Tak Sempat Telan Sabu, Warga Amuntai Keburu Diringkus Satresnarkoba HSU Pemerintah Tetapkan 1,3 Juta Formasi CPNS 2021 Pandemi Covid-19, Wakil Rakyat Banjarmasin Malah Minta Mobil Baru Gegara Bakar Sarang Tawon, Rumah di Balikpapan Baru Nyaris Ludes Patroli Gabungan di Tabalong, Petugas Sita Puluhan Elpiji 3 Kg!

Apes, Puluhan Travel Gelap Gagal Selundupkan Pemudik

- Apahabar.com Jumat, 22 Mei 2020 - 15:46 WIB

Apes, Puluhan Travel Gelap Gagal Selundupkan Pemudik

Sejumlah travel diciduk oleh kepolisian karena berupaya untuk menyelundupkan pemudik. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – 95 unit kendaraan tanpa izin yang dijadikan travel gelap atau ilegal untuk membawa pemudik dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur terjaring razia.

Razia itu digelar oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Terhitung pada Kamis (21/5), polisi mengamankan 95 unit kendaraan bermotor yang terdiri dari dua unit bus, 40 unit minibus, dan 53 unit mobil pribadi.

“Kegiatan ini merupakan Operasi Khusus Penertiban Kendaraan Bermotor yang tidak memiliki izin trayek dan dilakukan oleh rekan-rekan Ditlantas Polda Metro Jaya. Jadi dalam kegiatan ini kami menemukan masih banyak orang yang berusaha untuk mudik ke daerah. Dari hasil operasi ini berhasil menggagalkan 719 orang yang ingin mudik,” jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/5).

Berdasarkan data yang dilansir oleh Polda Metro Jaya, sejak operasi ini dijalankan pada 24 April lalu, telah berhasil disita sebanyak 377 kendaraan dan mencegah 2.225 orang yang akan mudik.

Dirjen Budi mengatakan bahwa dalam operasi ini pihaknya bekerja sama dengan kepolisian untuk mencegah masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dari sekitar Jabodetabek.

“Kegiatan ini kami gencarkan untuk antisipasi lonjakan selama arus mudik terutama hari-hari sebelum Lebaran. Apalagi selama belum ada pencabutan larangan mudik oleh pemerintah, maka operasi ini akan kami lakukan terus untuk mencegah masyarakat bepergian agar mengurangi penyebaran Covid-19,” tambah Budi.

Berdasarkan keterangan Ditlantas Polda Metro Jaya, modus operandi travel gelap ini adalah dengan cara menawarkan dari mulut ke mulut dan media sosial.

Harga tiket yang ditawarkan juga cukup mahal berkisar Rp500.000 untuk ke Brebes atau Cilacap, padahal harga normal hanya Rp150.000.

Untuk para pengemudi akan dikenakan saksi tilang dengan dijerat Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp500.000 atau kurungan penjara maksimal dua bulan.

“Setelah pengemudi maupun penumpang ini dicatat datanya dan ditilang, maka akan dipersilahkan kembali. Sementara penumpang akan kami angkut untuk diantar ke terminal Pulogebang,” kata Dirjen Budi. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 2.956 Positif, 222 Sembuh, 240 Meninggal
apahabar.com

Nasional

Anggota Polisi dan Istrinya Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Kepala
apahabar.com

Nasional

Ridho Rhoma Kembali ke Penjara, MA Perberat Hukumannya
Presiden Joko Widodo

Nasional

Puncak HPN 2021, Jokowi: Terima Kasih Insan Pers
apahabar.com

Nasional

Kronologis Oknum Polisi Mabuk di Bulukumba Sulsel Nekat Todong Kapolsek dengan Pistol
apahabar.com

Nasional

Pecahkan Rekor, Pasien Sembuh Covid-19 di Jakarta Tembus 2.122 Orang
apahabar.com

Nasional

Polisi Tetapkan 87 Pengunjuk Rasa UU Cipta Kerja di Jakarta Sebagai Tersangka
apahabar.com

Nasional

Jusuf Kalla Perkirakan Covid-19 di Indonesia Baru Bisa Selesai 2022
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com