Istri Polisi Korban Penyerangan Mapolsek Daha: NKRI Harga Mati! PDP-Tracking GTPP Tambah Daftar Warga Kalsel Terjangkit Covid-19 Operasi Anti-Teror di Kalsel, Jumlah Pelaku Kemungkinan Bertambah 5 Terduga Teroris Ditangkap, MUI: Kalsel Bukan Zona Aman PSBB Berakhir, THM-Bioskop di Banjarmasin Terancam Mati Suri




Home Nasional

Rabu, 20 Mei 2020 - 21:27 WIB

Belum Dipastikan Aman, Pemerintah Akan Buka 124 Daerah

rifad - Apahabar.com

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. Foto-Humas BNPB/M Arfari Dwiatmodjo

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. Foto-Humas BNPB/M Arfari Dwiatmodjo

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah berencana membuka 124 kabupaten/kota dan tidak ada pengetatan meski pandemi Covid-19 masih terjadi di sebagaian besar wilayah Indonesia dan belum tentu aman.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo usai menghadiri rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Rabu (20/05).

Dia merincikan, daerah itu mulai dari Aceh 14 kabupaten/kota, Banten 1 kabupaten/kota, Bengkulu 1 kabupaten/kota, Gorontalo 1 kabupaten/kota, Jambi 1 kabupaten/kota, Jawa Barat 1 kabupaten/kota, Jawa Tengah 1 kabupaten/kota, Kalimantan Barat 1 kabupaten/kota, Kalimantan Tengah 1 kabupaten/kota.

Selanjutnya Kalimantan Timur 1 kabupaten/kota, Bangka Belitung 1 kabupaten/kota, Kepulauan Riau 4 kabupaten/kota, Lampung 5 kabupaten/kota, Maluku 6, Maluku Utara 5, Nusa Tenggara Timur 15, Papua 18, Papua Barat 6, Riau 2, Sulawesi Barat 1, Sulawesi Selatan 1 kabupaten/kota, Sulawesi Tengah 3 kabupaten/kota, Sulawesi Tenggara 5 kabupaten/kota, Sulawesi Utara 5 kabupaten/kota.

Kemudian Sumatera Barat 2 kabupaten/kota, Sumatera Selatan 5 kabupaten/kota dan Sumatera Utara 16 kabupaten/kota.

“Ke-124 kabupaten kota ini berada di kepulauan artinya secara geografis terjamin keamanannya bila melakukan kontrol dan pengawasan yang lebih ketat,” tambah Doni.

Namun Doni mengaku bahwa 124 kabupaten/kota tersebut belum tentu aman 100 persen selama beberapa hari ke depan.

Baca juga :  Marabahan Digegerkan Kabar Warga Positif Covid-19

“Artinya apa? Setiap saat kasus baru bisa saja muncul di kabupaten/kota tersebut sehingga nanti saat ada tawaran dibuka, diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas dalam 11 bidang yang dikecualikan maka perlu koordinasi dengan kepala daerah,” ujar dia

“Kita ingin mereka siap, tentunya kerja sama komunikasi pusat daerah yang bisa memutuskan untuk bisa mulai pada bidang-bidang tertentu untuk bisa mulai kembali,” sambungnya.

Ia mengutip Executive Director WHO Mike Ryan yang mengakui bahwa kemungkinan virus corona tidak akan pernah hilang.

‘Coronavirus may never go away’, artinya coronavirus sangat mungkin tidak akan pernah hilang, kalau sudah demikian, tentu kita harus memiliki strategi menghadapi kondisi yang tentunya kita akan hidup bersama-sama dengan virus,” ungkap Doni.

Masyarakat pun diminta untuk berlatih menghadapi virus tersebut.

“Ibaratnya dalam suatu kegiatan di pantai, kita mengarungi gelombang untuk berselancar dan ada dua peselancar yang telah diberikan penjelasan. Salah satunya berlatih dengan sungguh-sungguh, yang satu lagi kurang begitu berlatih dengan sungguh-sungguh. Ketika keduanya dilepas, salah satu yang berlatih dengan sungguh-sunggu mampu menyesuaikan dirinya dengan gelombang yang sangat besar, bisa berselancar sampai akhirnya selamat sampai tepi pantai tapi yang satu lagi ketika dilepas tapi tidak memperhatikan teknik dan cara menghadapi gelombang akhirnya tergulung gelombang. Bila kita ingin tetap sukses menghadapi masa pandemi ini maka kita sebagai bangsa harus belajar dengan lebih giat untuk memahami bagaimana virus ini,” jelas Doni.

Baca juga :  Epidemiologi Kalsel Butuh 2,5 Bulan Lagi untuk Konfirmasi Kasus Covid-19

Hingga Rabu (20/05) jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia mencapai 19.189 orang dengan 4.575 orang dinyatakan sembuh dan 1.242 orang meninggal dunia dengan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 11.705 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 44.703 orang dengan total spesimen yang diuji sebanyak 211.883

Kasus positif COVID-19 ini sudah menyebar di seluruh 34 provinsi di Indonesia dengan daerah terbanyak positif yaitu DKI Jakarta (6.236), Jawa Timur (2.496), Jawa Barat (1.876), Jawa Tengah (1.192), Sulawesi Selatan (1.01), Banten (600), Sumatera Selatan (646), Kalimantan Selatan (547), Sumatera Barat (428), Papua (409), Nusa Tenggara Barat (393), Bali (371), Kalimantan Timur (264).(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Melanggar PSBB, 7 Perusahaan di Jakarta Barat Ditutup
apahabar.com

Nasional

Kejati Minta Bantuan Kejagung Buru 34 DPO
apahabar.com

Nasional

Tembus 5 Juta Kasus, Kasus Covid-19 Dunia Capai Rekor Harian Tertinggi
apahabar.com

Nasional

Perjuangan Julie Kalahkan Virus Corona di Tengah Kepanikan Negara
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Buka Peluang Peserta yang Tak Lolos SKD CPNS Ikut SKB
apahabar.com

Nasional

E-Commerce Besar Sikapi Maraknya Penjualan Rapid Test Corona
apahabar.com

Nasional

Kapal Barang Bima-Banjarmasin Karam, ABK Diselamatkan ke Balikpapan
apahabar.com

Nasional

Malam Ini Waspadai Gelombang Tinggi Perairan Jakarta