Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Apes, Puluhan Travel Gelap Gagal Selundupkan Pemudik

- Apahabar.com Jumat, 22 Mei 2020 - 15:46 WIB

Apes, Puluhan Travel Gelap Gagal Selundupkan Pemudik

Sejumlah travel diciduk oleh kepolisian karena berupaya untuk menyelundupkan pemudik. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – 95 unit kendaraan tanpa izin yang dijadikan travel gelap atau ilegal untuk membawa pemudik dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur terjaring razia.

Razia itu digelar oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Terhitung pada Kamis (21/5), polisi mengamankan 95 unit kendaraan bermotor yang terdiri dari dua unit bus, 40 unit minibus, dan 53 unit mobil pribadi.

“Kegiatan ini merupakan Operasi Khusus Penertiban Kendaraan Bermotor yang tidak memiliki izin trayek dan dilakukan oleh rekan-rekan Ditlantas Polda Metro Jaya. Jadi dalam kegiatan ini kami menemukan masih banyak orang yang berusaha untuk mudik ke daerah. Dari hasil operasi ini berhasil menggagalkan 719 orang yang ingin mudik,” jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/5).

Berdasarkan data yang dilansir oleh Polda Metro Jaya, sejak operasi ini dijalankan pada 24 April lalu, telah berhasil disita sebanyak 377 kendaraan dan mencegah 2.225 orang yang akan mudik.

Dirjen Budi mengatakan bahwa dalam operasi ini pihaknya bekerja sama dengan kepolisian untuk mencegah masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dari sekitar Jabodetabek.

“Kegiatan ini kami gencarkan untuk antisipasi lonjakan selama arus mudik terutama hari-hari sebelum Lebaran. Apalagi selama belum ada pencabutan larangan mudik oleh pemerintah, maka operasi ini akan kami lakukan terus untuk mencegah masyarakat bepergian agar mengurangi penyebaran Covid-19,” tambah Budi.

Berdasarkan keterangan Ditlantas Polda Metro Jaya, modus operandi travel gelap ini adalah dengan cara menawarkan dari mulut ke mulut dan media sosial.

Harga tiket yang ditawarkan juga cukup mahal berkisar Rp500.000 untuk ke Brebes atau Cilacap, padahal harga normal hanya Rp150.000.

Untuk para pengemudi akan dikenakan saksi tilang dengan dijerat Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp500.000 atau kurungan penjara maksimal dua bulan.

“Setelah pengemudi maupun penumpang ini dicatat datanya dan ditilang, maka akan dipersilahkan kembali. Sementara penumpang akan kami angkut untuk diantar ke terminal Pulogebang,” kata Dirjen Budi. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Stabilitas Terjaga, Prospek Perekonomian Indonesia Diyakini Membaik
apahabar.com

Nasional

Jokowi Salurkan Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19 di 15 Kota
apahabar.com

Nasional

Petaka Tumpahan Minyak Balikpapan, Kompak Resmi Gugat Pemerintah !
apahabar.com

Nasional

Gempa 6,5 SR Guncang Halmahera Barat
apahabar.com

Nasional

Terkait Ucapan BW, Presiden Minta Jangan Merendahkan MK
apahabar.com

Nasional

Mengenal Kanker Paru yang Diderita Sutopo
apahabar.com

Nasional

Mensesneg: Reshuffle Tidak Relevan Lagi Bila Kabinet Bekerja Bagus
apahabar.com

Nasional

PBNU: Pembunuhan Pekerja di Papua Kejahatan Kemanusiaan Serius
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com