3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Berakhir Malam Ini, Gubernur Minta Palangka Raya Di-PSBB Lagi

- Apahabar.com Minggu, 24 Mei 2020 - 22:16 WIB

Berakhir Malam Ini, Gubernur Minta Palangka Raya Di-PSBB Lagi

Petugas Polisi, TNI, dan Satpol PP berjaga di jalan yang ditutup di Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (13/5). Sejumlah titik di ruas jalan utama pusat kota Palangka Raya ditutup sementara guna memutus rantai penyebaran Covid-19 serta memaksimalkan pelaksanaan PSBB dan memantau pengguna jalan raya yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Foto-Antara

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Palangka Raya akan berakhir malam ini, 24 Mei 2020.

Dalam rapat evaluasi beberapa hari lalu, Pemkot Palangka Raya tidak lagi ingin melanjutkan tahap kedua.

Namun, Pemkot memutuskan akan mengganti penerapan PSBB dengan pembatasan sosial kelurahan humanis (PSKH).

Belakangan, keputusan itu mendapat sorotan Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran.

Orang nomor satu di Kalteng itu meminta agar Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin kembali melanjutkan PSBB.

Hal itu berdasarkan hasil rapat evaluasi penerapan PSBB di Kata Palangka Raya oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah bersama Tim Pakar Epidemiologi, Jumat (23/5).

“Disimpulkan bahwa penerapan PSBB di Kota Palangka Raya direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan pertimbangan kecenderungan kasus konfirmasi positif mengalami pertambahan,” ujarnya.

Pada 11 Mei lalu, sebanyak 55 terkonfirmasi positif menjadi 77, pada 23 Mei 2020.

“Memperhatikan hasil evaluasi tersebut, hendaknya wali kota, dapat mempertimbangkan perpanjangan penerapan PSBB Kota Palangka Raya dengan mempertajam penerapannya pada skala kelurahan zona merah,” jelas dia

Keputusan untuk tidak memperpanjang penerapan PSBB dikhawatirkan menimbulkan persepsi di masyarakat bahwa kasus Covid-19 tidak ada lagi di Palangka Raya.

“Sehingga berpotensi menimbulkan semakin meningkatnya kasus konfirmasi positif di Kota Palangka Raya,” imbuhnya.

Reporter: Ahc23
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Kader PKK Kapuas Timur Kalteng Tambah Wawasan Tentang Stunting dan Covid-19
apahabar.com

Kalteng

18 Nakes di RSUD Doris Sylvanus Positif Covid-19, Ini Sebabnya
apahabar.com

Kalteng

Tim Aksi Sosial Demokrat Kalteng Bantu Pemerintah Lawan Corona
apahabar.com

Kalteng

Tugboat Penarik Tongkang Terbalik di Sungai Barito, 1 ABK Hilang
apahabar.com

Kalteng

KPU Barut Seleksi Calon Anggota PPK di Sembilan Kecamatan
apahabar.com

Kalteng

Dibangun Gotong Royong, Kapolres Kapuas Kalteng Resmikan Rukan Bhabinkamtibmas di Bentuk Jaya
apahabar.com

Kalteng

Mantan Pejabat Kalteng Diminta Kembalikan Aset Daerah
apahabar.com

Kalteng

Polsek Kapuas Timur Bagikan Sembako
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com