Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Berdalih Ekonomi, Pasutri di Banjarmasin Nekad Bisnis Sabu

- Apahabar.com Jumat, 29 Mei 2020 - 16:09 WIB

Berdalih Ekonomi, Pasutri di Banjarmasin Nekad Bisnis Sabu

Pasutri jual sabu yang berhasil diamankan Polda Kalsel. Foto- Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Polda Kalimantan Selatan menangkap sepasang suami istri (pasutri) karena diduga mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu.

Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel AKBP Matsari, SH mengatakan, suami istri tersebut bernama DA alias Diana (35) Dan MR alias Nanggi (45).

“Pasangan itu dibekuk di rumahnya di Gampong, jalan Ais Nasution Gg Musyawarah RT 17, Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin, Rabu (27/5) sekira pukul 21.30 wita. Mereka ditangkap karena diduga edarkan narkoba dengan dalih memenuhi kebutuhan hidup mereka,” kata AKBP Matsari saat dikonfirmasi apahabar.com di ruang kerjanya, Kamis (28/5).

Menurut Matsari, Penangkapan suami istri tersebut berawal dari informasi masyarakat.

Dari informasi itu, polisi menugaskan personel menyelidiki. Hasil penyelidikan, ternyata informasi benar serta menangkap keduanya.

“Dari hasil penggeledahan di rumah suami istri tersebut, ditemukan 14 paket sabu dengan berat kotor 4,18 gram, 4 bendel plastik klip, buah tempat bedak yang diisolasi hitam, 1 buah Timbangan Digital, 1 buah sendok shabu serta dua buah telepon genggam,” ungkap Matsari.

Berbekal dari barang bukti itu, tersangka langsung digelandang ke Mapolda Kalimantan Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Di hadapan penyidik, Diana mengaku jika barang haram itu adalah milik Nanggi yang tak lain adalah suaminya sendiri.

“Kedua tersangka akan dikenakan Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (1) subs Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya 20 tahun penjara,” tandasnya.

Matsari juga menyesalkan, pasutri yang sudah berkeluarga hampir puluhan tahun itu melakukan bisnis kotor. Seharusnya sebagai pasutri bisa saling menasehati agar melakukan bisnis yang baik.

“Uang hasil jualan sabu juga digunakan untuk makan sehari-hari,” pungkas polisi asli Sumenep itu.

Reporter : Eddy Andriyanto
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Rancang DED, Wisata Alam Air Terjun Lano Tabalong

Kalsel

Rancang DED, Wisata Alam Air Terjun Lano Tabalong Ditata
apahabar.com

Kalsel

Simpan Puluhan Ribu Zenith, 2 Pemuda Digiring ke Mapolda Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Tak Siap Jika Diserang Covid-19 Gelombang Kedua
apahabar.com

Kalsel

Di Tengah Wabah Virus Corona, Pertamina Jamin Stok BBM Kalsel Terjaga

Kalsel

Sehari Positif, 7 Warga Tabalong Dinyatakan Sembuh Covid-19
apahabar.com

Kalsel

PSBB Dinilai Picu Kekosongan Stok Darah, PMI Banjarmasin Kembali Menjerit
apahabar.com

Kalsel

ASN Pemkot Banjarmasin Gelisah, Tukin Tak Kunjung Cair
apahabar.com

Kalsel

Gegara Pelukan, Ayah di Tanah Laut Tega Gagahi Anak Kandung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com