Tagihan Listrik di Kalsel-Teng Membengkak? PLN Ungkap Penyebabnya Jumatan Perdana di Banjar, 4 Masjid Dijaga Ketat TNI-Polri PSBB Berakhir, Duta Mall Segera Buka Bioskop dan Amazon? Jadi Contoh, Jemaah Masjid Miftahul Ihsan Malah Tak Disiplin Keseringan di Lapangan, Dua ASN di Banjarmasin Positif Covid-19




Home Kalsel

Jumat, 22 Mei 2020 - 16:32 WIB

Batola Tambah Lokasi Karantina, Khusus PDP dan OTG

rifad - Apahabar.com

Mess KTM di Jalan Jenderal Sudirman yang dijadikan lokasi karantina khusus PDP dan OTG. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

Mess KTM di Jalan Jenderal Sudirman yang dijadikan lokasi karantina khusus PDP dan OTG. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Setelah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Barito Kuala (Batola) akhirnya menggunakan Mess KTM di Jalan Jenderal Sudirman Marabahan sebagai lokasi karantina.

Dalam bangunan yang dikelola Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Batola itu, khusus menampung Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Dengan kapasitas 30 tempat tidur, Mess KTM dikhususkan OTG dan ODP,” jelas juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GGTP) Covid-19 Batola, dr Azizah Sri Widari, Jumat (22/5).

Disisi lain SKB masih difungsikan sebagai tempat karantina pasien konfirmasi positif Covid-19 yang tidak bergejala.

“Pemindahan ini sekaligus menjawab keluhan soal percampuran pasien positif dengan OTG dan ODP. Seiring kebijakan ini, 21 OTG di SKB langsung dipindahkan,” imbuh Azizah.

Baca juga :  Demi Isolasi Pasien Covid-19, Kelas I dan II RSUD Abdul Aziz Ditutup

Terdapat 19 pasien positif tanpa gejala di SKB dari total 49 pasien yang masih dalam perawatan.

Kemudian 8 pasien di RSUD Abdul Aziz Marabahan dan 3 di RS Ansari Saleh Banjarmasin.

Sedangkan 19 pasien lain telah dikirim ke karantina provinsi di Balai Pendidikan dan Pelatihan Diklat (BPPD) maupun Bapelkes di Banjarbaru.

“Sesuai arahan Gubernur melalui GGTP Covid-19 Kalsel, pasien positif tanpa gejala secepatnya dipindahkan ke karantina provinsi. Sementara pasien positif bergejala langsung dibawa ke rumah sakit rujukan,” beber Azizah.

Mengurangi keberadaan pasien positif tanpa gejala di rumah sakit, juga berkaitan dengan faktor psikologis si pasien.

Baca juga :  Bukan Hamil Duluan, Ini Pemicu Dispensasi Nikah

Ketika berada di rumah sakit, pasien diharuskan terus-menerus berada di ruangan tanpa kesempatan merasakan sinar matahari langsung maupun berolahraga di ruang terbuka.

“Idealnya pasien tanpa gejala dikarantina di ruang terbuka, bukan dengan sistem isolasi terkunci,” sahut dr Faturrahman, Direktur RSUD Abdul Aziz.

“Namun karena dikarantina di rumah sakit, mereka tak dimungkinkan berjemur atau berolahraga lantaran terdapat pasien umum lain,” sambungnya.

Hanya tidak semua pasien dapat dikirim ke karantina provinsi. “Beberapa di antaranya bersikeras berada di Marabahan dengan alasan ingin tetap dekat keluarga,” tukas Azizah.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kantor Imigrasi Banjarmasin Tolak 23 Permohonan Paspor
apahabar.com

Kalsel

Khawatir Stunting, Istri Bupati HST Bekali Kecamatan Limpasu Buku PMT Posyandu
apahabar.com

Kalsel

Pemkab HST Gandeng BI Latih Pengusaha Ikan Tawar di HST
apahabar.com

Kalsel

Operasi Ketupat Intan 2019; Periksa Urine dan Kelayakan Kendaraan Angkutan
apahabar.com

Kalsel

Perubahan Pipa Intake, Air PDAM Batola Menguning
apahabar.com

Kalsel

425 Personel Gabungan Amankan Perayaan Natal di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Ribuan Jemaah Desak Desakan di Haul Datu Amin
apahabar.com

Kalsel

Korban Tenggelam Tak Kunjung Ditemukan, Tim SAR Lakukan Penyisiran