7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin

April 2020, Pasar Mobil Indonesia Anjlok 90,6 Persen

- Apahabar.com Minggu, 17 Mei 2020 - 05:00 WIB

April 2020, Pasar Mobil Indonesia Anjlok 90,6 Persen

Deretan mobil siap dikirimkan. Foto-Antara/Aprillio Akbar

apahabar.com, JAKARTA – Penjualan mobil di Indonesia pada April 2020 tercatat hanya 7.871 unit, merosot tajam hingga 90,63 persen jika dibandingkan April 2019 sejumlah 84.056 unit.

Semua merek mengalami penurunan pada April, dimana masyarakat diimbau untuk tetap di rumah guna mencegah sebaran Covid-19.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), Sabtu (16/05), merosotnya penjualan bulan April 2020 mengikuti tren penurunan sejak bulan-bulan sebelumnya.

Pada Maret 2020 sebanyak 76.811 unit misalnya, menjadi yang terendah dalam delapan bulan berturut-turut sejak Juni 2019. Pada Februari sebanyak 79.645 unit, Januari 80.435 unit, sedangkan Desember 2019 sebanyak 91.240 unit.

Sebelumnya, penjualan terendah dalam periode setahun ke belakang terjadi pada Juni 2019 sebanyak 59.600 unit. Hal itu karena bertepatan libur Lebaran yang membuat aktivitas diler tidak maksimal.

Toyota yang mengalami kenaikan penjualan pada Maret 2020 — dari 25.180 unit pada Februari 2020 menjadi 26.346 unit — juga tidak luput dari penurunan penjualan pada April.

Pabrikan berlogo tiga elips itu hanya melepas 2.093 unit mobil pada April. Sedangkan Daihatsu, dari 18.162 mobil pada Maret, hanya menjual 1.330 mobil pada bulan lalu.

Mitsubishi sebanyak 1.113 unit dari 10.359 pada Maret, Honda sebanyak 1.183 mobil dari 12.068 mobil pada bulan sebelumnya, sedangkan Suzuki 1.042 unit dari 5.085 mobil.

Sejumlah perwakilan agen pemegang merek di Indonesia menyebut turunnya penjualan itu disebabkan Covid-19 yang membuat orang-orang tidak memerlukan mobil untuk berpergian.

Faktor lainnya adalah skema ketat yang dilakukan lembaga pembiayaan (leasing) dalam memberikan kredit kendaraan selama pandemi COVID-19. Hal itu dilakukan untuk menjaga pembiayaan dari risiko kredit macet.

“Dengan adanya koreksi dari faktor ekonomi, terus ditambah lagi dengan adanya beberapa hal lain seperti PSBB yang dapat membatasi pergerakan orang termasuk kami, kemudian pergerakan dari leasing juga merupakan faktor yang penting,” kata Anton Jimmy Suwandy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor dalam video konferensi beberapa waktu lalu.

“Kami prihatin dengan kondisi pasar yang saat ini mengalami penurunan secara drastis akibat wabah Covid-19. Kami berharap kondisi ekonomi Indonesia dapat segera pulih dan pasar otomotif bangkit dan berkembang kembali,” kata Marketing Director PT ADM, Amelia Tjandra.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ahok Nyatakan Siap Bantu Dirut Pertamina Nicke Widyawati
apahabar.com

Ekbis

Meski Sentimen Negatif Membayangi, Rupiah Tetap Menguat
apahabar.com

Ekbis

Banjarmasin Nambah Tempat Nongkrong, Cafe Rumah The Panasdalam Resmi Dibuka
apahabar.com

Ekbis

Sempat Perkasa Tiga Hari, Kini Rupiah Jadi Paling Buruk di Asia
apahabar.com

Ekbis

Sri Mulyani: Lembaga Internasional Sambut Positif UU Cipta Kerja
apahabar.com

Ekbis

Pupuk Indonesia Catatkan Pendapatan Rp 71,25 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Libur Natal dan Tahun Baru, BI Siapkan Uang Tunai Rp 105 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Jika Bersalah, Erick Thohir Minta Karyawan Garuda Mundur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com