Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Antisipasi Ledakan OTG, Kantor Camat Alalak Disulap Jadi Karantina

- Apahabar.com Kamis, 28 Mei 2020 - 16:47 WIB

Antisipasi Ledakan OTG, Kantor Camat Alalak Disulap Jadi Karantina

Ratusan warga Kecamatan Alalak dijadwalkan kembali menjalani rapid test, Sabtu (30/5). Foto: Humpro Setda Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Segera melakukan rapid test massal, Kecamatan Alalak juga mulai menyulap kantor menjadi tempat karantina.

Direncanakan rapid test masal dilakukan dengan metode sampling, Sabtu (30/5). Ini merupakan tes massal kedua di Alalak, setelah aksi serupa yang digelar 18 Mei lalu.

Sama seperti sebelumnya, lokasi yang menjadi sasaran adalah kompleks perumahan, perkampungan padat penduduk dan pasar tradisional.

“Kami sudah menyiapkan sekitar 400 alat rapid test untuk masyarakat yang berada di Kecamatan Alalak,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Barito Kuala, dr Azizah Sri Widari, Kamis (28/5).

“Sampai sekarang kami sudah mendata 160 warga Desa Semangat Dalam. Selebihnya kami juga menyasar warga Alalak Pulau dan Pulau Sugara,” sambungnya.

Dalam rapid test massal sebelumnya di Kelurahan Handil Bakti, Berangas dan Desa Semangat Dalam, 25 warga dinyatakan reaktif dan langsung menjalani swab test.

Sembari menunggu hasil swab test selama sekitar sepuluh hari, orang tanpa gejala (OTG) itu kemudian dikarantina di Mess KTM di Marabahan.

Namun dalam rapid tes massal ke depan, warga Alalak yang reaktif tidak lagi dikarantina di Mess KTM. Sudah disiapkan tempat karantina di aula kantor Kecamatan Alalak.

“Mengingat daya tampung mess KTM yang cuma 30 tempat tidur, lantas bupati Batola menginstruksikan agar Alalak memanfaatkan kantor kecamatan sebagai tempat karantina,” beber Azizah.

“Masyarakat sebenarnya dapat melakukan isolasi mandiri di rumah. Tetapi mereka harus disiplin guna mengurangi potensi menulari orang lain. Pun kondisi rumah mesti ideal membatasi pertemuan dengan penghuni lain,” tambahnya.

Sementara jumlah total OTG di Batola telah mencapai 121 orang. Marabahan mendominasi dengan 40 orang, disusul Alalak 36 orang, Rantau Badauh 13 orang dan Tamban 11 orang.

Kemudian Tabunganen 7 orang, Mandastana 6 orang, Barambai 3 orang, serta Cerbon dan Anjir Pasar 2 orang.

Di sisi lain, jumlah pasien positif yang masih menjalani perawatan berjumlah 57 orang. Juga terdapat 4 Pasien Dalam Perawatan (PDP).

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Batola

Marabahan Juara Festival Habsy Batola
apahabar.com

Pemkab Batola

Tak Cuma Juara, Sasirangan Batola Juga Berdesain Limited Edition
apahabar.com

Pemkab Batola

Pamsimas Berakhir 2020, IPAB Jejangkit Timur Bisa Menjadi Pengganti
apahabar.com

Pemkab Batola

Menu Jejangkit Dominasi Festival Pangan Lokal dan Ikan Batola
apahabar.com

Pemkab Batola

Dapat Ponten Bagus, Marabahan Kembali Incar Adipura
apahabar.com

Pemkab Batola

Meski Lepas Target, Reforma Agraria Batola Paling Aktif
apahabar.com

Pemkab Batola

Bupati Batola Terima Penghargaan WTP
apahabar.com

Pemkab Batola

Sekali Klik Silada Jamutaru, Seisi PUPR Batola Terbuka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com