Lakalantas di Angkinang HSS, Warga Haruyan HST Tewas di Tempat H+4 Idulfitri, Arus Balik Mudik dari Kalsel ke Kaltim Meningkat Sejumlah Pegawai di Banjarmasin Balikin Duit THR, Kok Bisa? Viral Shogun Vs Vario di Kandangan Lama, Dua Pengendara Tewas Seketika! Dahsyatnya Banjir di Satui, Haruyan, hingga Kotabaru: Kerugian Petani Tembus Miliaran Rupiah!

Anda Harus Tahu, Batas Toleransi Tubuh pada Makanan Bersantan

- Apahabar.com Selasa, 26 Mei 2020 - 05:30 WIB

Anda Harus Tahu, Batas Toleransi Tubuh pada Makanan Bersantan

Ilustrasi makanan bersantan. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Pola makan setelah Ramadan usai, otomatis berubah.

Kini, kebiasaan makan/minum di siang hari tidak ada larangan lagi.

Namun, tahukah Anda? Setiap orang memiliki batas toleransinya masing-masing pada makanan bersantan.

Ada yang kuat makan banyak cabai atau santan, ada yang makan sedikit saja sudah langsung diare.

“Orang yang memiliki riwayat masalah pencernaan maka sebaiknya hindari makanan pedas dan bersantan karena akan menimbulkan diare,” ujar ahli gizi dari Rumah Sakit Mayapada Kuningan, Christina Andhika Setyani, Senin (25/5).

Yang bisa dilakukan adalah menyadari dan mengenali batas kemampuan diri soal makanan.

Christina menjelaskan secara umum Kementerian Kesehatan menyarankan tingkat konsumsi normal untuk gula adalah 54gr (4sdm), garam 2000mg, natrium 1 sendok teh dan lemak atau minyak 72 gr atau 5 sendok makan untuk seluruh asupan makan per hari.

“Batas batas inilah yang harus diperhatikan dalam konsumsi makanan terutama makanan lebaran yang notabene mengandung banyak lemak, garam dan gula,” jelas Christina.

Asupan gula, garam dan lemak yang berlebih dalam waktu lama akan meningkatkan risiko penyakit tidak menular lain seperti diabetes, jantung, hipertensi.

“Dan sebenarnya, makanan khas lebaran seperti rendang, sambal goreng, hingga opor pastinya bukan makanan yang hanya dimakan setahun sekali saat Lebaran. Makanan-makanan ini rata-rata juga banyak dijual di rumah makan atau dimasak di rumah,” ujar Christina.

Oleh sebab itu Christina menyarankan supaya lebih pintar dalam mengenali batas diri terhadap makanan, apalagi jika sudah memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes, kolesterol tinggi, jantung dan hipertensi yang lama.

“Sudah pasti jumlah asupan makanan bersantan dan gula tinggi harus diatur dan diperhatikan kembali,” tambah Christina.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Hari Kemerdekaan, Intip Promo E-Commerce hingga Dompet Digital
apahabar.com

Gaya

Dikepung Asap, 5 Foto Cantik Ini Tunjukkan Kota Banjarmasin Tak Kehilangan Pesona
harga ikan koi

Gaya

Intip Harga Ikan Koi Terbaru, dari Ratusan Ribu hingga Jutaan Rupiah
apahabar.com

Gaya

Begini Modifikasi Mobil untuk Cegah Penularan Covid-19
apahabar.com

Gaya

Takut Covid-19 Saat Liburan, Ikuti Cara Agar Tak Tertular
apahabar.com

Gaya

Tetap Tampil Cantik saat Puasa, Berikut Tips Ala Beauty AdvisorĀ 
apahabar.com

Gaya

Lebanon Legalisasi Tanaman Ganja untuk Kebutuhan Medis
apahabar.com

Gaya

Bosan Makan Daging, Mi Instan Bisa Dibuat Bergizi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com