ga('send', 'pageview');
Diduga Disembunyikan Makhluk Halus, Bocah Sungai Bilu Ditemukan di Martapura Jokowi Pidato Perdana di Sidang Umum PBB, BTS Jadi Pembicara Khusus VIDEO: Pengurus PDIP Resmi Laporkan Pemilik Akun FB Geger Mayat di Batara HST, Polisi Beber Identitas Korban Siang Bolong, Kabupaten HST Geger Mayat Lagi

Wapres Kiai Ma’ruf Dorong Fatwa Haram Mudik di Saat Wabah

- Apahabar.com Sabtu, 4 April 2020 - 05:00 WIB

Wapres Kiai Ma’ruf Dorong Fatwa Haram Mudik di Saat Wabah

Wakil Presiden Maruf Amin saat teleconference dengan wartawan dari Rumah Dinas Wapres, Menteng, Jakarta, Kamis (26/3). Foto-dok. KIP

apahabar.com, JAKARTA – Ramainya pemudik menjelang Ramadan memunculkan kekhawatiran bagi sebagian pimpinan daerah. Pasalnya, pemudik yang berasal dari zona merah beresiko membawa virus ke daerah yang ditujunya.

Menanggapi masalah tersebut, Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang isinya mengharamkan masyarakat mudik di tengah wabah Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan Kiai Ma’ruf saat menjawab kekhawatiran Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui video conference, Jumat (3/4), atas gelombang arus mudik dari Jakarta ke daerah-daerah, termasuk Jawa Barat.

“Kita sudah juga mendorong MUI untuk menyatakan bahwa pada saat sekarang itu mudik itu haram hukumnya,” ujar Kiai Ma’ruf.

Kiai Ma’ruf akan kembali meyakinkan MUI agar mengeluarkan fatwa haram mudik. Sebab, fatwa dari MUI akan memperkuat imbauan agar masyarakat tidak mudik di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya, MUI juga sudah mengeluarkan beberapa fatwa yang terkait upaya menekan penyebaran Covid-19. “Ya saya akan coba lagi dorong MUI untuk mengeluarkan, sebenarnya sudah fatwa shalat Jumat, penanganan jenazah sudah keluar kan. kemudian juga bahkan shalat tanpa wudhu tanpa tayamum itu sudah dalam situasi petugas medis, saya akan coba nanti supaya juga keluar tentang mudik,” ujar Ma’ruf.

Baca juga :  Wacana Penundaan Pilkada, KPU Kalteng Tegak Lurus dengan KPU RI

Atas hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersyukur jika imbauan tidak mudik oleh Pemerintah daerah maupun Pusat diikuti fatwa MUI. Ia menilai, fatwa ulama lebih didengar masyarakat.

Hal ini kata Ridwan, karena banyak masyarakat yang menolak dengan alasan agama. “Jadi kalau MUI bisa keluar fatwa, tugas saya sebagai umaro tinggal menguatkan, seperti waktu fatwa MUI tentang sholat Jumat, waktu saya inisiatif (larangan shalat jumat) yang ngebully banyak, tapi setelah fatwa MUI disebarkan semua turut diam dan mengikuti,” ujarnya.

“Jadi mohon mungkin inovasi wapres adalah menghasilkan fatwa yang menguatkan demi keselamatan dan menjauhi kemudaratan,” ujar Ridwan lagi.

Ridwan mengatakan, gelombang masyarakat saat mudik menjadi kekhawatiran di daerah-daerah. Ini karena masyarakat yang berasal dari Jakarta akan langsung berstatus orang dalam pemantauan (ODP) begitu sampai di daerah. Sementara, Pemerintah daerah tidak bisa menjangkau semua pemudik yang kembali ke daerahnya.

Baca juga :  Kalteng Putra Bersiap Menuju Liga 1 Musim Depan

“Itu kalau mudik tidak ditahan, kami Jabar, Jateng, Jogja akan kewalahan luar biasa karena pulangnya ke pelosok-pelosok. jadi dengan adanya mudik, kami khawatir peta yang warna merah tua ini akan menjadi sumber pandemik Covid,” ujarnya.

Ia mencontohkan, gelombang mudik tahap awal di Jawa Barat tercatat sudah ada 70 ribu pemudik kembali ke daerahnya. Hal ini menyulitkan, mengingat alat tes cepat (rapid tes) terbatas untuk ODP yang lama.

“Jadi kami kehabisan alat mengetes untuk meyakinan mereka pemudik sehat, kenyataannya banyak tidak sehat, kemarin Ciamis ada lansia sekarang positif Covid-19 kritis di Ciamis gara-gara didatangi anaknya dari Jakarta,” keluh Ridwan.

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

390 Kantong Parkir Disiapkan, Relawan Haul Sekumpul Buat Aturan Memudahkan
apahabar.com

Religi

Kisah Masuk Islamnya Pemburu Jejak Rasulullah
apahabar.com

Habar

Umat Muslim Kotabaru Laksanakan Salat Gerhana Berjemaah
apahabar.com

Religi

Kesetaraan Gender dalam Fikih
apahabar.com

Religi

Sains Mengungkap Kebenaran Al-Qur’an Tentang Cerita Ashabul Kahfi
apahabar.com

Habar

6 Orang Ini Boleh Buka Puasa di Siang Hari
apahabar.com

Habar

Puluhan Pengurus PCNU Banjarbaru Resmi Dilantik
apahabar.com

Religi

Kafir atau Non Muslim? Simak Penjelasan Buya Yahya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com