Heboh Buronan Kalsel Kabur ke Hutan Samboja, Ternyata Rampok Tanah Laut Lari ke Kaltim, Terduga Buronan Kalsel Jadi Buruan di Hutan Samboja! Hasil PSU di Kabupaten Banjar; BirinMu Menang Besar, Ini Rinciannya Harga Minyak Terdongkrak Ramalan Kenaikan Permintaan DITANGKAP! Terduga Pembunuh Sopir Truk PT BKB di Tapin Kalsel

Trump Prediksi Kematian Akibat Covid-19 di AS Bisa Capai 60 Ribu Jiwa

- Apahabar.com Selasa, 21 April 2020 - 12:05 WIB

Trump Prediksi Kematian Akibat Covid-19 di AS Bisa Capai 60 Ribu Jiwa

Presiden AS Donald Trump. Foto-Reuters

apahabar.com, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) memprediksi 50 ribu hingga 60 ribu orang di seluruh negara bagian AS meninggal dunia karena virus corona tipe baru atau Covid-19.

Angka itu jauh lebih sedikit dibandingkan proyeksi yang dikemukakan pemerintah sebelumnya.

“Kini, kita akan menuju 50 (ribu) jiwa, saya mendengar, atau 60 ribu orang. Satu, terlalu banyak. Saya mengatakannya. Satu terlalu banyak, tetapi kita akan menuju 50 atau 60 ribu orang. Dan itu di bawah proyeksi seharusnya 100 ribu orang,” ujar Trump pada jumpa pers Gedung Putih dikutip CNN, Selasa (21/04).

“Jika kita tidak melakukan apa yang kita lakukan, kita akan memiliki, saya pikir, satu juta orang, mungkin 2 juta orang, mungkin lebih dari itu (meninggal),” ujarnya menambahkan. Akhir bulan lalu, pakar penyakit menular AS, Dr. Anthony Fauci mengatakan, bahwa berdasarkan model penelitiannya, 100 ribu orang AS atau lebih bakal meninggal karena virus corona.

Namun demikian, sebuah sumber satuan tugas Covid-19 Gedung Putih mengatakan, prediksi Trump akan meleset jika negara bagian membuka pembatasan sosial terlalu cepat. Menurutnya, jumlah kematian akibat corona di AS dapat melampaui perkiraan jika beberapa negara membuka lockdown dengan segera.

“Jika beberapa negara melompat sebelum waktunya ke pembukaan, kita tentu bisa melampaui 60 ribu,” kata sumber itu. Sumber itu menunjuk kepada para gubernur di Carolina Selatan dan Georgia yang memutuskan untuk membuka kembali bisnis, bahkan ketika negara-negara itu belum memenuhi pedoman yang ditetapkan oleh pemerintah pekan lalu.

Pedoman pemerintah menentukan kapan negara dapat membuka kembali restoran, bar, pusat kebugaran, dan ruang publik, serta memberikan panduan bagi pengusaha. Kriteria itu termasuk penurunan berkelanjutan dalam kasus selama periode 14 hari dan kembali ke kondisi sebelum krisis di rumah sakit.

Hingga Selasa (21/04) pagi, Johns Hopkins University and Medicine mencatat, 42.138 orang meninggal di AS karena virus corona. Sementara tercatat sebanyak 784.599 kasus infeksi positif corona di seluruh negara bagian AS.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hampir 300 Kasus, Covid-19 di Bandung Bergerak Landai
apahabar.com

Nasional

Habibie Wafat, Prancis Sampaikan Belasungkawa
apahabar.com

Nasional

Setelah Kiai Ma’ruf, Jokowi Jenguk Ustaz Arifin Ilham

Nasional

Hidayat Nur Wahid Dorong Pemerintah Berdialog dengan Habib Rizieq Shihab
apahabar.com

Nasional

Habib Banua: China Harus Jemput Warganya dari Indonesia
apahabar.com

Nasional

Sebelum Ledakkan Diri, Baghdadi Dikejar Anjing Milik Pasukan Khusus AS
apahabar.com

Nasional

Umrah Disetop, 2.393 Jemaah Indonesia Gigit Jari
Vaksinasi

Nasional

11.126.757 Orang di Indonesia Sudah Terima Dosis Penuh Vaksin Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com