Tambah 103 Kasus, Semua Kelurahan di Banjarmasin Kini Zona Merah! Kalsel Jadi Atensi Presiden, Cuncung Minta GTPP Proaktif Eks Pacar Bidan Pembunuh Anak di Barito Utara Diperiksa Banjarmasin Buka Rumah Ibadah, Kemenag: Wajib Kantongi Suket Kalsel Diatensi Presiden, Warga Banjarbaru Sabar Dulu




Home Kaltim

Rabu, 6 Mei 2020 - 06:00 WIB

Akses Keluar Masuk Kutai Timur Diperketat

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

 Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bolang meninjau pos penjagaan di sejumlah akses ke luar masuk wilayah. Foto-Antara

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bolang meninjau pos penjagaan di sejumlah akses ke luar masuk wilayah. Foto-Antara

apahabar.com, SAMARINDA – Akses keluar masuk ke Kabupaten Kutai Timur kini diperketat.

Pengetatan itu dilakukan Pemerintah setempat dengan menutup jalur alternatif yang kerap dilalui masyarakat untuk melintas.

Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang mengungkapkan, jalur alternatif itu masih dilalui masyarakat untuk menghindari penjagaan ketat petugas dalam rangka menyetop penyebaran Covid-19. Mengingat kasus Covid-19 di sana terus mengalami penambahan.

“Ini salah satu langkah kita membatasi orang yang masuk atau keluar Kutai Timur tanpa melewati posko,” tegas Kasmidi Bulang, Selasa (5/5).

Dengan ditutupnya jalur ini, lanjutnya, pelaku perjalanan mau tak mau harus masuk ke Sangatta melewati posko penjagaan.

Baca juga :  Banjir di Kaltim, Ribuan Jiwa Mengungsi

“Sehingga terdata, siapa saja yang masuk ke Sangatta, apa keperluannya dan langsung menjalani karantina di tempat yang sudah kita siapkan,” jelas Kasmidi.

Dia mengaku telah melakukan sidak di sejumlah akses keluar masuk. Seperti jalan di KM 13, kawasan simpang tiga, Desa Sangatta Selatan menuju Kawasan Pertamina dan Desa Sangkima.

“Di tempat ini, kita juga akan melakukan penutupan separuh jalur. Jadi, warga yang mau coba-coba masuk Sangatta dari Kampung Kajang, tidak bisa melintas dan warga yang mau masuk lewat Sangkima, juga harus memutar melalui Posko Patung Burung,” kata Kasmidi.

Baca juga :  40 Transmigran di Kaltim Dijatah 2 Hektar Lahan per Orang

Ia berharap setelah dilakukan penutupan jalur alternatif menuju Sangatta, tidak ada lagi kendaraan yang bebas mengangkut penumpang.

Melainkan, jika masuk ke Sangatta, maka harus melalui pemeriksaan di Posko Patung Burung.

“Sekarang sudah tidak ada ampun. Mereka yang masuk ke Kutim, melalui Posko Patung Burung, harus masuk karantina dulu selama 14 hari di BPUTK, baru boleh masuk Sangatta, itu instruksi Bupati,” tegasnya.

Tak hanya masyarakat Kutim maupun para pendatang, ASN juga diberlakukan hal yang sama. “Masuk Sangatta, harus karantina dulu,” tandasnya.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

“Mengelola Konflik Itu Seperti Proses Menjodohkan”
apahabar.com

Kaltim

Bertambah 6, Positif Covid-19 di Kaltim Jadi 264 Kasus
apahabar.com

Kaltim

BNNP Ungkap Dugaan TPPU Narkoba Miliaran Rupiah
apahabar.com

Kaltim

AMPK-Walhi Kecam Tindakan Represif Aparat Saat Demo Tolak Pabrik Semen
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Pacu Pajale Manfaatkan Lahan Eks Tambang
apahabar.com

Kaltim

Lada Khas Kaltim Dapat Pengakuan Nasional
apahabar.com

Kaltim

Hadi Anggap Pajak Sebagai Sedekah
apahabar.com

Kaltim

Alasan Petugas Medis Penajam Gunakan Jas Hujan Hadapi Covid-19