Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Benarkah Perokok Aman dari Covid-19? Simak Penjelasan WHO

- Apahabar.com Minggu, 10 Mei 2020 - 17:27 WIB

Benarkah Perokok Aman dari Covid-19? Simak Penjelasan WHO

Ilustrasi berhenti merokok. Foto: ottawadentalcare.com

apahabar.com, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa merokok tidak melindungi orang dari virus corona (Covid-19).

Sebaliknya, perokok yang terinfeksi Covid-19 memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit parah dan kematian.

WHO menyatakan hal itu pada Jumat (08/05) lalu menanggapi pertanyaan bahwa beberapa ilmuwan telah menemukan jika perokok kecil kemungkinan dirawat di rumah sakit dengan Covid-19.

Ahli epidemiologi yang juga pemimpin teknis pada tanggapan Covid-19 di Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr. Maria Van Kerkhove, mengatakan pada sebuah konferensi pers bahwa pernyataan itu sama sekali tidak benar.

Ia mengatakan, ada beberapa laporan media tentang studi yang belum ditelaah (peer-review) yang melihat prevalensi merokok di antara orang-orang yang dirawat di rumah sakit dengan kasus Covid-19.

Menurutnya, penelitian itu tidak dirancang untuk mengevaluasi apakah merokok itu melindungi atau tidak dalam bentuk atau format apapun.

“Dan mereka tidak mengatakan bahwa merokok itu protektif. Bahaya tembakau sudah dikenal luas dan kita tahu bahwa jutaan orang meninggal setiap tahun akibat penggunaan tembakau. Covid-19 adalah penyakit pernapasan dan merokok menyebabkan kerusakan pada paru-paru,” kata Van Kerkhove, dilansir di Xinhuanet, Minggu (10/05).

Ia mengemukakan bahwa sejumlah penelitian telah menemukan bahwa merokok justru mengarah pada pengembangan penyakit yang parah. Selain itu, kata dia, merokok menempatkan orang pada risiko lebih tinggi memakai ventilator, dirawat di perawatan intensif, dan akhirnya meninggal.

“Kami tahu bahaya merokok dan kami tahu bahwa perokok, jika mereka terinfeksi Covid-19, memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit parah dan kematian,” ujarnya.(Rep)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Cara Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi untuk Lacak Covid-19
apahabar.com

Gaya

Mengenang Satu Abad Hassan Shadily, Perancang Kamus Indonesia-Inggris
apahabar.com

Gaya

Bergerak Menjadi Cahaya
apahabar.com

Gaya

7 Rekomendasi Aplikasi Edit Foto dan Video
apahabar.com

Gaya

Ragam Kuliner Nusantara Ala Accor Culinary Journey Kalimantan
apahabar.com

Gaya

5 Fakta Menarik yang Tak Banyak Orang Tahu tentang Kopi
apahabar.com

Gaya

Punya Daging Sapi? Yuk Bikin Kebab Sendiri
apahabar.com

Gaya

Ini 4 Fakta Perjuangan Sunarti Melawan Obesitas hingga Tutup Usia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com