Tenang.. Kombes Subchan Jamin Stok Oksigen Kalsel Aman! Resmi, Jokowi Perpanjang PPKM Level IV hingga 2 Agustus Pakar ULM: Pelacakan Covid-19 di Banjarmasin Mendekati Nol! STOK Oksigen di RS Ulin Banjarmasin Tinggal Hitungan Jam, Cek Faktanya Kucurkan Miliaran Rupiah, PPKM Level IV Banjarmasin Tanpa Jam Malam

Besok, Masjid Tertua di Liang Anggang Banjarbaru Tidak Gelar Salat Idul Fitri

- Apahabar.com     Sabtu, 23 Mei 2020 - 16:28 WITA

Besok, Masjid Tertua di Liang Anggang Banjarbaru Tidak Gelar Salat Idul Fitri

Pengurus Masjid Al-Muhtadien, Liang Anggang, Banjarbaru, HM Fakhrurrazi (kanan). Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Pengurus Masjid Al-Muhtadien di kelurahan Landasan Ulin, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, memastikan tidak menggelar pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 H, Minggu (23/5) besok.

Langkah ini diambil pengurus masjid yang dikenal sebagai masjid tertua di Liang Anggang Banjarbaru dalam rangka mengikuti anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Salat Id positif tidak dilaksanakan, karena ada edaran dari pemerintah bahwa untuk masjid dianjurkan tidak melaksanakan salat Id,” ujar pengurus Masjid Al-Muhtadien, H.M.Fakhrurrazi kepada apahabar.com, Sabtu (23/5) siang.

Pengumuman akan tidak adanya pelaksanaan salat Id di masjid favorit masyarakat Ulin, Banjarbaru ini telah disampaikan pengurus sejak Jumat (22/5) kemarin.

“Jumat kemarin sudah diumumkan kepada jemaah bahwa masjid Al – Muhtadien tidak melaksanakan salat Id,” terangnya.

Lalu, bagaimana jika tidak ada imbauan pemerintah untuk pelaksanaan Salat Id dirumah?

“Jika tidak ada imbauan pun kami masih fifty fifty (50:50), karena banyak pertimbangan,” jelasnya.

“Iya fifty-fifty karena nanti dari kelurahan apakah diizinkan di masjid ini untuk salat Id karena sedang ada pandemi ini,” lanjutnya.

Masjid ini, sambung Fakhrurrazi berlokasi di pinggir jalan, yang mana hal tersebut tentu akan mengundang banyak orang untuk datang jika salat Id dilaksanakan.

“Itu pertimbangannya, kalau kita mengadakan salat Id itu pasti sampai jalan raya dan kita khawatirkan orang yang bukan dari wilayah kita akan ikut salat Id disini, sedangkan berkerumun tidak boleh, jadi banyak pertimbangan. Lebih ditekankan untuk (masjid) di jalan protokol tidak melaksanakan salat Id,” ungkapnya.

Diceritakannya pula, sejak awal ramadhan pun, masjid Al- Muhtadien tidak mengaktifkan kegiatan kumpul – kumpul seperti salat tarawih dan tadarus.

“Untuk tarawih dan tadarus sudah kami tiadakan sejak awal ramadhan jadi tidak ada kegiatan (kumpul-kumpul),” bebernya.

Ia sendiri berharap jemaah dapat mengerti dan bersabar untuk tidak memaksakan diri ditengah pandemi Covid-19 ini.

“Mungkin harapan kami mudah mudahan virus corona ini cepat berakhir, jadi kita dapat beribadah dengan tenang, untuk jemaah sabar saja dulu, jangan memaksakan diri,” tutupnya.

Seperti diketahui dalam Surat Edaran Gubernur Kalimantan Selatan yang dikeluarkan pada (19/5) kemarin ber Nomor : 443/267/Wasnas/ Kesbangpol tentang pelaksanaan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H. Dalam poin dua mengatakan untuk Salat Id dilaksanakan di rumah bersama keluarga karena pandemi Covid-19 di Kalsel belum menunjukkan tanda berakhir.

Adapun bunyinya sebagai berikut :

“Kami sampaikan bahwa saat ini
Pandemi Covid-19 masih merebak di Provinsi Kalimantan Selatan dan
diprediksi pada saat Idul Fitri 1441 H wabah ini belum menunjukkan tanda-
tanda berakhir,” bunyinya.

Dalam upaya mencegah, mengurangi dan melindungi masyarakat dari resiko penularan Covid-19 ini, maka dengan ini diimbau kepada seluruh umat Islam dan pengurus masjid/mushola se-Kalimantan
Selatan untuk tetap beribadah Idul Fitri dengan menghindari berkumpulnya
massa dalam jumlah besar dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Takbiran agar dilaksanakan di masjid/musholla tetap mempedomani
protokol kesehatan covid-19, Sosial distance dan fisikal distance dan
tidak melaksanakan takbir keliling.

b. Salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan berjamaah di masjid atau
dilapangan, agar dilakukan bersama keluarga dirumah.

c. Kegiatan silaturahmi halal bi halal Hari Raya Idul Fitri 1441 H agar
dilaksanakan secara daring (online).

d. Tiap individu dan pengurus masjid/musholla agar mematuhi peraturan
dan keputusan yang dikeluarkan pemerintah.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Sabda Rasul SAW yang Selalu Diingat Ibnu Umar RA
Utsman

Religi

Wakaf Sayidina Utsman bin Affan yang Lestari Hingga Sekarang
apahabar.com

Religi

Dua Bulan Jelang Haul Sekumpul, Dua Penginapan di Martapura Ludes Dipesan
apahabar,com

Religi

Jelang Haul Abah Guru Sekumpul, Panitia Ungkap Hal yang Dilarang
apahabar.com

Habar

Selama Ramadhan, Guru Zuhdi Imami Salat Tarawih di Masjid Jami Banjarmasin
apahabar.com

Habar

Begini Pesan Guru Haderawi untuk Jemaah Haul Abah Guru Sekumpul ke-14
apahabar.com

Religi

Syekh Nafis Al Banjari, Karyanya Lebih Populer dari Makamnya
apahabar.com

Religi

Sains Mengungkap Kebenaran Al-Qur’an Tentang Cerita Ashabul Kahfi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com