Usai Sahur, 9 Rumah di Pelambuan Banjarmasin Hangus Terbakar! New Toyota Raize Laris Manis di Kalsel, Sepekan Puluhan Unit Dipesan POPULER SEPEKAN: Jasad Dipocong Karung di HST hingga Rapid Tes Penumpang Feri Tanjung Serdang Waspada! Kalsel Bakal Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang  Pakai Knalpot Brong, Puluhan Unit Sepeda Motor di Banjarmasin Ditilang

Menyoal Salat Ied Massal, Ustaz Khairullah: Jangan Mengundang Mudharat

- Apahabar.com Sabtu, 23 Mei 2020 - 06:30 WIB

Menyoal Salat Ied Massal, Ustaz Khairullah: Jangan Mengundang Mudharat

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Banjar, Ustaz Khairullah Zain. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Salat berjemaah yang mengundang banyak massa beresiko menjadi tempat penyebaran virus Corona atau covid-19. Hal itulah yang menyebabkan pemerintah mengeluarkan imbauan pelaksanakan salat ied digelar di rumah saja, tidak berjemaah di masjid atau lapangan.

Menurut Wakil Ketua PCNU Kabupaten Banjar, Ustaz Khairullah Zain imbauan yang dikeluarkan pemerintah agar melaksanakan salat ied di rumah sudah benar. Sebab, dari sekian banyak orang tidak ada yang tahu apakah dirinya dihinggapi virus atau tidak.

“Apakah kita tahu pasti bahwa pada diri kita tidak ada virus. Ini permasalahannya, kita tidak tahu pasti,” ujar Ustaz Khairullah Zain ketika menjadi pemateri diskusi online WatsApp grup bertema ‘OTW Hari yang Fitri di Tengah Pandemi’ belumlama tadi.

Ustaz memaparkan, sebagai seorang muslim, jangan sampai membuat kemudaratan apalagi sampai memudaratkan orang lain.

“Jika anda sudah dijamin tidak ada virus Corona, kemudian bergabung bergaul dengan orang lain lalu memberi manfaat, silakan,” katanya.

Cara-cara seperti ini (emnjaga jarak), sambung Ustaz Khairullah, sebenarnya sudah diterapkan ulama tasawuf atau Sufi dalam kesehariannya. Namun para sufi lebih kepada menghindari penularan penyakit hati.

“Penyakit batiniyah ini jauh lebih berbahaya daripada penyakit badan. Makanya ulama sufi mengajarkan untuk ber-uzlah atau menyendiri, tidak keluar rumah kecuali penting. Karena apa, mereka khawatir penyakit ada dalam dirinya seperti ria, ujub, sum`ah, takabbur, dan lain-lain dapat menularkan kepada orang lain,” paparnya.

Mental seperti itu lah yang mesti diterapkan dalam diri tiap muslim. Hal ini, kata Ustaz Khairullah, suatu yang niscaya dilakukan jika ingin meningkatkan derajatnya di sisi Allah.

“Seseorang tidak akan menjadi auliya Allah sebelum dirinya lebih mementingkan orang lain ketimbang dirinya. Kepeduliannya kepada orang lain lebih tinggi dibandingkan kepedulian kepada dirinya. Ini soal muamalah, berbeda dengan ibadah,” jelasnya.

Ia mengingatkan, jangan sampai mental seorang muslim menjadi terbalik. “Ketika keluar bergaul bukan memikirkan apakah menguntungkan kepada diri sendiri, tetapi apakah diri ini dapat memberi manfaat kepada orang lain,” ungkapnya.

Ia meyakini, kendati dalam kondisi pandemi Covid-19, tidak mengurangi esensi Idul Fitri itu sendiri.

“Substansi dari Idul Fitri bukanlah suatu perkumpulan-perkumpulan dengan mengenakan pakaian baru, tetapi substansi krusial Idul Fitri adalah membayar zakat Fitrah. Bahkan kewajiban membayar zakat Fitrah tidak memandang balig-berakal bahkan umur, kecuali tidak mampu bayar zakat,” jelasnya.

Reporter: Hendra Lianor
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Jangan Lupa Cek Kesehatan Hati
apahabar.com

Habar

37 Masjid di Singapura Keluarkan 600 Ribu Dolar untuk Buka Puasa Warganya
apahabar.com

Habar

Buka Umrah dalam Waktu Dekat, Saudi Minta Sejumlah Syarat
apahabar.com

Habar

Cegah Penyebaran Corona, MUI Ajak Umat Islam Berperan Aktif
apahabar.com

Habar

Menlu RI Lobi Agar Jemaah Indonesia Diperbolehkan Umrah, Begini Tanggapan Arab Saudi
apahabar.com

Habar

Gelar Pasukan, 25 Ribu Relawan Siap Amankan Haul Guru Sekumpul ke 15
apahabar.com

Habar

Tetap Gelar Ibadah Haji, Arab Saudi: Dengan Jemaah Terbatas
Desa Tungkaran Sediakan 50 Kilo Bubur untuk Tamu Haul Guru Sekumpul ke 15

Habar

Desa Tungkaran Sediakan 50 Kilo Bubur untuk Tamu Haul Guru Sekumpul ke 15
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com