Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

AS Memanas Pasca-Kematian George Flyod, Protes Meluas dari LA hingga Chicago

- Apahabar.com Minggu, 31 Mei 2020 - 17:26 WIB

AS Memanas Pasca-Kematian George Flyod, Protes Meluas dari LA hingga Chicago

Pendemo berseru di depan kantor polisi kelima pada hari keempat aksi protes setelah insiden tewasnya George Floyd saat ditahan polisi di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Jumat (29/05). Foto-Reuters/Nicholas Pfosi via Antara

apahabar.com, LOS ANGELES – Gelombang kerusuhan sipil semakin meluas saat para demonstran turun ke jalan untuk melampiaskan kemarahan atas kematian seorang pria kulit hitam, George Flyod di tangan polisi Minneapolis.

Aksi unjuk rasa yang tak sedikit berujung rusuh itu telah digelar selama lima hari berturut-turut di kota-kota besar Amerika Serikat (AS).

Dari Los Angeles, Miami, lalu Chicago protes dipekikan dengan teriakan “Aku tidak bisa bernapas”. Seruan itu menggemakan kata-kata sekarat George Flyod.
Awalnya demonstrasi berjalan damai sebelum berbelok ketika para demonstran memblokir lalu lintas, membakar dan bentrok dengan polisi antihuru hara. Polisi pun menembakkan beberapa gas air mata dan peluru plastik dalam upaya memulihkan ketertiban.

Demonstrasi yang menentang tindakan rasialis aparat ini, membanjiri jalan-jalan. Unjuk arasa memicu krisis di AS di tengah pandemi Covid-19 yang telah menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan dan secara tidak proporsional memengaruhi komunitas minoritas. “Kehidupan hitam itu penting,” teriak mereka.

Sejumlah demontran juga bergerak ke Gedung Putih. Di sana mereka berhadapan dengan polisi yang membawa perisai, beberapa menunggang kuda.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, jika para pengunjuk rasa melanggar batas, maka mereka akan disambut dengan anjing-anjing paling ganas Gedung Putih dan senjata yang paling tidak menyenangkan.

Sementara itu Minnesota National Guard untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia Kedua diaktifkan penuh setelah empat malam pembakaran, penjarahan dan perusakan di beberapa bagian Minneapolis, kota terbesar di negara bagian itu, dan ibu kotanya yang berdekatan, St. Paul.

Gubernur Minnesota Tim Walz mengatakan, pengguaan kekuatan itu perlu karena provokator dari luar memakai protes atas kematian Floyd untuk menabur kekacauan. “Kami diserang,” ujar Walz, gubernur masa jabatan pertama yang dipilih dari Partai Demokrat-Petani-Buruh Partai Minnesota.

Jam malam yang diberlakukan di beberapa kota besar karena Covid-19 diguncang oleh aksi unjuk rasa dalam beberapa hari terakhir, termasuk Atlanta, Los Angeles, Philadelphia, Denver, Cincinnati, Portland, Oregon, dan Louisville, Kentucky. Protes juga berkobar di Dallas, Chicago, Seattle, Salt Lake City dan Cleveland pada Sabtu (30/5) waktu setempat.

Dalam langkah luar biasa, Pentagon mengatakan pihaknya menempatkan unit militer dalam siaga empat jam dan siap jika diminta oleh gubernur Minnesota membantu menjaga perdamaian. Unit Garda Nasional juga dimobilisasi oleh gubernur Ohio, Missouri, Wisconsin dan Tennessee.

Kerusuhan dipicu oleh kematian Floyd yang terlihat di video sedang terengah-engah, sementara seorang perwira polisi kulit putih sedang berlutut di lehernya. Petugas polisi bernama Derek Chauvin akhirnya ditangkap dan didakwa melakukan pembunuhan dan pembunuhan tingkat tiga.

Sedangkan tiga polisi lain yang terlibat dalam kematian Floyd dipecat sebelum penangkapan Chauvin. Jaksa Agung, William Barr, Departemen Kehakiman, termasuk FBI, akan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: apahabar.com - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Awal Tahun Depan, Arab Saudi Berencana Terbitkan Kembali Visa Turis
apahabar.com

Internasional

Hasil Sementara Pilpres Amerika Serikat 2020, Raih 117 Elektoral Vote, Joe Biden Unggul Atas Donald Trump
apahabar.com

Internasional

Facebook Down, WhatsApp Error di Sejumlah Negara
apahabar.com

Internasional

NASA Tunjuk Nokia untuk Bangun Jaringan Seluler di Bulan, 2024 Kirim Manusia Bermukim di Sana
apahabar.com

Internasional

Lindungi Warga AS, Trump Akan Umumkan Pembatasan Visa
apahabar.com

Internasional

Rusia Siapkan Vaksinasi Massal Corona pada Oktober
apahabar.com

Internasional

Uji Coba Mobil Terbang, Bagaimana Hasilnya?
apahabar.com

Internasional

Angka Kematian Covid-19 Brazil Salip Inggris
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com