Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Usulan Fatwa Tak Puasa di Tengah Covid-19, Ini Tanggapan MUI

- Apahabar.com Senin, 20 April 2020 - 08:00 WIB

Usulan Fatwa Tak Puasa di Tengah Covid-19, Ini Tanggapan MUI

Ilustrasi puasa. Foto-Asysyariah.com

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof Hasanudin AF menanggapi adanya usulan agar MUI membuat fatwa umat Islam diperbolehkan untuk tidak berpuasa Ramadan di tengah situasi Covid-19 dan diganti dengan fidyah.

Menurut Prof Hasanudin, usulan tersebut tidak ada dasar hukumnya sehingga tidak perlu dikeluarkan fatwa.

“Gak berdasar, syariahnya itu apa. Karena orang yang boleh tidak berpuasa itu hanya orang sakit, ketika dalam perjalanan, dan orang tua renta,” ujarnya seperti dilansir Republika.co.id, Minggu (19/04).

Dia menjelaskan, yang boleh meninggantinya dengan fidyah pun sudah ada ketentuannya dalam kitab-kitab fikih. Di antaranya, orang tua renta yang sudah tidak mampu lagi berpuasa meskipun di Ramadhan yang akan datang.

Jika kondisinya seperti itu, menurut dia, orang tua renta tersebut boleh tidak mengganti puasanya dan cukup membayar fidyah. “Makanya, Islam itu kan begitu adil. Nah, orang tua renta itu apakah harus menggantinya juga? Kan dia makin gak kuat, makanya fidyah itu solusinya,” ucapnya.

Pada era modern ini, menurut dia, mungkin ada juga umat Islam yang memiliki pekerjaan berat sepanjang tahun, sehingga pada Ramadhan selanjutnya tidak bisa mengganti puasanya. Karena itu, menurut dia, orang tersebut juga hanya berkewajiban untuk membayar fidyah.

“Jadi jangan macam-macam lah menafsirkan dalam agama. Jangan mengada-ada, lalu dihubungkan dengan urusan agama. Konsultasi dulu dengan pakarnya. Sudah kondisinya begini, terus urusan agama malah dipermainkan,” kata guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Belum lama ini, viral usulan agar Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwa agar umat Islam diperbolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan menggantinya dengan fidyah, yaitu memberi makan orang miskin. Usulan ini disampaikan Rudi Valinka melalui akun twitternya, @kurawa.

“Mumpung lagi libur, gue punya usul seandainya Bulan puasa yang akan tiba 17 hari lagi, Kemenag dan MUI buat fatwa utk memperbolehkan orang tidak berpuasa dengan cara embayar fidyah (denda) memberikan makan utk orang miskin..ini cara yang paling ideal dalam kondisi skr,” tulis Rudi Valinka, Minggu (5/4) lalu. (Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Video Detik-detik Pos Polisi Lalu Lintas Dibakar Saat Unjuk Rasa UU Omnibus Law, Ini Wajah Pelakunya?
apahabar.com

Nasional

Sandiaga Uno Memastikan Diri Sudah Move On dari Kekalahan Pilpres 2019
Otsus

Nasional

Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua
apahabar.com

Nasional

BMKG: Gempa Jembrana Magnitudo 6,0 Akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia
apahabar.com

Nasional

Jokowi Perintahkan Tatanan Kenormalan Baru Segera Disosialisasikan
apahabar.com

Nasional

Densus 88-Polda Sumut Tembak Mati 2 Terduga Teroris di Deli Serdang
apahabar.com

Nasional

Lima Jenis Sedotan Ramah Lingkungan dan Unik Pengganti Sedotan Plastik
apahabar.com

Nasional

Terpisah, Observasi Pekerja Kapal Diamond Princess dan World Dream
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com