Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

8 Pengidap Baru Ditemukan di Alalak, Termasuk Balita

- Apahabar.com Jumat, 15 Mei 2020 - 12:40 WIB

8 Pengidap Baru Ditemukan di Alalak, Termasuk Balita

Hari ini ditemukan 8 pasien baru di kawasan Alalak. Seorang di antaranya bahkan masih berusia 3 tahun. Foto ilustrasi rapid tes. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Penyebaran Covid-19 di Kecamatan Alalak mulai tidak terkendali.

Pada Jumat (15/5) ditemukan 8 pasien baru. Seorang di antaranya masih berusia 3 tahun.

Balita laki-laki dengan kode Btl-49 tersebut termasuk 8 pasien baru yang teridentifikasi ditulari pasien Btl-38 dari kontak erat.

Btl-38 sendiri telah menjalani rawat inap di RSUD Ansari Saleh sejak 5 Mei 2020.

Ketika pertama kali menjalani perawatan, wanita berusia 36 tahun itu didiagnosis menderita demam berdarah (DBD).

Namun kemudian kecurigaan terhadap pasien tersebut bertambah, lantaran merupakan kontak erat dari pasien konfirmasi positif Covid-19.

Selain seorang balita, Btl-38 juga diidentifikasi menulari 7 orang lain yang lebih dulu berstatus orang tanpa gejala (OTG). Dua di antaranya berusia 10 tahun dengan kode Btl-48 dan Btl-46.

Pasien positif lain yang juga ditulari adalah Btl-43, Btl-45 dan Btl-47. Kesemuanya berjenis kelamin wanita dengan masing-masing usia 16 tahun, 30 tahun dan 48 tahun.

Pasien terakhir berjenis kelamin pria dengan kode Btl-44 berusia 39 tahun.

“Semua pasien baru sebelumnya merupakan OTG. Selanjutnya mereka menjalani karantina di SKB Batola untuk perawatan lebih lanjut,” jelas dr Azizah Sri Widari, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Batola.

Dengan demikian, Alalak sudah mengonfirmasi 18 pasien positif. Angka tersebut sudah melebihi 11 pasien di Kecamatan Wanaraya yang pertama kali menemukan kasus positif di Batola lantaran terinfeksi Kluster Gowa.
Sebaliknya di Alalak, penularan tidak dapat dipastikan hanya berasal dari Kluster Gowa.

“Sebenarnya sejak awal Mei 2020, kami memprediksi kemunculan kasus-kasus baru di Alalak dengan sumber penularan yang liar atau tidak diketahui,” ulas Azizah.

“Situasi tersebut disebabkan komunitas padat dan tidak dilakukan pembatasan aktivitas,” tandas Azizah yang juga kepala Dinas Kesehatan Batola ini.

Ditambah 8 pasien baru, sekarang Batola memiliki 50 pasien positif dan baru 2 di antaranya yang dinyatakan sudah sembuh.

Btl-01 dan Btl-05 yang telah sembuh, masih menjalani pemulihan mandiri di rumah, sebelum mengikuti tes swab terakhir untuk memastikan kedua warga Wanaraya itu tetap negatif.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ingat, 1 Maret Jalan Piere Tendean Berlakukan Sistem Satu Arah

Kalsel

Punya Anak Selebgram, Warung Mama Dhebun Raih Omset Jutaan per Hari
apahabar.com

Kalsel

Penghitungan Suara Terbaru di Kalsel, 27 April: 01 (36,41%), 02 (63,86%)
apahabar.com

Kalsel

Tala Tambah 4 Positif Covid-19, 1 Meninggal Dunia
apahabar.com

Kalsel

VIDEO: Detik-Detik Evakuasi Jasad Terpanggang di Muara Teweh
apahabar.com

Kalsel

Jelang Ramadan, di Kotabaru Harga Beras Naik
apahabar.com

Kalsel

BMKG: Hujan Lokal Siang Ini
apahabar.com

Kalsel

Cegah Mafia Tanah, BPN Batola Kebut Sertifikat Tanah Pemerintah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com