Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Mahasiswanya Dipolisikan, Wakil Rektor ULM Banjarmasin Penuhi Panggilan Polda Kalsel Esok Tampil di Moto2 2020, Mandalika Racing Team (MRT) Pilih Dimas Ekky Jadi Tembalap Tim, Diluncurkan Rabu

Ada Motif Lain Pembunuhan Gadis Belia di Kotabaru

- Apahabar.com Jumat, 1 Mei 2020 - 14:37 WIB

Ada Motif Lain Pembunuhan Gadis Belia di Kotabaru

Sejumlah petani menemukan jasad wanita muda dengan posisi tertelungkup di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Sawita Estate, blok D-17, Rabu (29/4) pagi. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – SA, seorang gadis berusia 16 tahun harus meregang nyawa di tangan kekasihnya sendiri.

Dari penyelisikan terbaru polisi, rupanya ada alasan lain yang memicu pembunuhan SA.

Kepada polisi, mulanya pelaku mengaku sangat kesal karena dituduh menghamili korban.

Namun, setelah dikorek lebih dalam, pelaku ternyata lebih takut ulah bejatnya terbongkar.

Saat ini ibunda pelaku sedang terbaring sakit di Jawa.

Singkat cerita, pemuda yang masih menumpang dengan orang tua prianya itu nekat menghabisi nyawa korban.

“Jadi, saat diinterogasi, pelaku itu mengaku takut ibunya yang ada di Jawa sakitnya tambah parah, kalau mendengar ulah bejatnya, (menghamili korban),” ujar Kapolsek Sungai Durian AKP Nur Alam, kepada apahabar.com, Jumat (1/5).

Dugaan itu makin kuat jika melihat riwayat hubungan pribadi korban dengan pelaku.

Sebelum menghabisi korban, pelaku juga telah beberapa bulan mengakhiri hubungan asmara mereka.

“Sebelum melakukan pembunuhan, pelaku mengaku sudah putusan sekitar 4 bulan yang lalu dengan korban,” singkat Alam.

Sebelumnya, teka-teki pembunuhan seorang gadis belia di kawasan Sungai Durian, Kotabaru, Kalimantan Selatan terungkap. Pembunuhnya tak lain pacar korban.

Polisi meringkus sang pacar di Perumahan Divisi 2, PT Sawita Estate, Desa Rantau Buda, Kecamatan Sungai Durian, Rabu (29/4), sekira pukul 11.30 wita.

Penangkapan pelaku kurang dari empat jam setelah penemuan jasad korban. Kapolres Kotabaru, AKBP Andi Andi Adnan Syafruddin, melalui Kasat Reskrim Iptu, Imam Wahyu Pramono mengatakan pelaku berinisial TGR.

“Iya, dia sudah berhasil kami amankan. Pria ini berusia 17 tahun. Ia berstatus pelajar, dan ternyata masih pacar korban,” ujar Imam, didampingi Kapolsek Sungai Durian, AKP Nur Alam, Kamis (30/4) pagi.

Saat diinterogasi, TGR nekat menghabisi nyawa sang kekasih lantaran kecewa telah dituduh menghamili korban.

“Lalu, dia nekat melakukan tindakan anarkis, hingga menghabisi nyawa korban dengan senjata tajam,” ujarnya.

TGRM menghabisi nyawa korban di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Sawita Estate, blok D-17 sekitar pukul 13.00 wita, 27 April 2020 silam.

“Korban SA ini, dihabisi pelaku saat dinyatakan hilang di hari pertama. Yakni, tanggal 27 April 2020,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal Pasal 80 Ayat (3) jo Pasal 78 C UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23/2020 tentang Perlindungan Anak. Kurangan penjara paling lama 15 tahun penjara.

Sebelumnya sesosok jasad ditemukan petani di kawasan perkebunan sawit Sungai Durian, Rabu (29/4) pagi.

Belakangan diketahui ia berinisial SA. Usianya baru 16 tahun. Polisi mendapati luka sayatan senjata tajam di bagian leher korban.

“Ya, kami akan melakukan penyelidikan soal ini. Karena, ada kejanggalan. Di bagian leher korban ada luka sayatan,” ujar Imam malam tadi.

SI, petani itu awalnya sedang memulai aktivitas memungut buah kelapa sawit (Berondolan).

Tiba-tiba, SI mencium aroma menyengat tak jauh dari tempat kerjanya.

Merasa penasaran, SI mengabarkan kepada rekannya bernama BI. BI lantas mencari dari mana asal bau menyengat itu.

Alhasil, BI berhasil menemukan jasad wanita muda dengan posisi tertelungkup. Jasadnya ditutupi daun kelapa sawit kering.

Selanjutnya, BI buru-buru melaporkan penemuan jasad tersebut ke mandor panen perusahaan.

Setelah dilakukan identifikasi, SA diketahui warga Desa Rantau Buda, Kecamatan Sungai Durian. Ia dilaporkan sudah dua hari menghilang.

Reporter: Masduki
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Banjarmasin, Usia 40 Tahun Sumbang Kematian Terbesar
apahabar.com

Kalsel

Soal Revitalisasi Pasar, Pemkot Minta Bantu Dewan
apahabar.com

Kalsel

Cegah Covid-19, GP Al Washliyah Berharap Kesadaran Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Istri Dibawa Jalan, Pria Banjarbaru Murka Bakar Motor Teman
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Diduga Akibat Korsleting
apahabar.com

Kalsel

Pemkab Kotabaru Kembali Sebar Bantuan ke Kelumpang Hilir
apahabar.com

Kalsel

Bertambah 12 Positif Covid-19 di HSS, Bupati: Masyarakat Harus Waspada
apahabar.com

Kalsel

Seorang Pesepeda Ditemukan Tewas di Jalan Trans Kalimantan Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com