Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Besok, Masjid Tertua di Liang Anggang Banjarbaru Tidak Gelar Salat Idul Fitri

- Apahabar.com Sabtu, 23 Mei 2020 - 16:28 WIB

Besok, Masjid Tertua di Liang Anggang Banjarbaru Tidak Gelar Salat Idul Fitri

Pengurus Masjid Al-Muhtadien, Liang Anggang, Banjarbaru, HM Fakhrurrazi (kanan). Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Pengurus Masjid Al-Muhtadien di kelurahan Landasan Ulin, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, memastikan tidak menggelar pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 H, Minggu (23/5) besok.

Langkah ini diambil pengurus masjid yang dikenal sebagai masjid tertua di Liang Anggang Banjarbaru dalam rangka mengikuti anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Salat Id positif tidak dilaksanakan, karena ada edaran dari pemerintah bahwa untuk masjid dianjurkan tidak melaksanakan salat Id,” ujar pengurus Masjid Al-Muhtadien, H.M.Fakhrurrazi kepada apahabar.com, Sabtu (23/5) siang.

Pengumuman akan tidak adanya pelaksanaan salat Id di masjid favorit masyarakat Ulin, Banjarbaru ini telah disampaikan pengurus sejak Jumat (22/5) kemarin.

“Jumat kemarin sudah diumumkan kepada jemaah bahwa masjid Al – Muhtadien tidak melaksanakan salat Id,” terangnya.

Lalu, bagaimana jika tidak ada imbauan pemerintah untuk pelaksanaan Salat Id dirumah?

“Jika tidak ada imbauan pun kami masih fifty fifty (50:50), karena banyak pertimbangan,” jelasnya.

“Iya fifty-fifty karena nanti dari kelurahan apakah diizinkan di masjid ini untuk salat Id karena sedang ada pandemi ini,” lanjutnya.

Masjid ini, sambung Fakhrurrazi berlokasi di pinggir jalan, yang mana hal tersebut tentu akan mengundang banyak orang untuk datang jika salat Id dilaksanakan.

“Itu pertimbangannya, kalau kita mengadakan salat Id itu pasti sampai jalan raya dan kita khawatirkan orang yang bukan dari wilayah kita akan ikut salat Id disini, sedangkan berkerumun tidak boleh, jadi banyak pertimbangan. Lebih ditekankan untuk (masjid) di jalan protokol tidak melaksanakan salat Id,” ungkapnya.

Diceritakannya pula, sejak awal ramadhan pun, masjid Al- Muhtadien tidak mengaktifkan kegiatan kumpul – kumpul seperti salat tarawih dan tadarus.

“Untuk tarawih dan tadarus sudah kami tiadakan sejak awal ramadhan jadi tidak ada kegiatan (kumpul-kumpul),” bebernya.

Ia sendiri berharap jemaah dapat mengerti dan bersabar untuk tidak memaksakan diri ditengah pandemi Covid-19 ini.

“Mungkin harapan kami mudah mudahan virus corona ini cepat berakhir, jadi kita dapat beribadah dengan tenang, untuk jemaah sabar saja dulu, jangan memaksakan diri,” tutupnya.

Seperti diketahui dalam Surat Edaran Gubernur Kalimantan Selatan yang dikeluarkan pada (19/5) kemarin ber Nomor : 443/267/Wasnas/ Kesbangpol tentang pelaksanaan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H. Dalam poin dua mengatakan untuk Salat Id dilaksanakan di rumah bersama keluarga karena pandemi Covid-19 di Kalsel belum menunjukkan tanda berakhir.

Adapun bunyinya sebagai berikut :

“Kami sampaikan bahwa saat ini
Pandemi Covid-19 masih merebak di Provinsi Kalimantan Selatan dan
diprediksi pada saat Idul Fitri 1441 H wabah ini belum menunjukkan tanda-
tanda berakhir,” bunyinya.

Dalam upaya mencegah, mengurangi dan melindungi masyarakat dari resiko penularan Covid-19 ini, maka dengan ini diimbau kepada seluruh umat Islam dan pengurus masjid/mushola se-Kalimantan
Selatan untuk tetap beribadah Idul Fitri dengan menghindari berkumpulnya
massa dalam jumlah besar dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Takbiran agar dilaksanakan di masjid/musholla tetap mempedomani
protokol kesehatan covid-19, Sosial distance dan fisikal distance dan
tidak melaksanakan takbir keliling.

b. Salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan berjamaah di masjid atau
dilapangan, agar dilakukan bersama keluarga dirumah.

c. Kegiatan silaturahmi halal bi halal Hari Raya Idul Fitri 1441 H agar
dilaksanakan secara daring (online).

d. Tiap individu dan pengurus masjid/musholla agar mematuhi peraturan
dan keputusan yang dikeluarkan pemerintah.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Penyalahguna Logo Haul Guru Sekumpul “Ditangkap”
apahabar.com

Habar

Sesali Perang Badar, Anas bin Nadhar Jemput Syahid di Perang Uhud
apahabar.com

Habar

Suporter Martapura FC Bantu Gratiskan BBM di Haul Sekumpul ke-14
apahabar.com

Religi

Nasib Matahari di Hari Kiamat dan Pintu Tobat Ditutup
apahabar.com

Habar

Sidang Isbat Digelar 22 Mei, Menag akan Pimpin Langsung
apahabar.com

Habar

Jumlah Jemaah Haul Meningkat, Kapolres Banjar Prediksi di Atas Satu Juta
apahabar.com

Religi

Cemburu yang Dianjurkan dalam Islam
apahabar.com

Habar

Kabar Gembira, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Segera Dibuka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com