Penyerang Polsek Daha Simpatisan ISIS, Legislator Kalsel: Agamanya Kurang Breaking News: PDP Kabur di Banjarbaru Akhirnya Ditemukan! Pertama, Kalsel Uji Terapi Pengobatan Pasien Covid-19 Pengganti Vaksin Toko Buah di Teweh Diserbu Pria Bersajam, Dua Perempuan Terluka Polisi Bongkar Makam Korban Pembunuhan Ibu Kandung di Teweh




Home Hikmah

Kamis, 14 Mei 2020 - 07:00 WIB

3 dari 10 Syarat Muslimah Jadi Tetangga Rasulullah Kelak

rifad - Apahabar.com

Ilustrasi muslimah. Foto-Mgrol120

Ilustrasi muslimah. Foto-Mgrol120

apahabar.com, JAKARTA – Setiap umat Islam mendambakan ingin dekat dengan Rasulullah SAW, apalagi bisa berdekatan di surga yang hidup kekal di dalamnya. Untuk bisa menggapai tujuan itu, tentu saja tidak mudah.

Banyak persyaratan yang harus dilakukan. DR Akram Ridha menguraikan panjang lebar lewat bukunya setebal 182 halaman berjudul Wanita Tetangga Rasulullah SAW di Surga.

Dalam buku yang diterbitkan Gema Insani Press ini, seperti dilansir dari khazanah.republika.co.id, Akram menyebutkan sedikitnya ada sepuluh akhlak yang harus dimiliki seorang wanita Muslimah yang ingin menjadi tetangga Rasulullah SAW kelak di surga.

Antara lain, yang pertama mampu mencegah kejahatan. Dalam kaitan ini Rasulullah SAW bersabda, ”Orang Muslim adalah orang yang selamat dari gangguan lidah dan tangannya.” (Hadis riwayat Bukhari).

Mencegah kejahatan tak sekadar terhadap tetangga tetapi juga kepada lingkungan termasuk binatang yang ada di sekitarnya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Seorang wanita disiksa dalam neraka karena kucing yang ia kurung mati kelaparan.” Lalu beliau bersabda, ”Wallahu ‘alam, kamu tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya. Kamu juga tidak melepaskannya agar ia bisa memakan serangga tanah.”

Baca juga :  Kawin Kontrak Marak karena Pengawasan Longgar

Kedua, yang juga menjadi persyaratan mutlak agar seorang Muslimah menjadi tetangga Rasulullah SAW kelak di surga adalah memiliki rasa malu.

Rasa malu merupakan perhiasan wanita yang paling indah. Bahkan Rasulullah SAW menganggap malu sebagai cabang dari iman. Yang membedakan Rasulullah SAW dengan yang lainnya adalah rasa malunya yang sangat tinggi. Orang yang sudah tidak memiliki rasa malu, maka ia akan berbuat sesukanya.

Dalam bertutur dan berbicara, seseorang yang mendambakan bisa menjadi tetangga Rasulullah SAW di surga kelak, menurut Akram, adalah wanita yang memiliki adab dan sopan santun ketika berbicara. Bagaimana ia berbicara dengan anak-anak dan suaminya di rumah?

Baca juga :  Raih Keberkahan dengan Memuliakan Ibu

Bagaimana ia berkomunikasi dengan masyarakat di sekelilingnya? Ketika dialog merupakan simbol komunikasi antarmanusia, maka dalam agama Islam ia memiliki kaidah-kaidah dan adab serta sopan santun. Karena itulah pentingnya akhlak adab dalam berbicara.

Persyaratan ketiga dari 10 persyaratan yang menjadi salah satu kunci untuk bisa memasuki surga dan menjadi tetangga Rasulullah SAW kelak adalah menghindari dusta.

”Dusta merupakan pondasi kemunafikan dan dasar bagi tumbuhnya semua perilaku rusak. Bila Muslimah komitmen dengan akhlak ini, artinya tidak berdusta, maka hal itu akan menjadi jalan baginya untuk memiliki rumah di tengah surga.” (Rep)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Bahaya Rakus Harta dan Pesan Rasulullah untuk Sahabat
apahabar.com

Hikmah

Sejarah Bertaburan Muslimah Cerdik Pandai, Fatimah Contohnya
apahabar.com

Hikmah

Komunikasi Anak-Ayah dalam Alquran dan Pembuktian Psikologi
apahabar.com

Hikmah

Nasihat Imam Syafi’i untuk Guru Anak Amirul Mukminin
apahabar.com

Hikmah

Ramadan, Kesempatan Mengevaluasi Diri
apahabar.com

Hikmah

3 Ciri-Ciri Orang yang Menyesal Menurut Imam Ghazali
apahabar.com

Hikmah

Saat Imam Ar-Razi Kaitkan Ampunan dengan Surga
apahabar.com

Hikmah

Tips Agar Ilmu Tak Sia-Sia, Pertama Jangan Dengki