Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel Akhir Februari Seluruh Nakes di Kalteng Sudah Divaksin Covid-19 Puluhan Personel Polda Kalsel Amankan Distribusi Vaksin ke Setiap Daerah

Walau Tak Menolak, Warga Sekitar Karantina di SKB Batola Tetap Was-was

- Apahabar.com Kamis, 16 April 2020 - 21:05 WIB

Walau Tak Menolak, Warga Sekitar Karantina di SKB Batola Tetap Was-was

Salah satu kamar di SKB Barito Kuala yang dijadikan tempat karantina OTG dan ODP. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Kendati tidak menolak, warga sekitar tetap tergetar dengan kehadiran puluhan ODP dan OTG yang dikarantina di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Barito Kuala (Batola).

SKB sudah diputuskan menjadi tempat karantina 20 warga Kecamatan Wanaraya. Mereka dicurigai pernah kontak dengan pasien positif Covid-19. Ini merupakan gelombang pertama dari rencana karantina semua OTG dan ODP di Batola.

Mereka menghuni SKB sejak, Rabu (15/4) sore untuk menjalani isolasi dibawah pengawasan dokter dan petugas medis dari RSUD Abdul Aziz Marabahan.

Kendati bukan pasien positif, kehadiran OTG dan ODP tersebut tetap saja membuat warga sekitar sedikit was-was.

“Memang mereka bukan pasien positif. Namun bagaimanapun kami tetap saja was-was,” papar Norliana, salah seorang pedagang makanan di sekitar SKB, Kamis (16/4).

“Makanya atas berbagai pertimbangan, saya memilih tak berjualan sementara. Masalahnya andaipun tetap buka, warga mulai jarang melintas atau singgah lagi,” imbuhnya.

Memang dengan alasan was-was, beberapa warga memilih tidak lagi melintas di depan SKB.

“Kalau menuju Marabahan atau sebaliknya, saya sekarang lebih memilih menggunakan jalur alternatif di Jalan Gawi Sabumi,” papar Karsa, warga Desa Badandan.

Keputusan mengkarantina ODP dan OTG dalam satu tempat, sedianya menjadi langkah awal Batola dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Sebelum diputuskan menjadi tempat karantina, warga sekitar SKB sudah diberi pemahaman bahwa ODP dan OTG bukan pasien,” tegas Rahmadian Noor, Wakil Bupati Batola.

“Selama dalam karantina, mereka dipantau 24 jam. Seandainya memperlihatkan gejala, mereka langsung dibawa ke Rumah Sakit Abdul Aziz,” imbuhnya.

Untuk memantau semua ODP dan OTG, Batola mensiagakan 1 dokter spesialis paru yang memeriksa setiap hari.

Kemudian dokter umum yang bertugas selama 24 jam, ditambah perawat dan petugas gizi dengan sistem kerja tiga shift.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan standar pertama, Alhamdulillah semuanya tidak bermasalah,” jelas Supriadi, supervisor perawat karantina.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Potensi Kluster Demo, Gugus Tugas Covid-19 Kalsel Belum Ambil Tindakan
apahabar.com

Kalsel

BKD Prabowo-Sandi Apresiasi Kinerja Jokowi
16 Hari Anti-Kekerasan

Kalsel

16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Maulid, Satu Truk Ikan Gabus Amat Ludes dalam Sehari
apahabar.com

Kalsel

Pelantikan DPRD Kalsel Diwarnai Demo, Massa Ancam Sweeping Rumah Banjar!
apahabar.com

Kalsel

Warisan Budaya Banjar Tembus UNESCO, Kemendikbud Tantang Ibnu Sina
apahabar.com

Kalsel

Agustus, RSUD Sultan Suriansyah Sudah Beroperasi Layani Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Berbagai Unsur di Pulau Laut Tengah Kotabaru Sepakat Ciptakan Pilkada Serentak 2020 Sejuk dan Sehat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com