Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah

Walau Tak Menolak, Warga Sekitar Karantina di SKB Batola Tetap Was-was

- Apahabar.com     Kamis, 16 April 2020 - 21:05 WITA

Walau Tak Menolak, Warga Sekitar Karantina di SKB Batola Tetap Was-was

Salah satu kamar di SKB Barito Kuala yang dijadikan tempat karantina OTG dan ODP. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Kendati tidak menolak, warga sekitar tetap tergetar dengan kehadiran puluhan ODP dan OTG yang dikarantina di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Barito Kuala (Batola).

SKB sudah diputuskan menjadi tempat karantina 20 warga Kecamatan Wanaraya. Mereka dicurigai pernah kontak dengan pasien positif Covid-19. Ini merupakan gelombang pertama dari rencana karantina semua OTG dan ODP di Batola.

Mereka menghuni SKB sejak, Rabu (15/4) sore untuk menjalani isolasi dibawah pengawasan dokter dan petugas medis dari RSUD Abdul Aziz Marabahan.

Kendati bukan pasien positif, kehadiran OTG dan ODP tersebut tetap saja membuat warga sekitar sedikit was-was.

“Memang mereka bukan pasien positif. Namun bagaimanapun kami tetap saja was-was,” papar Norliana, salah seorang pedagang makanan di sekitar SKB, Kamis (16/4).

“Makanya atas berbagai pertimbangan, saya memilih tak berjualan sementara. Masalahnya andaipun tetap buka, warga mulai jarang melintas atau singgah lagi,” imbuhnya.

Memang dengan alasan was-was, beberapa warga memilih tidak lagi melintas di depan SKB.

“Kalau menuju Marabahan atau sebaliknya, saya sekarang lebih memilih menggunakan jalur alternatif di Jalan Gawi Sabumi,” papar Karsa, warga Desa Badandan.

Keputusan mengkarantina ODP dan OTG dalam satu tempat, sedianya menjadi langkah awal Batola dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Sebelum diputuskan menjadi tempat karantina, warga sekitar SKB sudah diberi pemahaman bahwa ODP dan OTG bukan pasien,” tegas Rahmadian Noor, Wakil Bupati Batola.

“Selama dalam karantina, mereka dipantau 24 jam. Seandainya memperlihatkan gejala, mereka langsung dibawa ke Rumah Sakit Abdul Aziz,” imbuhnya.

Untuk memantau semua ODP dan OTG, Batola mensiagakan 1 dokter spesialis paru yang memeriksa setiap hari.

Kemudian dokter umum yang bertugas selama 24 jam, ditambah perawat dan petugas gizi dengan sistem kerja tiga shift.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan standar pertama, Alhamdulillah semuanya tidak bermasalah,” jelas Supriadi, supervisor perawat karantina.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

UPDATE Kebakaran di Handil Bakti Batola, Warung Kosong Ludes Dilalap Api!
apahabar.com

Kalsel

Pencarian Bocah Hilang di Sungai Martapura Terus Berlanjut, Libatkan Penyelam Khusus
Hujan

Kalsel

Hari Ini, Hujan Berpotensi Turun di 9 Kabupaten/kota di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Polwan di Banjar Obati dan Berikan Trauma Healing Korban Banjir

Kalsel

Alhamdulillah! 10 Ribu Lebih Warga Kalsel Sembuh dari Covid-19
DLH Tanbu

Kalsel

Hijaukan Lahan, DLH Tanbu Ikut Penanaman Sejuta Pohon Serentak
apahabar.com

Kalsel

4 Kolektor, Perampas Mobil di Banjarmasin Memelas Minta Keringanan
Korban Banjir

Kalsel

Emak-Emak Korban Banjir Ngamuk di Kantor Pemda Tapin Diamankan Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com