Kopi Liberika Diminati Mancanegara, SPI Kalsel Sebut Mutiara Hitam Gambut Keren! OB-Sekuriti UIN Antasari Banjarmasin Juga Divaksin OTT KPK di Amuntai, Pegawai Kaget Ruang Kerja Bupati HSU Sudah Disegel Siang Ini, KSAL Bareng Menko Perekonomian Kunker Tinjau Vaksinasi-Replanting di Kotabaru Raperda Pajak HST Tuai Kritik, Jangan Matikan Usaha Kecil

AS-China Tegang, Rupiah Melemah

- Apahabar.com     Jumat, 29 Mei 2020 - 12:33 WITA

AS-China Tegang, Rupiah Melemah

Ilustrasi uang. Foto: Pixabay

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank melemah seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China, Jumat (29/5) pagi.

Pada pukul 09.41 WIB, rupiah melemah 10 poin atau 0,07 persen menjadi Rp14.725 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.715 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan sentimen negatif dari peningkatan ketegangan antara AS dan China mulai menguat. Sehingga menekan turun harga aset-aset berisiko.

“Tapi di sisi lain, peningkatan ketegangan AS dan China kelihatannya turut memicu pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap nilai tukar lainnya, karena hubungan AS dan China yang memburuk bisa mendorong pelemahan ekonomi AS,” ujar Ariston.

National People’s Congress (NPC) China telah mengesahkan Undang-Undang Keamanan baru untuk Hong Kong pada Kamis (28/5).

Pengesahan itu dinilai dapat meningkatkan kendali Beijing atas Hong Kong. Hal tersebut berpotensi meningkatkan tensi geopolitik antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu.

Menurut Ariston, nilai tukar rupiah bisa turut tertekan terhadap dolar AS mengikuti sentimen negatif tersebut.

“Namun mungkin pelemahan juga tidak terlalu dalam karena dolar AS sebenarnya juga mendapatkan sentimen negatif dari ketegangan hubungan AS dan China,” kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.650 per dolar AS dan resisten Rp14.780 per dolar AS.

Pada Kamis (28/5) lalu, rupiah ditutup melemah tipis 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp14.715 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.710 per dolar AS. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jokowi

Ekbis

Beda Nasib 2 Proyek Andalan Jokowi di Kalsel, KI Jorong Tak Laku!
apahabar.com

Ekbis

Makin ‘Pedas’, Harga Lombok di Pangkalan Bun Tembus Ratusan Ribu
apahabar.com

Ekbis

Alasan Kementan Musnahkan Jamur Enoki dari Korsel
apahabar.com

Ekbis

Tips Menghindari Jebakan Investasi Bodong
apahabar.com

Ekbis

Dampak Pilpres AS, Emas Dunia Jadi “Gila”
apahabar.com

Ekbis

Permintaan BBM Turun, Pertamina Lakukan Pemeliharaan Kilang
Minyak

Ekbis

Harga Minyak Naik, Didukung Kemajuan Stimulus Fiskal AS
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Resmi Alihkan Participating Interest 10% WK Mahakam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com