Skema Terburuk, BUMA Rekrut Karyawan Besar-besaran di Tabalong Sederet Agenda Wamen Alue Dohong di Kalsel, Tanam Pohon hingga Tinjau Rehabilitasi DAS Manajemen Pama Ungkap Dua Kemungkinan Terburuk Karyawan Bantah Ijazah Rahmad Masud Palsu, Rektor Untri Siap Lapor Balik Satu Warga Kalsel Tertular Corona B117, Pj Safrizal Imbau Perketat Prokes

Benarkah Uang Mampu Tularkan Virus Corona? Simak Penjelasannya

- Apahabar.com Jumat, 1 Mei 2020 - 05:15 WIB

Benarkah Uang Mampu Tularkan Virus Corona? Simak Penjelasannya

Ilustrasi - Seorang pekerja menggunakan jas hujan plastik dengan masker wajah dan kacamata pelindung saat menyortir uang kertas yuan China di sebuah bank, di tengah merebaknya wabah virus corona di negara tersebut, di Taiyuan, provinsi Shanxi, China. Foto-Reuters via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Sejak pandemik virus corona berlangsung, masyarakat diharapkan menggunakan uang elektronik sebagai pencegahan penularan, lantas seberapa besar kemungkinan terpapar Covid-19 lantaran uang tunai?

Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), Dr. Moh. Adib Khumaidi, SpOT mengatakan transaksi menggunakan uang tunai memungkinkan untuk menularkan virus corona. Sebab, uang tersebut berpindah dari tangan ke tangan yang tidak diketahui riwayat kebersihannya.

“Saat ada transaksi yang uang tunai dari tangan ke tangan, kita enggak tahu orang yang pegang uang itu tangannya habis apa? Entah pegang kuping, entah tidak cuci tangan atau lainnya, di mana virus dan kuman bisa berpindah ke uang,” kata dr. Adib dalam virtual conference “Positif Gotong Royong Digital”, Kamis (30/04).

Menurut dr. Adib, penelitian sudah membuktikan jika virus corona dapat bertahan di benda seperti kertas dan logam selama 48 jam. Oleh karenanya, penularan melalui uang tunai cukup memungkinkan.

“Bukan hanya uang tunai aja tapi dengan benda-benda tertentu juga. Ada penelitiannya bahwa di benda logam bisa bertahan 24-48 jam. Ini penelitian yang penting, akhirnya kebutuhan uang tunai beralih menjadi uang digital dan ini penting,” jelasnya.

dr. Adib juga mengungkap jika mendeteksi penyebaran virus corona bisa dilakukan menggunakan sinar ultra violet (UV).

“Sekarang ada teori juga untuk menghentikan COVID bisa dengan penggunaan sinar UV, meski tidak membunuh tapi bisa dipergunakan untuk itu. Ya tapi sinar UV kan harus ada alat khususnya. Bisa juga dengan mencelupkan uang ke cairan chloride tapi nanti uangnya rusak,” ujar dr. Adib.

“Kalau hanya disemprot-semprot sanitizer saja ya bisa, tapi itu sifatnya hanya seperti cuci tangan untuk membersihkan dari kuman tapi kalau membunuh virus tidak direkomendasikan,” lanjutnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Tongkrongan Akhir Pekan, Wisata Kuliner Wasaka dan ‘Mawarung Baimbai’
WhatsApp

Gaya

WhatsApp Tambah Fitur Ini untuk Masuk ke Desktop
apahabar.com

Gaya

Jaga Imun Tubuh dengan Konsumsi Jahe Merah
apahabar.com

Gaya

Penggunaan Gawai Jadi Kebiasaan Baru, Simak Tips Dokter Mata
apahabar.com

Gaya

Dengan Aa Gym, Deddy Corbuzier Bicara Kematian
apahabar.com

Gaya

Tekan Transmisi Covid-19 Baru, Buang Masker Sekali Pakai dengan Benar
apahabar.com

Gaya

Infinix Zero 8 Segera Hadir di Indonesia, Simak bocorannya
China

Gaya

Dua Raksasa Teknologi China Saling Gugat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com