Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Batola Tambah Lokasi Karantina, Khusus PDP dan OTG

- Apahabar.com Jumat, 22 Mei 2020 - 16:32 WIB

Batola Tambah Lokasi Karantina, Khusus PDP dan OTG

Mess KTM di Jalan Jenderal Sudirman yang dijadikan lokasi karantina khusus PDP dan OTG. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Setelah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Barito Kuala (Batola) akhirnya menggunakan Mess KTM di Jalan Jenderal Sudirman Marabahan sebagai lokasi karantina.

Dalam bangunan yang dikelola Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Batola itu, khusus menampung Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Dengan kapasitas 30 tempat tidur, Mess KTM dikhususkan OTG dan ODP,” jelas juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GGTP) Covid-19 Batola, dr Azizah Sri Widari, Jumat (22/5).

Disisi lain SKB masih difungsikan sebagai tempat karantina pasien konfirmasi positif Covid-19 yang tidak bergejala.

“Pemindahan ini sekaligus menjawab keluhan soal percampuran pasien positif dengan OTG dan ODP. Seiring kebijakan ini, 21 OTG di SKB langsung dipindahkan,” imbuh Azizah.

Terdapat 19 pasien positif tanpa gejala di SKB dari total 49 pasien yang masih dalam perawatan.

Kemudian 8 pasien di RSUD Abdul Aziz Marabahan dan 3 di RS Ansari Saleh Banjarmasin.

Sedangkan 19 pasien lain telah dikirim ke karantina provinsi di Balai Pendidikan dan Pelatihan Diklat (BPPD) maupun Bapelkes di Banjarbaru.

“Sesuai arahan Gubernur melalui GGTP Covid-19 Kalsel, pasien positif tanpa gejala secepatnya dipindahkan ke karantina provinsi. Sementara pasien positif bergejala langsung dibawa ke rumah sakit rujukan,” beber Azizah.

Mengurangi keberadaan pasien positif tanpa gejala di rumah sakit, juga berkaitan dengan faktor psikologis si pasien.

Ketika berada di rumah sakit, pasien diharuskan terus-menerus berada di ruangan tanpa kesempatan merasakan sinar matahari langsung maupun berolahraga di ruang terbuka.

“Idealnya pasien tanpa gejala dikarantina di ruang terbuka, bukan dengan sistem isolasi terkunci,” sahut dr Faturrahman, Direktur RSUD Abdul Aziz.

“Namun karena dikarantina di rumah sakit, mereka tak dimungkinkan berjemur atau berolahraga lantaran terdapat pasien umum lain,” sambungnya.

Hanya tidak semua pasien dapat dikirim ke karantina provinsi. “Beberapa di antaranya bersikeras berada di Marabahan dengan alasan ingin tetap dekat keluarga,” tukas Azizah.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

HUT TNI ke-75, Koramil 1007-03/BBT Bagikan Bantuan ke Pondok Pesantren
apahabar.com

Kalsel

Ramalan BMKG, Hujan Lagi Siang Ini
apahabar.com

Kalsel

Polsek Rantau Badauh Salurkan Bansos Alumni Akpol 1991
apahabar.com

Kalsel

Rosehan Apresiasi ‘Kartini’ Terjun ke Dunia Politik
apahabar.com

Kalsel

Masih Zona Merah, Batola Tunda Sekolah Tatap Muka
lapas

Kalsel

Jegal Penyelundupan Narkoba, 4 Petugas Lapas-Rutan di Kalsel Raih Penghargaan

Kalsel

Kalsel Belum Bebas Karhutla, 6 Wilayah Tertutup Kabut Asap Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Ultah, Bos BKW Bangun Musala ‘Tajerian Noor’ di Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com