Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah

Warning Bagi Badan Usaha yang Tak Patuhi Regulasi BPJS Kesehatan

- Apahabar.com Kamis, 30 April 2020 - 19:36 WIB

Warning Bagi Badan Usaha yang Tak Patuhi Regulasi BPJS Kesehatan

Forkor Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan BPJS Kesehatan di Balangan mengadakan pertemuan melalui video konferensi, Rabu (29/4). Foto-Reza for apahabar.com.

apahabar.com, PARINGIN – Forum Koordinasi (Forkor) Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan BPJS Kesehatan akan menertibkan badan usaha yang tak patuh pada regulasi pemerintah.

Khususnya regulasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Balangan.

Hanya saja, ada beberapa kendala yang dihadapi Forkor yang diketuai Kajari Balangan dan para anggotanya dari BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Dinas Perizinan dan Dinas Tenaga Kerja Balangan ini.

Kajari Balangan sekaligus ketua Forkor, Khaidir menyampaikan kendala yang dihadapi pihaknya dalam menertibkan itu yakni, badan usaha kecil yang dimiliki satu badan usaha besar.

Badan usaha seperti itu, kata Khaidir, akan aktif bekerja ketika mendapat tender proyek.
Selebihnya, jika tidak ada, badan usaha itu tidak beroperasi.

“Berbeda untuk badan usaha yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT), melalui Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dapat dimungkinkan pembubaran karena tidak membayarkan iuran. Kalau Perseroan Komanditer atau CV masih belum bisa karena tidak berbadan hukum,” terang Khaidir saat pertemuan Forkor melalui video konferensi atau telekonferensi, Rabu (29/4).

Terkait Surat Kuasa Khusus (SKK), kata Khaidir, pihaknya telah menerima dari BPJS Kesehatan Cabang Barabai, terkait nama-nama Badan Usaha yang sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

“Kejaksaan sudah menerbitkan SKK subtitusi untuk siap ditindaklanjuti Kasidatun terkait mekanismenya,” terang Khaidir.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Chohari, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran Forkor yang telah mendukung suksesnya Program JKN-KIS di Kabupaten Balangan.

Chohari menilai bahwa Forkor di Kabupaten Balangan telah menunjukkan hasil positif.

“Alhamdulillah, berkat dukungan ketua dan anggota Forkor di Balangan, kita semua bisa berkolaborasi dalam menertibkan badan usaha untuk patuh terhadap kewajiban dan tunduk terhadap peraturan perundang-undangan,” kata Chohari.

Terkait pembubaran badan usaha, bagaimana tindak lanjutnya, Chohari, mengatakan hal itu akan diusulkan dan dikoordinasikan dengan Biro Hukum BPJS Kesehatan di pusat.

Untuk saling mengecek badan usaha mana saja yang tak patuh, BPJS Kesehatan dan beserta Dinas Tenaga Kerja setempat pun siap untuk sharing masalah data.

“Badan Usaha Wajib Lapor 2020 akan segera ditindaklanjuti, namun karena masih dalam kondisi pandemi (wabah Virus Corona-red) maka akses untuk eksekusinya masih terbatas,” tutup Chohari.

Perlu diketahui, Forkor merupakan wadah untuk mengawasi dan memeriksa kepatuhan peserta JKN-KIS.

Khususnya peserta di segmen Badan Usaha untuk mendaftarkan seluruh karyawannya pada program JKN BPJS Kesehatan.

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Tenaga Kesehatan di HST Terpapar Covid-19 Melonjak
apahabar.com

Kalsel

Peta Sebaran Covid-19, Banjarmasin Utara Mendominasi!
apahabar.com

Kalsel

Elpiji di Tanah Bumbu Tak Bergejolak
apahabar.com

Kalsel

Razia Masker di Banjarmasin, Seorang Bacalon Kepala Daerah Terjaring!
apahabar.com

Kalsel

Maknai Hari Kemerdekaan RI, Bupati Kotabaru Tantang Insan Pers
apahabar.com

Kalsel

Persentase Sembuh 87,77 Persen, Hanya HST Zona Merah Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Akhir Pekan, Pasien Sembuh Covid-19 di Tanbu Bertambah
apahabar.com

Kalsel

Pemuda HST Tertangkap Bawa Sabu di Depan Sekolahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com