Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Warga Bandel Saat PSBB, ‘Polisi India’ Banjarmasin Siap Bertindak

- Apahabar.com Kamis, 23 April 2020 - 13:45 WIB

Warga Bandel Saat PSBB, ‘Polisi India’ Banjarmasin Siap Bertindak

apahabar.com, BANJARMASIN – Mulai esok, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) resmi berlaku. Pun dengan aturan jam malam.

Jam malam akan diberlakukan dari pukul 21.00 hingga 06.00. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Wali (Perwali) Kota Banjarmasin Nomor 33 Tahun 2020.

Sebagai informasi langkah itu juga sudah diamini oleh Kementerian Kesehatan dalam upaya memutus mata rantai Covid-19.

Sebelum PSSB resmi berlaku, Pemkot Banjarmasin memanfaatkan waktu yang ada guna simulasi.

Sejauh simulasi dilakukan, rupanya masih banyak warga yang berkeliaran di jalan. Mereka seolah tak takut pada ancaman virus mematikan itu.

Praktis, petugas dari Satpol PP pun memilih memakai rotan selayaknya perangkat yang dipakai polisi India merazia warganya yang nekat keluar rumah saat lockdown.

“Di PSBB tidak boleh ada warga keluar di saat malam hari. Jika keluyuran, maka kami tindak dengan pukulan kasih sayang menggunakan rotan seperti polisi India,” ujar Plt Kepala Satpol PP Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik dihubungi apahabar.com, Kamis (23/4).

Berbekal pentungan rotan itu petugas Pol PP bakal berkeliling Kota Seribu Sungai guna menggencarkan patroli saat PSBB.

“Anggota kami menggunakan seragam dinas lengkap,” jelasnya.

Petugas akan menyasar warga yang masih bandel. Mereka yang masih berkeliaran saat jam malam atau yang nangkring di tempat keramaian.

Langkah antisipatif itu diambil untuk mengimbangi imbauan yang selama ini kerap tak diindahkan oleh sebagian warga.

Lantas bagaimana jika ada warga yang melawan? Ichwan mengaku tak bakalan gentar.

“Kita tidak main main, jika ada kedapatan maka kami pentung dengan rotan,” tegasnya.

Menurutnya, penerapan PSBB ini telah dilindungi Undang-Undang dan Peraturan Menkes.

Warga yang melawan, kata dia, berarti menyepelekan ancaman Covid-19 ini.

“Ini pidana karena menyangkut nyawa orang lain dan kalau mereka kena bagaimana. Jika warga protes silakan saja,” tuturnya.

Lebih jauh, warga yang melanggar akan didata oleh Satpol PP. Ketika memenuhi unsur pidana, penindakan akan diserahkan sepenuhnya ke kepolisian.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyetujui usulan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina terkait PSBB.

Persetujuan tertuang dalam keputusan Menkes RI Nomor HK.O 1.07/MENKES I 262 I 2O20 dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Banjarmasin Machli Riyadi memastikan penerapan jam malam tertuang dalam paragraf ketiga pasal 14 Perwali Banjarmasin 33/2020.

Payung hukum itu berisi pedoman pelaksanaan PSBB dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Patut diperhatikan, warga dilarang keluar dari rumah kecuali dalam keadaan terpaksa mulai pukul 21.00 hingga 06.00.

Ketika jam malam, warga yang keluar untuk membeli kebutuhan pokok di supermarket atau sejenisnya tetap diperkenankan.

Tapi warga harus berhadapan dengan TNI, Polri dan Satpol PP, petugas yang mengawasi pelaksanaan PSBB.

Warga juga diwajibkan mengenakan masker ketika beraktivitas keluar saat kebijakan tersebut berlaku.

Jika tak bisa menunjukkan salah satu syarat di atas, maka dengan terpaksa petugas memintanya pulang ke rumah.

“Itu akan merepotkan mereka sendiri dan diimbau untuk jangan keluar selama pemberlakuan jam malam,” tutur kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin itu.

Sementara jika terdapat warga yang mengganggu salah satu kebijakan PSBB maka juga dipastikan mendapatkan sanksi.

Langkah hukum ini sudah tertuang di Pasal 93 Undang-Undang 6/2009.

Pertama, warga itu akan diberi teguran secara lisan oleh petugas.

Apabila melanggar peraturan tiga kali, warga akan mendapatkan catatan kriminal dari kepolisian setempat

Lebih jauh, jika petugas mengimbau untuk tak membuat kerumunan massa tapi ada yang memberontak. Maka warga itu yang dianggap menghalangi pelaksanaan PSBB.

“Dia akan mendapatkan sanksi hukum sesuai keputusan UU,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, per Rabu kemarin jumlah pasien positif terpapar Covid-19 mencapai 32 kasus. Rinciannya 22 pasien dirawat, 5 pasien meninggal dan 5 pasien sembuh.

Kelurahan yang paling banyak menyumbang pasien positif ada di Kuin Utara dengan 4 kasus.

Kemudian disusul Kelurahan Seberang Mesjid dan Pangeran masing masing dengan 3 kasus.

Di bawahnya dua kasus terdapat di Kelurahan Basirih Selatan, Pemurus Luar, Pemurus Dalam, Pemurus Baru dan Sungai Andai.

Sementara satu kasus di Belitung Selatan, Telaga Biru, Pekapuran Raya, Pekapuran Laut, Sungai Lulut, Sungai Mufti, Sungai Miai dan Alalak Utara, Pengambangan dan Kuripan.

Selain kasus positif, penambahan juga terjadi pada 22 orang dalam pasien (ODP). Praktis dari 505, jumlahnya menjadi 527.

Adapun pasien dalam pengawasan, berkurang satu orang menjadi empat.

Dari keseluruhan kelurahan yang ada di Kota Banjarmasin, persentase terpapar Covid-19 mencapai 32,7 persen.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Ikan Cupang

Kalsel

6 Manfaat Daun Ketapang untuk Kualitas Ikan Cupang Lebih Baik
apahabar.com

Kalsel

Mahasiswa dan Lulusan UIN Antasari Dibekali Trik Hadapi Tantangan Kerja
Angin Kencang

Kalsel

Sebagian TPS di Tanbu Roboh Diterjang Angin Kencang
Narkoba

Kalsel

Polisi Tabalong Tangkap Pria HST Pengedar Sabu, 2 Temannya Masuk DPO
apahabar.com

Kalsel

Dituding Butuh Uang Pelicin, Begini Tanggapan Dukcapil Batola
apahabar.com

Kalsel

Cara Paman Birin Bagi-bagi Sapi, Kepala Dusun Harus Adu Suit  
apahabar.com

Kalsel

Terduga Pencuri di Sungai Martapura Hilang, Pencarian Terkendala Arus Deras
Ditarget Rp20 Miliar, Dishub Diharap Mampu Buka Potensi Pajak Parkir

Kalsel

Ditarget Rp20 Miliar, Dishub Diharap Mampu Buka Potensi Pajak Parkir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com