 Daerah di Kalsel Belum Memenuhi Syarat PSBB

PSBB hari ketiga, Gugus Tugas Covid-19 Banjarmasin tak lagi mengandalkan thermo gun. Tampak petugas melakukan pemeriksaan warga dari luar Banjarmasin, Minggu siang. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Setelah Banjarmasin, tiga daerah di Provinsi Kalimantan Selatan ikut mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Ketiganya adalah Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Barito Kuala (Batola).

Namun saat ini berkas persyaratannya ketiganya masih tertahan di Pemprov Kalsel. Ada beberapa yang dinilai kurang lengkap.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel, Haris Makkie mengatakan ketiga daerah itu sudah dibuatkan surat pengantar terkait PSBB untuk diusulkan ke Kementerian Kesehatan (Menkes).

“Hanya kami masih menunggu ada beberapa persyaratan yang masih belum dilengkapi. Itu yang kita tunggu dan mudahan mudahan besok sudah lengkap supaya segera dikirim,” ujarnya.

Syarat itu, kata Haris, supaya beberapa kendala pelaksanaan PSBB yang dihadapi Pemkot Banjarmasin tak terasa di daerah lainnya nanti.

“Beberapa kendala itu berdasar pemantuan di lapangan dan penyampaikan dari Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina sendiri.”

Yang paling utama, salah satunya masyarakat belum cukup diberikan sosialiasasi pemerintah terkait penerapan PSBB.

Seperti di Banjarmasin. Hingga hari ketiga atau Minggu (26/4), warga masih banyak yang berkeliaran meski sudah ada Perwali Nomor 33 Tahun 2020 yang mengatur PSBB.

Baru pada hari keempat pelaksanaan, Wali Kota Ibnu Sina menargetkan PSBB sudah mengalami perubahan signifikan.

“Sehingga Tim Gugus Tugas Kota Banjarmasin akan masuk ke dalam kota untuk melakukan penataan sesuai dengan SOP yang ada di PSBB,” pungkasnya.

Pemprov, Haris mengatakan sangat berkepentingan mengawal jalannya PSBB di Banjarmasin. Sukses tidaknya pelaksanaannya akan menjadi contoh dan gambaran untuk daerah lain.

“Karena Banjarmasin ibu kota provinsi, jadi harus mendapat perhatian dari kita Pemprov Kalsel,” tuturnya.

Berdasarkan pantuan apahabar.com, PSBB Banjarmasin terpantau amburadul.

Sejumlah kendaraan masih bisa menerobos masuk barikade dan beberapa posko juga tidak dijaga petugas.

Penerapan PSBB Banjarmasin dilakukan dengan menjaga akses pintu keluar masuk kota.

Apalagi PSBB ini terlihat minim pengawasan. Aktivitas warga di beberapa lokasi masih berjalan seperti biasanya.

Alat thermo gun untuk mengukur suhu badan hanya satu disediakan setiap pos jaga.

Sedangkan jumlah warga yang melintas hampir ratusan setiap waktunya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ruko Kacamata di Martapura Nyaris Ludes Terbakar, Warga Pesayangan Panik
apahabar.com

Kalsel

Hari Juang Kartika 2018, Kodim 1007/Banjarmasin Gelar Bakti Sosial
apahabar.com

Kalsel

Dewan Pers Telat, Diananta: Saya Sudah ‘Babak Belur’
apahabar.com

Kalsel

Apresiasi NPHD Pilkada di Kalteng, Mendagri Sumbang Ini
Gambah HST

Kalsel

Detik-Detik Tewasnya Pemuda Gambah HST: Pelaku Tenteng Sajam ke Hajatan
Demokrat

Kalsel

Antisipasi Penyalahgunaan, DPRD Banjarmasin Dorong Penerapan E-Budgeting

Kalsel

Buntut Moge-Basit, Dewan Kalsel Minta Jembatan Alalak Dibuka untuk Roda Dua
apahabar.com

Kalsel

Polisi Belum Pecahkan Misteri Temuan Mayat Orok di Sungai Martapura
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com