Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Vaksin Belum Ditemukan, Kenali 5 Kelemahan Covid-19

- Apahabar.com Selasa, 7 April 2020 - 06:30 WIB

Vaksin Belum Ditemukan, Kenali 5 Kelemahan Covid-19

Mencuci tangan. Foto-Pexels/Burst

apahabar.com, JAKARTA – Hingga kini peneliti masih terus bekerja keras menemukan vaksin untuk meredam angka infeksi Covid-19.

Tapi tahukah kamu jika Covid-19 sebenarnya memiliki beberapa kelemahan yang bisa kita siasati untuk mencegah penyebaran penularannya. Seperti artikel dari Fimela.com ada 5 kelemahan virus corona yang wajib diketahui. Cek infonya berikut ini.

Mudah Hancur dengan Sabun dan Air Mengalir

Kelemahan virus corona yang pertama ialah mudah dihancurkan dan mati jika terkena sabun dan dibersihkan dengan air mengalir. Itulah alasannya mengapa pemerintah dan beberapa kampanye kesehatan lainnya mewajibkan kita untuk rajin mencuci tangan baik sebelum beraktivitas maupun sesudah beraktivitas.

Kandungan senyawa sabun menghancurkan tiga bagian yang ada pada virus corona yakni :

DNA atau RNA yang menjadi inti dari virus.Protein yang merupakan bahan baku virus untuk menggandakan diri.Lapisan lemak sebagai pelindung luarnya.Ketiga bagian tersebut tidak terikat secara kuat antara satu dengan yang lainnya  sehingga, saat lapisan lemak hancur karena bertemu dengan senyawa sabun maka, virus corona pun akan hancur dan mati.

Maka dari itu, untuk menghindari penyebaran COVID-19, kamu harus rajin mencuci tangan karena tindakan ini ampuh menghancurkan virus. Cuci tangan anda dengan benar dan dibersihkan dengan air mengalir sehingga tangan anda tetap sehat dan steril, virus pun akan sulit menginfeksi.

Bisa Kalah dengan Antibodi

Selanjutnya, kelemahan virus corona yang lain ialah mudah dikalahkan dengan antibodi manusia yang sehat. Virus sejatinya akan sulit masuk menginfeksi tubuh manusia jika manusia tersebut memiliki sistem imun atau antibodi yang kuat.

Sistem imun yang baik didapatkan dari pola hidup sehat misalnya, rajin berolahraga dan rajin mengkonsumsi sayur-sayuran serta buah-buahan. Nutrisi yang ada dalam makanan dapat memberikan banyak manfaat yang berpengaruh pada sistem imunitas tubuh.

Tentunya kabar bahwa salah satu kelemahan virus corona ialah sulit menginfeksi tubuh dengan antibodi yang kuat dibenarkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan di Australia. Mereka membuat sejumlah eksperimen dengan pasien COVID-19 dan memantau kadar antibodinya setiap hari.

Mudah Dibasmi dengan Disinfektan

Virus corona yang menyebabkan COVID-19 ternyata cukup lemah jika berhadapan dengan bahan disinfektan. Hal ini serupa dengan virus corona lainnya yang menyebabkan SARS dan MERS.

Berdasarkan hasil penelitian, virus tersebut dapat dinon-aktifkan dengan bahan disinfektan yakni, alkohol dengan kadar 60%-70%, hidrogen peroksida 0,5%, atau sodium hipoklorit dengan kadar 0,1% dalam waktu 1 menit.

Itu juga merupakan alasan mengapa saat ini digencarkan penyemprotan disinfektan secara massal baik penyemprotan disudut-sudut kota hingga perorangan. Kamu juga bisa menggunakan disinfektan untuk membersihkan beberapa barang ataupun peralatan yang kamu ginakan sehari-hari agar terhindar dari infeksi virus.

Mudah Lemah Apabila Terkena Suhu panas

Kelemahan virus corona selanjutnya ialah mudah melemah pada suhu panas. Memang belum ada penelitian yang betul-betul membuktikan bahwa teori ini benar, COVID-19 lemah terhadap panas.

Akan tetapi, pada virus corona yang menyebabkan penyakit SARS, suhu panas terbukti dapat melemahkan virus. Hal ini juga serupa dengan data yang diterbitkan oleh WHO bahwa virus penyebab SARS bisa terbunuh pada suhu 56°C.

Tidak Bisa Bertahan Lama di Permukaan

Virus corona memang bisa bertahan beberapa hari di permukaan benda. Namun, seiring berjalannya waktu, virus ini tidak lagi cukup kuat untuk bisa menimbulkan infeksi. Sehingga baik WHO maupun Kementerian Kesehatan RI tidak melarang aktivitas pengiriman paket antar negara karena risiko penularan melalui media pengiriman paket tersebut sangatlah rendah. (lip6)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Geger, Mayat Membengkak di Komplek Rahayu
apahabar.com

Kalsel

Hari Jadi Satui ke-356; Warga kenang Idham Chalid di Pergelaran Seni
apahabar.com

Kalsel

Pembangunan SMA Baru di Landasan Ulin Menunggu Restu Dewan
Pemuda Banjarbaru Ngamuk, Serang Mobil Polisi dengan Golok

Kalsel

Pemuda Banjarbaru Ngamuk, Serang Mobil Polisi dengan Golok
apahabar.com

Kalsel

Guru Honorer K2 Mengadu Nasib ke DPRD Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Momen Idul Fitri, Warga Ramai Ziarahi Kubur
apahabar.com

Kalsel

Kamis Siang, Tiga Daerah di Kalsel BMKG Prakirakan Hujan Disertai Petir
apahabar.com

Kalsel

Tes SKD CPNS Tanbu Dimulai 8 Februari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com