Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

6 Syarat Pemberlakuan ‘New Normal’ dari WHO, Indonesia Siap?

- Apahabar.com Minggu, 31 Mei 2020 - 06:00 WIB

6 Syarat Pemberlakuan ‘New Normal’ dari WHO, Indonesia Siap?

Ilustrasi - New Normal atau Kenormalan Baru, kebiasaan-kebiasaan baru saat pandemi virus corona. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Prof Ridwan Amiruddin PhD mengingatkan kehidupan ‘new normal’ hanya bisa dicapai ketika suatu negara telah memenuhi sejumlah syarat.

Persyaratan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tersebut menjadi acuan seluruh negara yang terdampak pandemi Covid-19.

“Kalau kita ingin melonggarkan pembatasan ini, dia (negara) harus memenuhi syarat,” ungkap Ridwan dalam diskusi daring bersama Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi, Literasi Sehat Indonesia, sadargizi.com dan Departemen Kesehatan Dewan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, disimak di Jakarta seperti dilansir dari Republika.co.id, belum lama ini.

Ridwan yang juga ketua Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) mengingatkan, pertimbangan yang matang dan kesiapan yang baik perlu dimiliki sebelum negara memberlakukan konsep kenormalan baru. Bila mengacu pada WHO, ada enam kriteria yang perlu dipenuhi oleh suatu negara sebelum melonggarkan pembatasan dan memasuki era new normal.

Kriteria yang pertama adalah negara yang akan menerapkan konsep ‘new normal’ harus memiliki bukti bahwa penularan Covid-19 di wilayahnya telah bisa dikendalikan. Bila mengacu pada angka reproduksi (R0), situasi bisa dikatakan terkendali bila angka R0 di bawah 1. Menurut Ridwan, Saat ini, R0 di Indonesia berada di kisaran 2,2-3,58.

Kriteria yang kedua adalah sistem kesehatan yang ada sudah mampu melakukan identifikasi, isolasi, pengujian, pelacakan kontak, hingga melakukan karantina orang yang terinfeksi. Sistem kesehatan ini mencakup rumah sakit hingga peralatan medis.

Kriteria yang ketiga adalah risiko wabah virus corona harus ditekan untuk wilayah atau tempat dengan kerentanan yang tinggi. Utamanya adalah di panti wreda, fasilitas kesehatan mental, serta kawasan pemukiman yang padat.

Kriteria yang keempat adalah penetapan langkah-langkah pencegahan di lingkungan kerja. Ridwan memaparkan, langkah-langkah pencegahan ini meliputi penerapan jaga jarak fisik, ketersediaan fasilitas cuci tangan, dan penerapan etika pernapasan seperti penggunaan masker.

Kriteria kelima adalah risiko terhadap kasus dari pembawa virus yang masuk ke suatu wilayah harus bisa dikendalikan. Sedangkan kriteria yang keenam adalah masyarakat harus diberikan kesempatan untuk memberi masukan, berpendapat dan dilibatkan dalam proses masa transisi menuju ‘new normal’.

Negara-negara yang ingin memberlakukan new normal, menurut Ridwan, diharapkan bisa memenuhi keenam kriteria ini terlebih dahulu. Bila kriteria-kriteria ini tak bisa dipenuhi, negara disarankan untuk berpikir ulang mengenai rencana penerapan kelaziman baru.

“Sebelum melonggarkan pembatasan, Anda harus memastikan kriteria-kriteria tersebut diterapkan. Jika tidak bisa, mohon Anda pikirkan kembali,” ujar Ridwan menirukan ucapan Direktur Regional WHO Eropa Dr Hans Henri P Kluge.(Rep)

Editor: Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Enggan Beberkan Aib Pengusaha yang Pakai Jasa Vanessa Angel
apahabar.com

Nasional

Tak Cuma Miras, TNI Sita Sejumlah Pucuk Senpi dari Malaysia
apahabar.com

Nasional

Haul Guru Sekumpul, Ibu Melahirkan Dirujuk dengan Speed Boat
apahabar.com

Nasional

Keren! TNI, BIN dan Tim Riset Unair Berhasil Temukan Obat Covid-19
Heboh, Dua ABK China di Kotabaru Terindikasi Corona

Nasional

Dinkes Sebut Dua ABK di Kotabaru Negatif Corona
apahabar.com

Nasional

Peringati Hari Santri 2020, GP Ansor Distribusikan 150 Ribu Masker Medis di Cirebon
apahabar.com

Nasional

Pegawai Pemda Masih Dominasi Kasus Korupsi
apahabar.com

Nasional

Pandemi Covid-19 Memburuk, AS Batasi Perjalanan dari Brazil
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com