Istri Polisi Korban Penyerangan Mapolsek Daha: NKRI Harga Mati! PDP-Tracking GTPP Tambah Daftar Warga Kalsel Terjangkit Covid-19 Operasi Anti-Teror di Kalsel, Jumlah Pelaku Kemungkinan Bertambah 5 Terduga Teroris Ditangkap, MUI: Kalsel Bukan Zona Aman PSBB Berakhir, THM-Bioskop di Banjarmasin Terancam Mati Suri




Home Ekbis

Senin, 18 Mei 2020 - 11:17 WIB

Bursa Saham Asia Menguat, IHSG Awal Pekan Ikut Naik

Uploader - Apahabar.com

Ilustrasi - Pekerja berswafoto dengan latar belakang pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/050).Foto-Antara

Ilustrasi - Pekerja berswafoto dengan latar belakang pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/050).Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan bergerak naik seiring menguatnya bursa saham Asia.

Pada pukul 09.26 WIB, IHSG dibuka menguat 8,21 poin atau 0,18 persen ke posisi 4.515,82, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,39 poin atau 0,36 persen menjadi 659,49.

“Kami memperkirakan IHSG akan bergerak flat dengan kecenderungan menguat terbatas hari ini,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporan yang dikutip Antara di Jakarta, Senin (18/05).

Bursa saham di AS bergerak dengan volatilitas yang tinggi akhir pekan lalu di tengah kekhawatiran kembali perang dagang AS-China dan lemahnya data ekonomi.

Baca juga :  Bursa Saham Asia Turun, IHSG Ikut Melemah

Para investor juga masih mencerna tingginya penurunan data penjualan ritel di AS. Indeks Dow Jones ditutup naik 0,25 persen, S&P 500 naik 0,39 persen, dan Nasdaq menguat 0,79 persen.

Data neraca perdagangan Indonesia untuk April 2020 yang dirilis Jumat (15/5) lalu tercatat mengalami defisit sebesar 350 juta dolar AS, lebih rendah dibandingkan defisit pada April 2019 yang tercatat sebesar 2,5 miliar dolar AS.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) ditutup menguat 6,79 persen pada akhir pekan lalu dan ditutup pada 29,43 dolar AS per barel setelah sempat menyentuh 29,92 dolar AS per barel, tertinggi sejak 17 Maret.

Baca juga :  Sumpah Pemuda: Transformasi Digital, Telkomsel Andalkan Generasi Muda

Hal itu membuat penguatan harga minyak WTI minggu lalu mencapai hampir 19 persen, walaupun masih turun 51,8 persen sejak awal tahun (ytd). Sedangkan Brent menguat 4,4 persen ke 32,5 dolar AS per barel, naik 4,9 persen selama minggu lalu.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 137,8 poin atau 0,69 persen ke 20.175,27, indeks Hang Seng menguat 105,1 poin atau 0,44 persen menjadi 23.902,57, dan indeks Straits Times menguat 17,24 poin atau 0,68 persen ke 2.540,79.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Masuknya Investor Buat Produksi Daging Sapi di Tanah Air Terus Meningkat
apahabar.com

Ekbis

Dibayangi Sentimen Negatif Global, Rupiah Terkoreksi Dekati Rp15.000
apahabar.com

Ekbis

Dipicu Sentimen Virus Corona, Rupiah Ditutup Melemah
apahabar.com

Ekbis

Belanja Online Saat Idul Fitri? Waspada Penjahat Siber

Ekbis

Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi Covid-19, KPw BI Kalsel Ambil Langkah Strategis
apahabar.com

Ekbis

Pertagas Pasok 0,2 MMSCFD CNG ke PT Sango Ceramics Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Bank Royal Ganti Nama Jadi Bank Digital BCA
apahabar.com

Ekbis

Ditutup Menguat, Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah