3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Anda Harus Tahu, Batas Toleransi Tubuh pada Makanan Bersantan

- Apahabar.com Selasa, 26 Mei 2020 - 05:30 WIB

Anda Harus Tahu, Batas Toleransi Tubuh pada Makanan Bersantan

Ilustrasi makanan bersantan. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Pola makan setelah Ramadan usai, otomatis berubah.

Kini, kebiasaan makan/minum di siang hari tidak ada larangan lagi.

Namun, tahukah Anda? Setiap orang memiliki batas toleransinya masing-masing pada makanan bersantan.

Ada yang kuat makan banyak cabai atau santan, ada yang makan sedikit saja sudah langsung diare.

“Orang yang memiliki riwayat masalah pencernaan maka sebaiknya hindari makanan pedas dan bersantan karena akan menimbulkan diare,” ujar ahli gizi dari Rumah Sakit Mayapada Kuningan, Christina Andhika Setyani, Senin (25/5).

Yang bisa dilakukan adalah menyadari dan mengenali batas kemampuan diri soal makanan.

Christina menjelaskan secara umum Kementerian Kesehatan menyarankan tingkat konsumsi normal untuk gula adalah 54gr (4sdm), garam 2000mg, natrium 1 sendok teh dan lemak atau minyak 72 gr atau 5 sendok makan untuk seluruh asupan makan per hari.

“Batas batas inilah yang harus diperhatikan dalam konsumsi makanan terutama makanan lebaran yang notabene mengandung banyak lemak, garam dan gula,” jelas Christina.

Asupan gula, garam dan lemak yang berlebih dalam waktu lama akan meningkatkan risiko penyakit tidak menular lain seperti diabetes, jantung, hipertensi.

“Dan sebenarnya, makanan khas lebaran seperti rendang, sambal goreng, hingga opor pastinya bukan makanan yang hanya dimakan setahun sekali saat Lebaran. Makanan-makanan ini rata-rata juga banyak dijual di rumah makan atau dimasak di rumah,” ujar Christina.

Oleh sebab itu Christina menyarankan supaya lebih pintar dalam mengenali batas diri terhadap makanan, apalagi jika sudah memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes, kolesterol tinggi, jantung dan hipertensi yang lama.

“Sudah pasti jumlah asupan makanan bersantan dan gula tinggi harus diatur dan diperhatikan kembali,” tambah Christina.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Luncurkan Galaxy A31, Samsung Klaim Tingkatkan Kapasitas Baterai dan Kamera

Gaya

Catat, Ini Waktu Terbaik Minum Air Putih Versi Dokter
apahabar.com

Gaya

Gugus Tugas Jelaskan Protokol Saat Menerima Kiriman Barang
apahabar.com

Gaya

Planet Pasta Indonesia Banjarmasin, Menikmati Menu Italia Layaknya di Rumah Sendiri
apahabar.com

Gaya

Intip Tips Berpuasa Ala Polwan Cantik Ini
apahabar.com

Gaya

Wadai Sagu, Kudapan Khas Kandangan yang Masih Diburu
apahabar.com

Gaya

Tips ‘Terlihat’ Senyum Saat pakai Masker
apahabar.com

Gaya

Viral, Nama Anak Unik Panjang Capai 50 Huruf
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com