CEK FAKTA: Covid-19 Jadi Ladang Bisnis RS di Banjarmasin? Duh, Zona Hitam Covid-19 di Banjarmasin Bertambah! Selama Pandemi, Biaya Operasional Bekantan Kalsel Kian Melonjak Belasan Warga Kalsel Terimbas Penyusutan Karyawan Lion Air KPK OTT Bupati Kutai Timur dan Istrinya di Jakarta




Home Kalsel

Senin, 25 Mei 2020 - 20:10 WIB

Baru Lebaran ini, Pelaku Usaha Feri Penyeberangan Banjarmasin-Tamban Mengelus Dada

Redaksi - Apahabar.com

Transportasi sungai berupa feri penyeberangan Banjarmasin-Tamban menjadi akses cepat sebagai penghubung kedua daerah. Pelaku usaha inipun mengeluhkan dengan kondisi sekarang karena keuntungan mereka merosot. Foto-apahabar.com/ Ahya Firmansyah

Transportasi sungai berupa feri penyeberangan Banjarmasin-Tamban menjadi akses cepat sebagai penghubung kedua daerah. Pelaku usaha inipun mengeluhkan dengan kondisi sekarang karena keuntungan mereka merosot. Foto-apahabar.com/ Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Dibandingkan lebaran Idulfitri sebelumnya, baru kali ini pelaku usaha feri penyeberangan Banjarmasin-Tamban harus mengelus dada.

Biasanya momentum lebaran membuat warga ramai pulang pergi naik feri, baik dari Banjarmasin menyeberang ke Tamban (Barito Kuala) atau pun sebaliknya. Sehingga menghasil pundi-pundi rupiah untuk dibawa pulang ke rumah.

Namun lebaran sekarang, mereka kini harus kehilangan 50 persen lebih pendapatannya.

“Ini sudah tidak seperti biasanya, kalau hari lebaran seperti ini kadang pengendara sepeda motor menyeberang ada sampai 600 unit waktu lebaran. Sekarang justru menurun pesat, untuk mencari 300 unit saja susah,” terang Zulkifli pekerja di feri penyeberangan di dermaga Banjar Raya, Banjarmasin, Senin (25/5).

Zulkifli mengatakan, meski kedua pemerintah daerah baik Banjarmasin maupun Kabupaten Batola sudah memperbolehkan membuka jalur penyeberangan untuk feri, nyatanya hanya sedikit orang menggunakan jasa tersebut sebagai moda transportasi ringkas menuju kedua daerah.

Baca juga :  Mengintip Progres Jembatan Pulau Bromo Banjarmasin

“Pemerintah kabupaten mengizinkan dengan catatan harus mengikuti aturan protokol Covid-19. Menggunakan masker, di feri disediakan tempat cuci tangan dan jaga jarak, serta penumpang dikurangi setengahnya, kalau biasa bisa menampung 50, sekarang dibatasi jadi 25 saja,” jelasnya.

Kendati begitu, Zulkifli mengaku untuk memenuhi 25 orang saja dalam sekali berangkat sudah sangat sulit. Bahkan terkadang hanya ada 10 sampai 15 penumpang menyeberang.

“Sebelumnya memang usaha feri penyeberangan ini ditutup selama satu bulan lebih. Baru dibuka satu minggu terakhir ini sampai dengan hari lebaran sekarang dengan ketentuan itu tadi. Tapi nyatanya belum seramai dulu,” ujar pria akrab disapa Amang Izul.

Amang Izul pun mengaku hal ini dikarenakan imbas wabah Covid-19 dan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di dua daerah.

Baca juga :  Pakai Strategi Khusus, Proyek Kutabamara Jalan Terus

“Kalau di Dermaga Banjar Raya (Banjarmasin) menuju Saka Kajang (Tamban) di hari normal sebelum covid-19 bisa mengangkut 400 penumpang satu buah feri saja. Di sini ada dua feri yang beroperasi. Itu ditopang karena anak sekolah, PNS, mahasiswa yang kuliah. Jadi, aktivitas itu ditopang karena kerja dan sekolah, selama wabah ini sudah tidak ada lagi,” tukasnya.

Sementara salah seorang penumpang, Taufik menyebut, dengan adanya feri penyeberangan menjadi akses tercepat menuju kedua daerah, bagi warga Tamban yang hendak berurusan di Banjarmasin.

“Keberadaan feri ini penting, sebab satu-satunya akses cepat menuju kedua daerah tercepat. Kalau ini ditutup akan menyulitkan warga karena harus memutar jauh kalau mau ke Banjarmasin,” tandas warga Tamban ini.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jelang Pilgub Kalsel 2020, Mungkinkah Paman Birin Melawan Kotak Kosong?
apahabar.com

Kalsel

Fazlur Rahman: Dualisme Organisasi Jadi PR DPP KNPI
apahabar.com

Kalsel

Tak Taati Protokol Kesehatan, Toko Pedagang Bakal Disegel
apahabar.com

Kalsel

Ini Pelayanan Posko Mudik Hingga Arus Balik di Balangan
apahabar.com

Kalsel

Satu Anggota Polres Banjarbaru Terinfeksi Covid-19, Diisolasi di RS Idaman
apahabar.com

Kalsel

67 Titik di Pegunungan Meratus Ditetapkan Sebagai Geopark
apahabar.com

Kalsel

Terungkap! 6 Titik Hotspot Ini Jadi Penyumbang Asap di Area Bandara
apahabar.com

Kalsel

Dahsyatnya Kebakaran Kelayan Luar: Mengambil Dompet Saja Arul Tak Sempat, Apalagi Buku Nikah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com