Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah Pembelajaran Tatap Muka SMP di Banjarmasin Siap Dibuka, Catat Bulannya VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat

BPS: April 2020, Nilai Tukar Petani Turun

- Apahabar.com Senin, 4 Mei 2020 - 15:28 WIB

BPS: April 2020, Nilai Tukar Petani Turun

Ilustrasi - Petani merontokkan padi hasil panen. Foto-Bisnis

apahabar.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) secara nasional pada April 2020 turun 1,73 persen menjadi 100,32 dibandingkan NTP Maret 2020 yaitu 102,09.

Hal tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani turun sebesar 1,64 persen dan indeks harga yang dibayar petani naik 0,10 persen, yang dipengaruhi oleh penurunan harga gabah karena masa panen raya.

“NTP 100,32, hampir menuju titik impas yaitu 100. NTP semua subsektor mengalami penurunan yang cukup dalam. Yang terjadi adalah indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan karena panen raya,” kata Kepala BPS Suhariyanto saat konferensi pers virtual di Jakarta, Senin.

Pada April 2020, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (1,66 persen) dibandingkan provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kalimantan Barat mengalami penurunan terbesar (3,27 persen) dibandingkan provinsi lainnya.

Pada April 2020 terjadi perubahan indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,11 persen disebabkan oleh naiknya indeks di sepuluh kelompok penyusun IKRT, terutama kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) nasional pada April 2020 sebesar 101,13 atau turun 1,72 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Angka NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan dan menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Benih Bermutu, Penentu Hasil Produksi Cabai
apahabar.com

Ekbis

Dukung Pengembangan UMKM, Ini yang Dilakukan Lion Express di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Program Mahakam Telkomsel Tawarkan Hadiah Umroh
Alasan Rupiah Bisa Menguat dari Pagi Ini

Ekbis

Alasan Rupiah Bisa Menguat dari Pagi Ini
apahabar.com

Ekbis

Trik Pelaku UMKM Kalsel Kembangkan Usaha di Tengah Pandemi Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Libur Natal dan Tahun Baru, BI Siapkan Uang Tunai Rp 105 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Kementerian Perindustrian Lirik Potensi Anyaman Lampit Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Dongkrak Ekspor Pertanian Lewat Aplikasi i-Mace
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com