Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan Jenderal Lapangan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Terluka, Tangan-Kepala Berdarah

Cek Arah Kiblat Saat Matahari Tepat di Atas Kakbah Besok, Simak Caranya

- Apahabar.com Selasa, 26 Mei 2020 - 17:40 WIB

Cek Arah Kiblat Saat Matahari Tepat di Atas Kakbah Besok, Simak Caranya

Ilustrasi matahari tepat di atas Kakbah yang jadi arah kiblat umat muslim seluruh dunia. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Sudah benarkah arah kiblat untuk salat Anda saat ini. Jika ragu, maka Rabu (27/5) besok hingga Kamis (28/5) lusa adalah waktu yang pas mengukurnya.

Pasalnya, menurut Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Agus Salim mengatakan, dua hari itu posisi matahari akan kembali melintas tepat di atas Kakbah, Mekkah, Arab Saudi.

Sehingga menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk mengecek arah kiblat.

“Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.18 WIB atau 17.18 Wita. Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Kabah,” kata Agus, Selasa (26/5).

Dia menambahkan, fenomena alam itu berdasarkan data astronomi.

Peristiwa semacam itu dikenal sebagai Istiwa A’dham atau Rashdul Qiblah.

Maksudnya, waktu matahari di atas Kakbah dengan bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.

Momentum itu, lanjut Agus, dapat digunakan bagi umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblatnya.
Caranya dengan menyesuaikan arah kiblat dengan arah bayang-bayang benda pada saat Rashdul Qiblah.

Dia mengatakan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat.

Pertama, kata dia, pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus bisa menggunakan lot/bandul.

Kedua, kata Agus, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata.

Ketiga, lanjut dia, jam pengukuran harus disesuaikan dengan standar BMKG, RRI atau Telkom.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Habib Umar bin Hafidz Kembali “Ngajar” di NU, Catat Tanggalnya
apahabar.com

Habar

Guru Khalil Tegaskan Arah NU Banjar di Politik Praktis
apahabar.com

Habar

Musala yang Selamat dari Amuk Api di Pulau Sebuku Kotabaru Kini Berwajah Cantik
Iklan Rokok

Habar

Kocak, Iklan Rokok Pajang Wajah Emak-Emak Viral Penghina Kurir COD
Umar

Religi

Ini Kunci Sukses Kepemimpinan Sayidina Umar
apahabar.com

Habar

Puluhan Calon Dewan Hakim MTQ di Kapuas Ikuti Pelatihan
apahabar.com

Habar

Jemaah Haji Indonesia Akan Nikmati Layanan Fast Track
apahabar.com

Religi

Kandungan Kitab “Parukunan Jamaluddin” Tidak Diskriminatif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com