Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Blanko KTP Elektronik di Palangka Raya Menipis

- Apahabar.com Kamis, 21 Mei 2020 - 05:00 WIB

Blanko KTP Elektronik di Palangka Raya Menipis

Ilustrasi KTP Elektronik. Foto-Net

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palangka Raya Afendie menyebut bahwa blanko kartu tanda penduduk elektronik di wilayahnya mulai menipis.

“Saat ini blanko KTP elektronik tinggal sekitar 1.000 yang belum dicetak. Untuk itu kami segera mengajukan penambahan ke pusat,” kata Afendie di Palangka Raya, Rabu (20/05).

Dia mengatakan, saat ini pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Wali Kota Palangka Raya untuk mengajukan penambahan blanko KTP elektronik tersebut.

Afendie mengatakan, menipisnya jumlah blanko KTP elektonik tersebut karena pihaknya terus melakukan pencetakan dari data warga Kota Palangka Raya yang telah melakukan perekaman.

Meski demikian, dia kembali mengingatkan bahwa saat ini pihaknya menghentikan sementara proses perekaman data KTP elektronik dan fokus pada pencetakan terhadap data yang perekamannya sudah dilakukan.

“Hal itu untuk memastikan data masyarakat yang telah melakukan perekaman segera mendapatkan KTP elektronik,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Palangka Raya itu.

Di sisi lain saat ini Disdukcapil Kota Palangka Raya mulai menerapkan tanda tangan elektronik pada dokumen kependudukan yang diminta masyarakat.

Tanda tangan elektronik diberlakukan untuk dokumen kartu keluarga (KK), surat keterangan pindah WNI (SKPWNI), kutipan akta kelahiran dan kutipan akta kematian.

Dia menerangkan tanda tangan elektronik tersebut diberlakukan menggunakan sistem kode “quick record” atau QR tanpa ada tanda tangan basah dan stempel dinas, sedangkan untuk mengetahui keabsahan atau kevalidan data bisa diketahui dengan memindai menggunakan QR scanner.

Afendie menerangkan pemberlakuan tanda tangan elektronik itu dalam rangka menindaklanjuti amanat Pasal 5 Ayat (5) Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan secara daring.

Selain itu, lanjut dia, pemberlakuan tanda tangan elektronik pada dokumen kependudukan tersebut guna mempercepat proses pengurusan dokumen administrasi kependudukan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Update Corona di Barito Utara: 3 PDP Negatif Covid-19
apahabar.com

Kalteng

TNI-Polri di Kapuas Simulasikan Konflik Sosial dan Pengamanan Pilkada Kalteng 2020
apahabar.com

Kalteng

Ledakan di Kebakaran Gedung LPTQ Kalteng, Polisi Turun Tangan
apahabar.com

Kalteng

Giliran Warga Kapuas Timur Kalteng Terima Bantuan Beras Kemensos RI
apahabar.com

Kalteng

Gubernur Kalteng Patenkan Tanaman Bajakah Temuan Siswa SMA di Palangkaraya
Jemput Bola

Kalteng

Jemput Bola Perekaman KTP, Disdukcapil Turun ke Wilayah Hulu Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Wanita Kalteng Diminta Jangan Anggap Remeh Keputihan
apahabar.com

Kalteng

Perahu Dihantam Gelombang, Nelayan Dikabarkan HilangĀ 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com