Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu Duel Juventus vs Barcelona Liga Champions Malam Ini Tanpa Ronaldo vs Lionel Messi, Link Live Streaming SCTV!

Benarkah Uang Mampu Tularkan Virus Corona? Simak Penjelasannya

- Apahabar.com Jumat, 1 Mei 2020 - 05:15 WIB

Benarkah Uang Mampu Tularkan Virus Corona? Simak Penjelasannya

Ilustrasi - Seorang pekerja menggunakan jas hujan plastik dengan masker wajah dan kacamata pelindung saat menyortir uang kertas yuan China di sebuah bank, di tengah merebaknya wabah virus corona di negara tersebut, di Taiyuan, provinsi Shanxi, China. Foto-Reuters via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Sejak pandemik virus corona berlangsung, masyarakat diharapkan menggunakan uang elektronik sebagai pencegahan penularan, lantas seberapa besar kemungkinan terpapar Covid-19 lantaran uang tunai?

Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), Dr. Moh. Adib Khumaidi, SpOT mengatakan transaksi menggunakan uang tunai memungkinkan untuk menularkan virus corona. Sebab, uang tersebut berpindah dari tangan ke tangan yang tidak diketahui riwayat kebersihannya.

“Saat ada transaksi yang uang tunai dari tangan ke tangan, kita enggak tahu orang yang pegang uang itu tangannya habis apa? Entah pegang kuping, entah tidak cuci tangan atau lainnya, di mana virus dan kuman bisa berpindah ke uang,” kata dr. Adib dalam virtual conference “Positif Gotong Royong Digital”, Kamis (30/04).

Menurut dr. Adib, penelitian sudah membuktikan jika virus corona dapat bertahan di benda seperti kertas dan logam selama 48 jam. Oleh karenanya, penularan melalui uang tunai cukup memungkinkan.

“Bukan hanya uang tunai aja tapi dengan benda-benda tertentu juga. Ada penelitiannya bahwa di benda logam bisa bertahan 24-48 jam. Ini penelitian yang penting, akhirnya kebutuhan uang tunai beralih menjadi uang digital dan ini penting,” jelasnya.

dr. Adib juga mengungkap jika mendeteksi penyebaran virus corona bisa dilakukan menggunakan sinar ultra violet (UV).

“Sekarang ada teori juga untuk menghentikan COVID bisa dengan penggunaan sinar UV, meski tidak membunuh tapi bisa dipergunakan untuk itu. Ya tapi sinar UV kan harus ada alat khususnya. Bisa juga dengan mencelupkan uang ke cairan chloride tapi nanti uangnya rusak,” ujar dr. Adib.

“Kalau hanya disemprot-semprot sanitizer saja ya bisa, tapi itu sifatnya hanya seperti cuci tangan untuk membersihkan dari kuman tapi kalau membunuh virus tidak direkomendasikan,” lanjutnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Mengenang Satu Abad Hassan Shadily, Perancang Kamus Indonesia-Inggris
apahabar.com

Gaya

Kak Seto: Posisikan Diri Jadi Sahabat, Kunci Buat Anak Nyaman di Rumah
apahabar.com

Gaya

Google Tutup Play Music, Diganti YouTube Music
apahabar.com

Gaya

Spesialnya Sepeda ‘Brompton Lokal’ Jokowi, Berapa Harganya?
apahabar.com

Gaya

Jubir Pemerintah: Menggunakan Masker Lebih Penting dari Pelindung Wajah
apahabar.com

Gaya

10 Tips Cegah Flu dan Batuk di Musim Pancaroba
apahabar.com

Gaya

Gila! Patah Tangan, Gitaris Limp Bizkit Ngeband dengan 3 Jari
apahabar.com

Gaya

4 Hal yang Diinginkan Wanita Pada Malam Pertama
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com