Kena Tipu Oknum ASN, Belasan Tukang Sapu Geruduk Pemkot Banjarmasin Temui Pacar, Begal Sadis di Gunung Kayangan Pelaihari Ditembak Petugas Begal Sadis di Gunung Kayangan Ditembak Sebelum Beraksi di Bali Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD

Anggota Dewan Minta Perawat Reaktif Rapid Tes Diisolasi di Eks Akper Barabai

- Apahabar.com Senin, 18 Mei 2020 - 20:28 WIB

Anggota Dewan Minta Perawat Reaktif Rapid Tes Diisolasi di Eks Akper Barabai

Ilustrasi. Foto-Merdeka.com

apahabar.com, BARABAI – Anggota DPRD Hulu Sungai Tengah (HST) dari Komisi III, Tajudin keberatan dengan sikap Dinas Kesehatan (Dinkes) yang memperbolehkan isolasi mandiri para tenaga kesehatan (nakes).

Seperti yang diberitakan apahabar.com sebelumnya, sebanyak 14 perawat dari berbagai puskesmas di HST dinyatakan reaktif hasil rapid tes.

Hal itu diketahui setelah Dinkes melakukan rapid test terhadap 736 warga HST. Hasilnya 23 orang reaktif, 14 diantaranya nakes. Selain itu, 2 orang keluarga nakes tadi juga reaktif.

Ke 14 Nakes, sesuai SOP penanganan Covid-19, mereka diminta melakukan isolasi mandiri.

Tajudin menilai hal itu tidak adil. Mengingat para OTG atau orang tanpa gejala klaster Gowa, Sulawesi Selatan asal HST sebelumnya pernah diisolasi selama 10 hari di rumah singgah Eks Akper Murakata, Barabai.

Dia berharap, petugas medis atau siapa saja yang dinyatakan reaktif, harus diisolasi di rumah singgah. “Kalau di rumah sendiri, kita tidak pernah tau. Dia bisa saja jalan-jalan ke pasar, ATM atau kemanapun yang tidak terpantau petugas. Justru itu akan menambah parah penyebaran COVID-19 di HST,” kata Tajudin saat rapat bersama antara Tim Gugus Tugas Covid-19 dengan para dewan di DPRD HST, Senin (18/5).

Menanggapi itu, Bupati HST HA Chairanyah ditemui apahabar.com usai rapat mengatakan, petugas kesehatan yang reaktif itu tanpa gejala alias tidak  berstatus orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam perawatan (PDP).

“Masih dibolehkan isolasi mandiri di rumah namun tetap dengan pemantauan petugas kesehatan dan dibebastugaskan untuk sementara,” kata bupati

Kepala Dinas Kesehatan HST, drg Kusudiarto menambahkan, sesuai SOP penanganan Covid-19, para Nakes yang reaktif itu harus melakukan isolasi mandiri.

“Kalau tidak memungkinkan dilakukan isolasi di rumah karena banyak penghuninya, maka baru dilakukan isolasi di rumah singgah,” kata Kusudiarto.

Mereka yang reaktif dari hasil rapid test 14 Mei tadi, akan di-rapid tes lagi untuk kedua kalinya.

“Ini terus di-tracking oleh petugas kesehatan yang lain. Selasa atau Rabu ini akan kita rapid tes lagi,” tutup Kusudiarto.

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Berkah Ramadan, Kompol Ukkas M. Kitta Bagikan Puluhan Paket Sembako
Tapin

Kalsel

Nikah Massal di Tapin, Jangan Lagi Ada Pasangan Tak Berdokumen
apahabar.com

Kalsel

Kuota Belum Terpenuhi, Disdik Kota Banjarmasin Beri Tenggat Waktu Hingga Pertengahan Juli
apahabar.com

Kalsel

Direktur Binmas Polda Kalsel Cek Lokasi Banjir di Tala
apahabar.com

Kalsel

Selama Ramadan, 33 Warga Tapin Berlebaran di Bui
apahabar.com

Kalsel

Edan, Satu Keluarga di Balangan Terlibat Pencurian di Sekolah
apahabar.com

Kalsel

Lewat Musik, Musisi Banjarmasin Galang Dana untuk Penderita Tumor
apahabar.com

Kalsel

Nahas, Tersenggol Vixion Kakek 85 Tahun Tewas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com