Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Beredar Kabar Pungli Saat PSBB Palangka Raya, Cek Faktanya

- Apahabar.com Jumat, 15 Mei 2020 - 09:43 WIB

Beredar Kabar Pungli Saat PSBB Palangka Raya, Cek Faktanya

Tim GTPP Covid-19 Palangka Raya saat meminta keterangan Ayub, yang mengaku diminta uang Rp200 ribu saat mendapat sanksi PSBB di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu. Foto-Istimewa.

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Kabar adanya pungutan liar (Pungli) sebesar Rp200 ribu, oleh petugas cek poin Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Palangka Raya ke warga, mengemuka.

Permasalahan tersebut mencuat, berawal dari pengakuan Ayub, yang diminta sanksi administrasi oleh oknum petugas cek PSBB di Jalan Temanggung Tilung, Rabu (13/5).

Saat itu, ia tidak memakai masker, sehingga saat di pos cek poin, petugas menyita kartu tanda penduduk (KTP)-nya.

Kemudian, setelah mengambil masker, disuruh menebus KTP, senilai Rp200 ribu.

Ingin membuktikan tuduhan itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Palangka Raya lantas mendapati Ayubi untuk menanyakan ihwal masalah itu.

apahabar.com

Ayub (mengenakan topi) terlihat hanya bisa tertunduk. Foto-Istimewa.

Ternyata, setelah dikonfrontir pertanyaan, ternyata tidak benar.

Ayub membantah sendiri isu tersebut kepada GTPP Covid-19 Palangka Raya.

Ayub mengakui apa yang telah disampaikannya di beberapa media, tersebut tidak benar.

“Saya tahu itu (pungli), juga dengar-dengar dari daerah lain, padahal tidak ada,” ujar Ayub.

Mendengar itu, GTPP Covid-19 Palangka Raya bisa lega.

Sebab, dengan demikian, tudingan pungli yang dilakukan salah satu anggota  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya, sama sekali tidak benar, dengan adanya klarifikasi dari Ayub tersebut.

“Kami tegaskan kejadian tersebut tidaklah benar. Salah persepsi di masyarakat terkait pungutan uang ini, perlu diluruskan agar tidak menjadi hal buruk dalam penerapan PSBB,” kata Ketua Harian GTPP Covid-19 Palangka Raya, Emi Abriyani.

Kendati sempat menyayangkan apa yang telah dilakukan Ayub, namun GTPP Covid-19 Palangka Raya bersyukur karena permasalahan ini dapat diselesaikan, sehingga dapat fokus kembali melaksanakan PSBB.

Menurut Emi, penerapan PSBB telah sesuai prosedur yang tertuang di Peraturan Wali Kota (Perwali), sehingga masyarakat hendaknya dapat menaati aturan yang telah dikeluarkan dalam PSBB.

Sementara itu Lurah Kelurahan Menteng, Rossalinda Rahmana Sari, juga menyangkan tudingan Ayub yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Karena saat Ayub diminta menunjuk petugas yang meminta uang kepada dirinya, tidak bisa membuktikan.

Terpisah Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, berharap peristiwa yang sempat mencoreng GTPP Covid-19 Kota Palangka Raya, dapat mengakhiri polemik yang sudah tersebar di tengah masyarakat.

“Mohon kerjasamanya. Dan bagi pengamat ataupun masukan lainnya, kiranya juga mari bersama-sama kita menyemangati masyarakat agar memutus mata rantai Covid-19 ini,” ujarnya.

Paling penting saat ini saling mendukung, untuk satu tujuan memutus mata rantai Covid-19.  “Saya sendiri saja korban keganasan virus ini,” imbuhnya.

Reporter: Ahc23
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Imbas Pandemi, Taman TPA Palinget Sepi Pengunjung

Kalteng

PT Telkom Kapuas Kalteng Programkan Mobile Internet Kapal Susur
apahabar.com

Kalteng

Satgas Covid-19 Kapuas Resmi Terbentuk
apahabar.com

Kalteng

Muara Teweh Digoyang Gempa 3.5 Magnitude, Kedalaman 10 Km
apahabar.com

Kalteng

DPRD Barut: Pelayanan RSUD Muara Teweh Harus Tetap Jalan
apahabar.com

Kalteng

Kalteng Kurang Siap Tanggulangi Karhutla
apahabar.com

Kalteng

Di Barito Timur, Pedagang Pasar Wajib Rapid Test
apahabar.com

Kalteng

Update Covid-19 Palangka Raya, Total 855 Pasien Sembuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com