Kalsel Tidak Izinkan Tenaga Kerja Asing Masuk Berhasil ke Antariksa, Miliarder Dunia Jeff Bezos Disebut Titisan Alien Demang Lehman Sosok Panglima Perang Banjar, Penelusuran Misteri Kematian dan Makamnya Hari Ini, Belasan Pasien Covid-19 Tanah Bumbu Sembuh! Khawatir Ada Korban, Warga Kotabaru Ramai-Ramai Tangkap Buaya Liar

Berakhir Malam Ini, Gubernur Minta Palangka Raya Di-PSBB Lagi

- Apahabar.com     Minggu, 24 Mei 2020 - 22:16 WITA

Berakhir Malam Ini, Gubernur Minta Palangka Raya Di-PSBB Lagi

Petugas Polisi, TNI, dan Satpol PP berjaga di jalan yang ditutup di Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (13/5). Sejumlah titik di ruas jalan utama pusat kota Palangka Raya ditutup sementara guna memutus rantai penyebaran Covid-19 serta memaksimalkan pelaksanaan PSBB dan memantau pengguna jalan raya yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Foto-Antara

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Palangka Raya akan berakhir malam ini, 24 Mei 2020.

Dalam rapat evaluasi beberapa hari lalu, Pemkot Palangka Raya tidak lagi ingin melanjutkan tahap kedua.

Namun, Pemkot memutuskan akan mengganti penerapan PSBB dengan pembatasan sosial kelurahan humanis (PSKH).

Belakangan, keputusan itu mendapat sorotan Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran.

Orang nomor satu di Kalteng itu meminta agar Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin kembali melanjutkan PSBB.

Hal itu berdasarkan hasil rapat evaluasi penerapan PSBB di Kata Palangka Raya oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah bersama Tim Pakar Epidemiologi, Jumat (23/5).

“Disimpulkan bahwa penerapan PSBB di Kota Palangka Raya direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan pertimbangan kecenderungan kasus konfirmasi positif mengalami pertambahan,” ujarnya.

Pada 11 Mei lalu, sebanyak 55 terkonfirmasi positif menjadi 77, pada 23 Mei 2020.

“Memperhatikan hasil evaluasi tersebut, hendaknya wali kota, dapat mempertimbangkan perpanjangan penerapan PSBB Kota Palangka Raya dengan mempertajam penerapannya pada skala kelurahan zona merah,” jelas dia

Keputusan untuk tidak memperpanjang penerapan PSBB dikhawatirkan menimbulkan persepsi di masyarakat bahwa kasus Covid-19 tidak ada lagi di Palangka Raya.

“Sehingga berpotensi menimbulkan semakin meningkatnya kasus konfirmasi positif di Kota Palangka Raya,” imbuhnya.

Reporter: Ahc23
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Vaksinasi Massal Drive Thru

Kalteng

Polda Kalteng Gelar Vaksinasi Massal Drive Thru
apahabar.com

Kalteng

Polsek Kapuas Hilir Patroli Amankan Gereja
apahabar.com

Kalteng

Kisah Babinsa yang Sumbangkan 4 Sepatu Boots di Musim Karhutla
covid-19 palangka raya

Kalteng

Palangka Raya Masuk Level 4 Covid-19, Simak Dilakukan Wali Kota

Kalteng

Dirjen Perhubungan Darat Tinjau Dermaga Food Estate di Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Habib Ismail Minta Media Proaktif Luruskan Pemberitaan UU Ciptaker
Polsek Kapuas Barat

Kalteng

Polsek Kapuas Barat Cek Feri Penyeberangan Demi Keamanan Penumpang
apahabar.com

Kalteng

Pemancing Temukan Mayat Pria Paruh Baya Mengapung di Sungai Kecil Kebun Sawit Dawak Kobar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com