Live Streaming SCTV PSG vs Man United Liga Champions Malam Ini, Link Siaran Langsung Vidio.com Demo Setahun Jokowi di Banjarmasin: 5 Remaja Diamankan, Mahasiswa Respons Santuy Refleksi Setahun Jokowi-Ma’ruf, BEM Kalsel Ancam Demo Tiap Pekan Terduga Penyusup Diamankan, Kapolda Kalsel Angkat Bicara Ingat Setahun Jokowi tapi Mahasiswa di Banjarmasin Lupa Prokes

Air Mata Iringi Prosesi Pemakaman Guru Zuhdi, Sang Ulama Tercinta

- Apahabar.com Minggu, 3 Mei 2020 - 01:32 WIB

Air Mata Iringi Prosesi Pemakaman Guru Zuhdi, Sang Ulama Tercinta

Jemaah menyemuti prosesi pemakaman KH Muhammad Zuhdianoor di alkah keluarga, kompleks perumahan Masjid Jami, Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin Utara, Sabtu malam. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Awan mendung menggelayuti langit Banjarmasin sedari sore tadi, seakan ikut melepas kepergian KH Muhammad Zuhdianoor atau Guru Zuhdi.

Guru Zuhdi, begitu ia akrab disapa, mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Sabtu (2/5) pagi tadi. Kepergiannya tak hanya memberikan duka mendalam bagi keluarga dan muridnya, tapi juga mayoritas warga Kalimantan Selatan.

Sejak berembus kabar wafatnya ulama muda karismatik asal Banua itu ribuan umat muslim berbondong-bondong menantikan kedatangannya di beberapa tempat yang disebut akan menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.

Meski tengah menahan lapar dan haus lantaran puasa, kecintaan mereka terhadap sang guru tak mengendur. Mereka tampak rela berdesak-desakan menunggu jasad Guru Zuhdi tiba di Bumi Lambung Mangkurat.

Hingga pada akhirnya jenazah sang ulama yang terkenal humoris itu pun sampai di Bandara Syamsuddin Noor. Dari sana, jenazah Guru Zuhdi kemudian dibawa menuju rumah duka di kompleks perumahan Masjid Jami, Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin Utara.

Mendengar kabar itu tak ayal ribuan jemaah yang tadinya menunggu di Kota Citra Graha dan sepanjang jalan bandara menuju rumah duka juga ikut mengiringi ambulans yang membawa Guru Zuhdi.

Sementara para jemaah yang telah menunggu di sekitar rumah duka tak henti-hentinya melantunkan doa, zikir dan selawat. Beberapa orang tampak tak tahan membendung air matanya ketika itu.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 17.45. Iring-iringan mobil pembawa jenazah Guru Zuhdi pun akhirnya sampai di rumah duka. Derai air mata pun tak lagi dapat dibendung oleh kebanyakan jemaah. Mereka menangis sejadi-jadinya menyambut jenazah sang ulama tercinta.

Agar jemaah tak membeludak, jalan pun dibatasi dengan beberapa tali. Supaya keluarga dan kerabat bisa tenang dalam mendoakan jenazah sang ulama. Di rumah duka, jenazah sang ulama pun kembali disalatkan oleh para jemaah. Tak hanya sekali, tapi puluhan kali.

Bukan jemaah saja, imam salat pun silih berganti. Beberapa tampak menangis haru dalam doanya. Sampai pada akhirnya sekitar pukul 20.30, prosesi pemakaman pun dimulai. Beberapa jemaah pun tampak menyemuti depan pusara demi mengiringi kepergian sang guru untuk terakhir kali.

Lantunan dzikir memuji keesaan Allah terdengar lantang, mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya. Usai dimakamkan, para jemaah pun membacakan doa-doa tahlil untuk jenazah sang ulama. Prosesi pembacaan doa berjalan khidmat dan khusyuk. Beberapa jemaah pun kembali harus merelakan air matanya tumpah membasahi pipi.

“Rasanya seperti kehilangan orang tua,” ujar salah satu murid Guru Zuhdi, Samman kepada apahabar.com.

Samman telah mengikuti pengajian rutin Guru Zuhdi sejak 2014. Menurutnya banyak kenangan selama bersama guru yang tidak akan bisa mudah dilupakannya.

“Banyak kenangan bersama beliau, tapi yang paling saya ingat itu adalah nasehat-nasehat beliau untuk selau bersabar dalam menghadapi ujian dan jangan pernah menyusahkan orang,” ujarnya.

Rasa sedih melepas sang ulama juga dirasakan oleh Nur Hudi. Hudi merupakan salah satu jemaah yang datang dari Gambut. Meski tak bisa masuk hingga depan pusara, ia tetap sabar menunggu dari jarak beberapa ratus meter.

“Tadi tak bisa masuk, jadi saya nunggu di sini saja,” imbuhnya.

Saat pertama kali mendengar kabar telah berpulangnya Guru Zuhdi, perasaannya terus merasa sesak. “Berat sekali melepas beliau,” ucapnya lirih.

Yang paling diingatnya, kata dia, nasehat Guru Zuhdi yang menyuruh untuk selalu berbaik sangka kepada manusia, khususnya sesama umat muslim.

Kesedihan mendalam juga dirasakan Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan. Bersama jajarannya, sejak tadi pagi sang perwira menengah itu setia menunggu sang ulama tiba di Surgi Mufti. Bahkan sang kapolres turun langsung menggali liang kubur sang sang ulama.

“Beliau itu juga kalau memberi nasehat, mengena dalam hati, terkadang walau spontan juga nasehatnya tetap menyejukkan. Beliau juga sosok yang pintar dan cepat akrab dengan siapa saja,” ujarnya.

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kiat Karmila H Muhidin, Wajah Baru yang Siap Jadi Pimpinan Rumah Banjar
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Jurnalis Kalsel Ikuti UKW
Pandemi Covid-19, Ini Pesan Rooswandi untuk Wartawan  

Kalsel

Pandemi Covid-19, Ini Pesan Rooswandi untuk Wartawan  
apahabar.com

Kalsel

Relaksasi PSBB: Dewan Cemas, Ratusan Penumpang Padati Bandara Syamsuddin Noor
apahabar.com

Kalsel

Siang Hari BMKG Prakirakan Kotabaru dan Pelaihari Diguyur Hujan Disertai Petir
apahabar.com

Kalsel

Damkar Martim Distribusikan Bantuan ke Pulau Sebuku dan Alalak
apahabar.com

Kalsel

PLN UIKL Kalimantan Serahkan Bantuan CSR ke Pemkot Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Sosialisasi Empat Pilar, Syafruddin H Maming: Milenial Mesti Membumikan Pancasila di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com